Kompasnasional | Mantan anggota DPR, Markus Wauran berharap generasi muda dapat memahami nilai-nilai Pancasila. Markus pun mengusulkan beberapa cara menanamkan nilai tersebut.
“Jadi dalam rangka menyongsong masa depan, harapan kita generasi muda bisa paham, bisa sadar, dan menghayati dengan kuat nilai-nilai Pancasila yang kemudian mereka cerminkan dalam sikap, serta pemikiran mereka,” kata Markus.
Hal itu diungkap Markus dalam diskusi daring yang digagas Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP) bertajuk “Penguatan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan Penegakan Sang Perkasa Merah Putih dalam Bingkai NKRI”, Sabtu (20/6/2020).
“Saya usul GPPMP beri masukan kepada pemerintah bahwa anak-anak SD dalam rangka mencintai merah putih, waktu masuk sekolah, hormat bendera merah putih. Begitu mau masuk kelas juga ada bendera merah putih, dan dicium. Diwajibkan baca Pancasila. Ini upaya menanamkan Pancasila sejak kecil. Semua kantor pemerintah, swasta, warung-warung kecil, restoran kecil dan besar, ada bendera merah putih,” tegas Markus.
Pada kesempatan itu, Markus menilai, banyak kelemahan dalam kehidupan ketatanegaraan sekarang. Nilai-nilai Pancasila dilanggar.
“Kita harap semua partai, semua ormas (organisasi masyarakat) diwajibkan asasnya dicantumkan Pancasila. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sekarang, banyak perbuatan melanggar Pancasila. Kita harap hukum ditegakkan. Harus ditindak tegas jangan pandang bulu,” ujar Markus.
Di sisi pembangunan demokrasi politik, menurut Markus, pembangunan demokrasi di indonesia bukan substansial, tapi transaksional. “Artinya apa? Orang-orang yang tidak penuhi syarat untuk jadi anggota legislatif melalui pemilu, itu lolos karena ada transaksi, politik uang segala macam, sehingga merusak pembangunan demokrasi substansial,” kata Markus.
Markus pun menyoroti adanya praktik hubungan antara korporasi dan demokrasi yang sebenarnya melanggar nilai-nilai sosial. “Orang-orang yang ditngkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) karena korupsi apakah dia eksekutif, legislastif, selalu ada pengusaha yang terlibat, tidak ada yang tidak terlibat,” tukas Dewan Kehormatan GPPMP tersebut.(BS/Red)







