Kompasnasional | Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta agar pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menambah kuota untuk Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
“Catatan ini menyangkut soal betapa pentingnya Kemendikbud untuk menambah kuota PIP dan KIP Kuliah 2021 nanti,” kata Syaiful Huda dalam webinar FSGI, Selasa (16/6).
Hal ini dikatakan bisa menjadi bantalan atau social safety net di bidang pendidikan. Mengingat, akibat pandemi Covid-19 banyak masyarakat yang di rumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Banyaknya orang tua siswa yang sekarang mendadak miskin karena pandemi Covid karena ter-PHK, penting soal penambahan kuota PIP dan KIP kuliah ini,” tambahnya.
Jadi, jika seandainya para orang tua masih memiliki tabungan, uang tersebut tidak digunakan untuk membayar biaya sekolah, melainkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak mereka.
“Tidak untuk biaya sekolah, tapi untuk menambah bahan makanan yang bergizi, asupan bergizi untuk anak-anak,” tutur dia.
Pasalnya, berdasarkan hasil survei UNESCO, apabila pandemi ini akan terjadi sepanjang tahun, akan ada risiko meningkatnta stunting di dunia, termasuk Indonesia. Maka dari itu, dirinya meminta kepada para orang tua untuk menggunakan tabungannya dengan bijaksana seperti memenuhi gizi anak.
“Kita ingin kalau ada rezeki lebih dari orangtua, tidak untuk membiayai sekolah tetapi untuk beli gizi anak, jadi terkait dengan ini kita mendorong Kemendikbud mengambil langkah penambahan kuota PIP dan KIP Kuliah yang dirasa oleh kami masih cukup kurang supaya menjadi sosial safety net,” tutupnya.(HN/Red)







