Viewer: 905
0 0

Home / Opini

Sabtu, 21 November 2020 - 20:35 WIB

Buya Syafii Maarif: Mendewa-dewakan Keturunan Nabi Adalah Perbudakan Spiritual

Viewer: 906
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 30 Detik

Kompasnasional | Sebutan gelar habib kembali diungkit dan menjadi pembicaraan utama akhir-akhir ini. Bahkan, kata habib atau yang dikenal masyarakat sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW seringkali masuk dalam deretan trending topic di Twitter belakangan ini. Pembahasan itu terjadi usai Habib Rizieq kembali ke tanah air.
Fenomena itu menjadi booming sebab beberapa tokoh yang menyebut dirinya keturunan Rasulullah memang memiliki banyak sekali pengikut. Hal tersebut rupanya juga menjadi perhatian Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Ma’arif.Perihal habib yang memiliki banyak pengikut, ulama 85 tahun itu mengingatkan agar masyarakat tak terjebak dalam sifat berlebih-lebihan. Sebab, terlalu mengagung-agungkan sang habib, kata Buya Syafii, tak ubahnya suatu perbudakan spiritual yang tentu disebabkan oleh fanatisme berlebihan.

Baca Juga  Hari Santri Nasional 2020, Wapres: Pesantren Harus Bangun Tak Boleh Tidur

“Bagi saya mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan Nabi adalah bentuk perbudakan spiritual. Bung Karno puluhan tahun yang lalu sudah mengeritik keras fenomena yang tidak sehat ini. Ahmad Syafii Maarif,” ujar Buya Syafií itu dalam akun twitternya @SerambiBuya pada Sabtu (21/11/2020).

Kritik seputar tokoh dengan gelar habib juga menjadi sorotan da’i kondang lainnya. Seperti Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah, yang baru-baru ini menyebut bahwa seorang habib sudah selayaknya menjadi panutan pengikutnya dalam bersikap.
Gus Miftah menyebut, para habaib (bentuk jamak habib) tak boleh direndahkan sebab di dalam dirinya mengalir darah Nabi Muhammad SAW. Namun, dia juga mengaskan bahwa seorang habaib juga tak pantas melakukan hal serupa, menghina orang lain.

Baca Juga  Irma Suryani Chaniago Sebut Ahok No Finishing Touch di Pertamina

“Gus boleh gak kita menghina habaib? tidak boleh! kenapa? karena dalam tubuh habaib ada darahnya Nabi. Lalu bolehkah habaib menghina orang lain? tidak boleh, masa di dalam tubuhnya ada darah nabi kok menghina orang lain? kan gak pantes. Terus siapa orang yang boleh kita hinakan? tidak ada satu pun orang yang boleh kita hinakan,” ujar Gus Miftah saat live di akun instagtram pribadinya beberapa waktu lalu.
(OZ/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Pengamat Intelijen: Ada Tiga Kelompok Penolak Calon Kapolri Listyo Sigit, Terakhir Paling Berbahaya

Opini

Sosok Dr. Mawardi M Saleh ,Lc.MA yang sering disebut Ustad Abdul Somad dalam ceramahnya

Opini

Ustaz Sebut Pesan Makanan lewat Ojol Haram, Warganet Kebingungan

Opini

Ombdusman RI Nilai Pengunggah Humor Polisi Jujur Diperlakukan Mengarah ke Arah Intimidasi

Opini

Ustaz Abdul Somad: Kredit Mobil dan Motor Enggak Haram

Berita

Polisi Rencanakan Periksa Amien Rais sebagai Saksi Kasus Hoax Ratna Sarumpaet

Opini

Derita Orang Tua karena PPDB Pakai Usia, Anak Ranking 1 Tak Bisa Sekolah

Opini

Hari Santri Nasional 2020, Wapres: Pesantren Harus Bangun Tak Boleh Tidur