Home / Opini

Rabu, 17 Maret 2021 - 12:27 WIB

Moeldoko Mundur dari KSP karena Demokrat, Pengamat Bilang Tidak Impas

Viewer: 399
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 9 Detik

Kompasnasional l Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai nasib Moeldoko di Kantor Staf Presiden (KSP) tergantung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, menurutnya terlalu riskan jika Moeldoko mundur karena cuma terlibat dalam upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat.

“Melihat performa Moeldoko khususnya terkait komunikasi dan pengelolaan isu strategis Moeldoko cukup baik,” ujar Fadhli Harahab kepada SINDOnews, Selasa (16/3/2021).

Menurut Fadhli, jika Moeldoko harus memutuskan mundur atau diberhentikan dari KSP, sebaiknya bukan karena faktor desakan sekelompok orang. Tetapi, lanjut dia, karena memang dilihat dari kapabilitasnya yang mungkin sudah tidak mampu lagi bekerja, atau melakukan kejahatan yang merugikan negara, presiden, atau rakyat banyak.

Baca Juga  Menteri Jonan: Target Negosiasi Kontrak Freeport Selesai Akhir Juli

Dokumen Kubu Moeldoko
Dukung Aksi Kudeta Moeldoko, 7 Kader Demokrat Kalbar Dipecat di Depan Apel Siaga

“Kalau cuma terlibat dalam upaya pengambilalihan kepemimpinan di tubuh Demokrat, saya kira terlalu riskan untuk mengundurkan diri, tidak impas dengan kinerjanya yang sudah beberapa tahun ini menjadi KSP,” pungkasnya.

Diketahui, Moeldoko menjadi sorotan semenjak dirinya dituduh terlibat dalam upaya kudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat. Sorotan itu semakin banyak setelah Moeldoko bersedia ditetapkan sebagai ketua umum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa (KLB) bikinan mereka yang kontra dengan AHY, di Sibolangit Deli Serdang Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Soroti Permintaan Gema-Jak agar Polisi Tangkap Anies Baswedan, Refly Harun: Memang Harusnya Diproses

Sejumlah politikus partai politik pro pemerintah hingga relawan Jokowi pun meminta Moeldoko menanggalkan jabatan Kepala KSP agar Presiden Jokowi tidak terseret isu KLB Partai Demokrat. (SN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Rekomendasi Pansus Soroti SDM Hingga Penyadapan KPK

Opini

Hari Santri Nasional 2020, Wapres: Pesantren Harus Bangun Tak Boleh Tidur

Opini

Demokrat soal Cuit Paha Dianggap Pelecehan: Perlu Pembuktian

Opini

Novel Sarankan Listyo Sigit ‘Bebaskan HRS agar Dicintai Islam, Ferdinand: Semua Agama Cinta Hukum

Opini

JK Beberkan Kesalahan Manuver Rizal Ramli di Masela

Opini

Buya Syafii Maarif: Mendewa-dewakan Keturunan Nabi Adalah Perbudakan Spiritual

Opini

Novel Baswedan Ditantang Ungkap Identitas ‘Orang Kuat’

Opini

Pimpinan DPR: Tidak Ada Manfaat Perdebatkan ‘Anjay’