Home / Arsip / Arsip 2016 / Nasional / Reviews

Selasa, 6 Desember 2016 - 14:24 WIB

Terkait Pernyataan Calon Bupati BAS “Bagaikan Kodok Dalam Tempurung”

Viewer: 548
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 51 Detik

kompasnasioanl.com  | TAPTENG
Pernyataan salah seorang Calon Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) berinisial BAS pada acara pelantikan Tim Sukses BADAR di Pandan dinilai kurang mendidik masyarakat.

Padahalnya, Bakhtiar selama ini dikenal sebagai Ketua DPRD Tapteng.

“Bakhtiar memperlihatkan rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuannya. Seyogianya dia (BAS) merebut simpatik masyarakat, bukan malah mempersalahkan Calon lain dihadapan masyarakat. Bakhtiar harus banyak belajar ilmu politik dan harus santun dalam menyampaikan kalimat kepada publik. Ini kok malah berbanding terbalik,” kata H Charles Pardede (42) kepada awak media, Sabtu (19/11/2016) di Pandan.

Menurut Charles, semestinya Calon pemimpin itu bersikap santun dan panutan serta bertutur kata yang baik, sehingga dapat menciptakan politik yang santun tanpa gaduh dan tidak mesti menghujat calon Bupati lainnya.

Pernyataan Bakhtiar yang menyebutkan salah satu calon Bupati adalah pembohong dihadapan ratusan masyarakat pada acara pelantikan Tim Sukses BADAR, Jumat (18/11/2016) di Gedung Serbaguna Pandan adalah tidak etis dan sikap tercela.

“Kenapa rupanya jika salah satu calon Bupati itu memiliki kapal tengker? Apakah itu salah? Dan harusnya Bakhtiar berterima kasih kepada pak Amin karena telah rela membantu masyarakat dengan pelayanan kesehatan gratis tanpa dikutip biaya sedikitpun dari keluarga yang kemalangan maupun yang membutuhkan bantuan transportasi ambulans gratis. Saya lihat selama ini sudah banyak masyarakat Tapteng terbantu dengan adanya Ambulance salah satu calon Bupati itu. Jadi, jangan dikatakan bahwa Ambulance itu mencari-cari orang mati. Tapi justru dengan adanya ambulans tersebut sudah sangat membantu masyarakat, dimana kita ketahui sulit untuk mendapatkan bantuan seperti itu,” ungkap Charles Pardede warga Lubuk Tukko Kecamatan Pandan ini.

Menurut Charles, kalimat seperti itu semestinya tidak pantas diungkapkan oleh seorang calon pemimpin dihadapan masyarakat, apalagi seorang mantan Ketua DPRD.

“Semestinya dia (BAS) mencari dukungan masyarakat, bukan malah mengungkit-ungkit privasi seseorang. Lebih tidak terpujinya lagi, Bahktiar membuat suatu “gate” dengan menyerukan agar masyarakat Tapteng tidak mendukung dan memilih yang bukan putra daerah, dan meminta agar masyarakat yang hadir diacara pelantikan tersebut menyuarakan kepada sanak family mereka untuk tidak memilih yang bukan putra daerah. Itu jelas pernyataan yang menunjukkan kekuatirannya akan kekalahannya,” cetus Pardede.

Disamping itu juga, Bahktiar dalam orasi politiknya menekankan kepada masyarakat yang hadir dalam acara itu, untuk mengambil uang yang dibagikan Calon lain, tapi jangan memilih dia.

Mana mungkin orang luar memahami daerah kita ini dan mana mungkin dia mampu membangun Tapteng, sedangkan dia tak kenal pelosok Tapteng, dan saat ini calon Bupati seberang itu (tanpa menyebut nama) menggandeng Tokoh Nasional asal daerah kita ini. Jadi kita harus bertanya soal tokoh Nasional yang digandengnya, kemana saja selama ini para tokoh Nasional kita dan mengapa setelah Pilkada mereka muncul?” koar Charles menirukan pernyataan Bahktiar.

Dikatakan Charles, semestinya Bahktiar itu bercermin dan bersisir dahulu sebelum mengatakan sesuatu. Tokoh Nasional asal Tapteng seperti Ir H Akbar Tanjung bukanlah levelnya dan tandingannya. Pengetahuan dan ilmu politik Ir H Akbar Tanjung itu belum dapat diikuti Bahktiar, sementara wawasan dan pengetahuan Bakhtiar masih bagaikan “Kodok dalam Tempurung”, masih memiliki Ilmu politik yang dangkal.

“Jadi, janganlah memberi pembelajaran politik yang tidak baik kepada masyarakat dan janganlah, memakai jurus mabuk menyerang para rival politiknya,” sambungnya.

Charles yakin, orang bijak pasti tidak memilih pemimpin seperti ini.

“Orang banyak semakin mengetahui siapa dirinya (BAS). Seperti kata pepatah yang mengatakan “Mulutmu adalah Harimaumu”.

Lebih lanjut Charles Pardede berpesan, agar BAS lebih banyak belajar dan berpikir bagaimana mengantisipasi timbulnya persoalan terkait TKS yang diangkat menjadi tenaga honorer sebanyak 375 orang saat menjabat sebagai Ketua DPRD. Pasalnya, gaji mereka (TKS, red) hanya ditampung dua bulan saja dalam APBD (rel/Demakson Tampubolon)

Baca Juga  Selundupkan Sabu Dalam Sepatu, TKI dari Malaysia Ditangkap di Nunukan
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Nasional

Polri Selidiki Informasi Mahfud MD soal Pemuda Dilatih Khusus Meneror Penjabat VVIP

Berita

Bamsoet, Nusron hingga Agus Gumiwang Hadiri Rapat Fraksi Golkar di DPR

Arsip

Fakta Mengejutkan Soal Rupiah Baru Hingga Disebut Mirip Yuan

Arsip

Jokowi Diminta Lawan Balik Aktor Demo Politik Ahok

Berita

Ini Tanggapan Kemenkum HAM Soal Sel Mewah Setya Novanto

Berita

Main Petak Umpet, Bocah 3 Tahun Tewas Terjebak di Dalam Mesin Cuci

Arsip

Harga Minyak Dunia Kembali Anjlok Di Bawah USD 45 Per Barel

Nasional

Situs Megalitikum Pasemah Layak Disulkan Jadi Situs Warisan Dunia ke UNESCO