Home / Daerah / Ekonomi

Kamis, 18 November 2021 - 13:17 WIB

Lapor… Pukat Trwol Dan Bom Ikan Kian Marak Pulau Mursala Tapanuli Tengah

Viewer: 4082
1 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 31 Detik

Kompasnasional.com | Sibolga – Masyarakat Nelayan Tradisional Mengecam Keberadaan Kapal-kapal Ilegal Fishing Yg Semakin Marak Beroperasi Di Laut Pesisir Pantai Barat, Khusus Di Wilayah Sibolga’ Dan Tapanuli Tengah Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Kelompok Nelayan Duyung Tanjung bertempat diTangkahan Di Jalan KH.Ahmad Dahlan Kota Sibolga.

Menurutnya tak jarang Jaring para nelayan kerap hilang diduga ditarik kapal-kapal Pukat Trwol yang sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Duyung Juga Sangat Menyayangkan kejadian tersebut yang terkesan terjadinya pembiaran dan tidak tersentuh hukum.

“Sudah Sekian Lama Kami Sering Merugi Dengan Melaut Pun Kami Sampai-sampai Ada Rasa Takut Jaring Kami Di Tarik Dan Rusak Akibat Kapal-kapal Trwol Tersebut,” ujar Duyung.

Baca Juga  FORMASITAP Dukung Abu Nisa Abu Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Besi Bekas Bongkaran Exs Pasar Nauli Sibolga.

Ia mengungkapkan, dalam Satu Tahun Terakhir Sudah Tidak Dapat Mengenyam Hasil Laut Seperti Tahun-Tahun sebelumnya.

Mereka Semakin Banyak, dan Kami Semakin Terasa Di Tindas” Ucap Nya.

Selain duyung, keluhan tersebut juga disampaikan Salah Seorang Penasehat Organisasi Jaring Salam Ajo Kawek mengungkapkan, Sudah Hampir Sembilan Bulan Terakhir Tidak Ada Penghasilan Dari Meluat.

“Kami Kehabisan Modal Untuk Ber Operasi.Dikarenakan Sudah Semakin Sulit Mencari Lokasi Untuk Membuang Jaring Kami Di Laut,” imbuhnya.

Ajo Kawek berharap APH dapat segera menindak para pelaku Ilegal tersebut,

Dan Juga Ketua Nelayan Duyung Tanjung Sebut Bahwasanya Di Sini Jelas Seperti Nya Mereka Yg Terkait Kelautan Semisal Angkatan Laut AL,Juga PSDKP Dan Pol Airut Tidak Serius Menjalankan Fungsi Nya.

Baca Juga  Copot Kades Korupsi Dinilai Inprosedural, Bupati Halsel: Saya Siap Hadapi Tuntutan Para Kades

Dan Juga Seperti HNSI ( Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Pun Sudah Tidak Ber Pihak Kepada Nelayan Kecil.

Yg Mana Diduga Bahkan Untuk Saat Ini Di Ketuai Oleh Salahsatu Pengusaha Pukat Trwol.

Disini Kami Sebagai Nelayan Kecil Sudah Sangat Jelas Bahwasanya Nasib Kami Ini Senantiasa Di Jadikan Boneka Mainan.

Entah Kemana Kami Lagi Harus Meminta Sebuah Ke Adilan.

Harapan Kami Sebagai Pelaku Dan Sebagai Nelayan Kecil Tradisional Sangat Mengharapkan Ke Adilan Dan Di Tegak Kan Nya Hukum Setegak-tegaknya..(Jerry)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Ekonomi

OJK mulai mengendus fenomena shadow banking, apa itu?

Berita

Perempuan Tua Tewas Gantung Diri

Berita

Kunker di Siantar-Simalungun Mensos Juliari P Batubara Pastikan Masyarakat Terima Bansos Terdampak Covid-19

Asahan

Pengemudi Mobil Merasa Kecewa Karena Dibola-bola” Pihak Kepolisian Asahan Bagian Lantas

Berita

Polres Batang dan Elemen masyarakat Lakukan penyemprotan Masal.

Berita

Wali Kota Diminta Evaluasi atas Pelayanan Puskemas di Medan yang Dikeluhkan Pasien BPJS

Berita

Realisasi Pajak Reklame dan Retribusi Daerah Pemko Medan Tak Capai Target
Foto Kejagung Ketut Sumedana

Berita

Kajari Lahat Dinonaktifkan Buntut Pemerkosa Cuma Dituntut 7 Bulan