Viewer: 614
0 0

Home / Opini

Rabu, 23 Desember 2020 - 14:07 WIB

Pesan PKS ke Menag Baru: Jangan Jualan Isu Radikal dan Terorisme

Viewer: 615
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 5 Detik

Kompasnasional l Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, menyoroti langkah Presiden Joko Widodo yang melakukan prombakan atau reshuffle kabinet.

Mardani mengeluarkan pernyataan tersebut sebagai respons atas pernyataan menteri agama baru, Yaqut Cholil Qoumas, yang tak ingin agama jadi alat politik melawan pemerintah.

Menurut Mardani, jika pemerintah terus-terusan memunculkan isu radikalisme dan juga terorisme justru berdampak buruk bagi bangsa Indonesia di mata dunia.

“Izin nitip salam buat pemerintah, jangan selalu jualan isu radikalis dan teroris, karena statement-statement pemerintah RI dikutip media barat,” kata Mardani, Rabu, 23 Desember 2020

Baca Juga  Menteri Jonan: Target Negosiasi Kontrak Freeport Selesai Akhir Juli

Menurut Mardani, media luar negeri, khususnya dari bagian barat, akan menuliskan dan menyimpulkan bahwa Indonesia tidak aman karena masih marak radikalisme dan terorisme. Hal itu tentunya akan membawa kerugian bagi Indonesia, dan negara ini dianggap tidak dapat menjamin keamanan.

Kerugiannya, kata Mardani, adalah para investor enggan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Dikhawatirkan para investor ragu dan akan lari karena Indonesia dianggap tidak aman, kemudian mereka akan memilih berinvestasi di negara tetangga.

Baca Juga  Sosok Dr. Mawardi M Saleh ,Lc.MA yang sering disebut Ustad Abdul Somad dalam ceramahnya

Sejumlah nama yang dikenalkan Jokowi yaitu, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, Tri Rismaharini (Risma) sebagai Menteri Sosial, dan Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan.

Kemudian, Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan M Luthfi sebagai Menteri Perdagangan serta Trenggono Sakti Wahyu sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP). (VCI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Istri Pejabat alias Ibu-ibu PKK ‘Jalan-jalan’ ke Lombok, Kasus Mengendap di Kejari Tobasa ?

Opini

Ahli Psikologi Ungkap Penyebab Rizieq Shihab Walk Out

Opini

Kompolnas: Polri Harusnya Lakukan Tindakan Preventif dan Preemtif Kerumunan Massa Habib Rizieq

Opini

Pakar Hukum: Tak Lazim, Permintaan Novel Baswedan kepada Jokowi Bentuk Intervensi Kasus Hukum

Opini

Ahli Bom Ngeri, Ledakan di Lebanon 2 Kali Lipat Lebih Besar dari Bom Terkuat Milik Amerika

Opini

Pemikiran Soekarno tentang pendidikan nasional dianggap jauh melampaui zaman

Opini

JK Beberkan Kesalahan Manuver Rizal Ramli di Masela

Arsip

Menteri Jonan: Target Negosiasi Kontrak Freeport Selesai Akhir Juli