Viewer: 709
0 0

Home / Opini

Sabtu, 7 November 2020 - 16:24 WIB

JK Beberkan Kesalahan Manuver Rizal Ramli di Masela

Viewer: 710
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 5 Detik

Kompasnasional | Mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK) membeberkan kisah penetapan eksploitasi Masela di masa kepemimpinan Rizal Ramli sebagai Menko Maritim pada tahun 2016.

Menurut JK, upaya Rizal Ramli menetapkan kegiatan penambangan Masela untuk dilakukan di darat atau onshore adalah keputusan sangat merugikan.
Masela seharusnya beroperasi tahun 2024. Sekarang tidak jalan apa-apa,” kata JK.

Dalam rapat kabinet, Masela sudah ditetapkan secara offshore. Namun, dia mati-matian berargumen bahwa kegiatan di Masela harus dilakukan secara onshore.
Waktu offshore, di laut, ongkosnya US$14 miliar. Begitu dihitung di darat, karena harus pasang pipa, itu biayanya jadi US$19 miliar,” ujar JK

Baca Juga  Denny Siregar Nggak Mungkin Dipenjara, Kecuali Kondisinya Sudah sampai Begini di Mata Penguasa

Dia menilai keputusan ini tidak efisien karena kemahalan dan share Indonesia harus keluar. Tidak hanya itu, proyeknya sampai sekarang tidak jalan.

“Dia menggebu-gebu usulnya ke sidang kabinet, berkali rapat kita ditolak, tapi karena pertimbangan lain [akhirnya] diterima.”

JK menegaskan kerugian negara akibat hal ini mencapai Rp75 triliun.

Baca Juga  Capres Muda dengan Elektabilitas Tinggi Terbentur Restu Partai di 2024

JK juga membantah pernyataan Rizal Ramli yang mengungkapkan bahwa dirinya menjegal mantan menteri maritim tersebut terkait dengan bisnis.

“Masela itu sunset kapal, mana lah sunset kapal? ga ada itu masalah kapal. Kapal sudah siap bor. Semua itu diisukan,” ujar JK.

“Jangan lupa yang merugikan negara US$5 miliar dan tidak jadi, padahal mestinya jadi 2024. Kita butuh energi, itu kan 8 tahun. Sekarang tidak jadi akibat kemahalan.” (B/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Diduga adanya Kecurangan Proses rekrutmen,Peserta seleksi Satpol PP Laporkan ke Ombudsman

Opini

Pakar Hukum: Tak Lazim, Permintaan Novel Baswedan kepada Jokowi Bentuk Intervensi Kasus Hukum

Opini

KLB Partai Demokrat Pengamat: Sebaiknya Moeldoko Mundur dari KSP

Opini

2024, Indonesia Butuh Pemimpin Kombinasi Bung Karno dan Soeharto

Opini

Aksi Blusukan Risma Ancam Citra Anies Baswedan dan Tokoh Nasional Lain

Opini

Didesak Minta Maaf soal ‘Santri Calon Teroris’, Ini Jawaban Denny Siregar

Arsip

Google dan YouTube Diminta Diblokir, Ini Tanggapan Ilham Habibie

Arsip

Cara Baru Suami Biar tak Ketahuan Selingkuh, Istri Dikunci Dilemari