Dimas Kanjeng Taat Pribadi ternyata tak hanya beroperasi di kawasan Jawa Timur saja. Kabar soal ‘kesaktiannya’ ini juga telah dipercaya oleh sebagian warga yang tinggal di kawasan terpencil di Gunung Lawu.
Dua desa yang terletak di perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah, yakni Desa Anggrasmanis dan Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, tak luput menjadi sasaran paranormal asal Probolinggo tersebut.
Informasi yang berhasil dihimpun Kriminalitas.com menyebutkan, warga di kawasan Desa Gumeng mengaku pernah melihat Dimas Kanjeng dan pengikutnya menggaet simpati warga Gumeng. Selain menarik simpati warga untuk menjadi pengikut setianya, Dimas Kanjeng juga melakukan laku spiritual di kawasan tersebut.
Seperti diketahui, di Desa Gumeng ini merupakan salah satu jalur pendakian di Gunung Lawu. Banyak di antara masyarakat yang melakukan ritual untuk mencari ketenangan spiritual.
“Dulu pernah kesini. Kata pengikut yang mendampinginya dia mau melakukan ritual. Tapi, sekaligus mencari simpati warga untuk menjadi pengikutnya. Nggak jelas, apakah dengan iming-iming uang atau seperti apa. Tapi, ada warga lain mengaku dengan menunjukkan sekarung uang,” terang salah seorang perangkat Desa Gumeng yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (15/10).
Terpisah, Camat Jenawi, Rusmanto mengaku warga di wilayahnya tidak bodoh dengan mengikuti Dimas Kanjeng. Warga Jenawi telah mengetahui, jika apa yang dilakukan oleh Dimas Kanjeng adalah aksi tipu-tipu.
“Kalau sejauh ini belum ada warga sini yang ikut Dimas Kanjeng. Warga kami nggak bakal kena tipu semudah itu,” kata Rusmanto.
Meski begitu, santer terdengar kabar di Desa Anggrasmanis dan Gumeng terdapat warga yang mengikuti sang guru spiritual asal Probolinggo tersebut. Totalnya, ada sekitar 19 orang. Meski begitu, belum diketahui siapa ke-19 warga yang mengikuti Dimas Kanjeng tersebut (krmnl|dwk)








