Home / Arsip / Arsip 2016 / Ekonomi / Nasional / Reviews

Rabu, 21 Desember 2016 - 15:00 WIB

Fakta Mengejutkan Soal Rupiah Baru Hingga Disebut Mirip Yuan

Viewer: 832
0 0
Terakhir Dibaca:5 Menit, 44 Detik

Bank Indonesia (BI) meluncurkan satu seri uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016 yang terdiri dari 7 pecahan uang Rupiah kertas dan 4 pecahan uang Rupiah logam dengan gambar pahlawan. Uang baru ini diluncurkan langsung oleh Presiden Jokowi pada 19 Desember kemarin.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Suhaedi menjelaskan, uang Rupiah kertas yang akan diterbitkan terdiri dari nilai nominal Rp 100.000, Rp 50.0000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. Sedang uang Rupiah logam terdiri atas pecahan Rp 1.000, Rp 500, Rp 200, dan Rp 100.

“Uang baru tersebut dilengkapi dengan unsur pengamanan yang lebih kuat untuk menanggulangi peredaran uang palsu. Antara lain melalui penguatan unsur pengaman antara lain dilakukan melalui color shifting, rainbow feature, latent image, ultra violet feature, tactile effect, dan rectoverso,” kata Suhaedi seperti ditulis situs Setkab di Jakarta, Jumat (16/12).

Dari sisi color shifting, apabila dilihat dari sudut pandang yang berbeda, akan terjadi perubahan warna secara kontras. Dari sisi rainbow feature, apabila dilihat dari sudut pandang tertentu akan muncul gambar tersembunyi multi warna berupa angka nominal.

Dari sisi latent image, apabila dilihat dari sudut tertentu akan muncul gambar tersembunyi berupa teks BI pada bagian depan dan angka nominal pada bagian belakang. Dari sisi ultra violet feature (level 2), dilakukan penguatan desain UV feature yang memendar menjadi dua warna di bawah sinar UV. Dari sisi rectoverso, apabila diterawang akan terbentuk gambar saling isi berupa logo BI.

Tak hanya itu, desain uang tahun emisi (TE) 2016 dilakukan dengan penyempurnaan fitur kode tuna netra (blind code) dengan melakukan perubahan desain pada bentuk kode tuna netra berupa efek rabaan (tactile effect) untuk membantu membedakan antar pecahan dengan lebih mudah.

“Pada saat kita mendesain uang baru ini, kita bertemu dengan lebih dari 10 orang. Kemudian kita uji cobakan. Mereka alhamdulillah bisa dengan cepat membedakan,” tambah Suhaedi.

Menurut Suhaedi, fitur ini mempermudah identifikasi dan meningkatkan aksesibilitas uang Rupiah bagi penyandang tuna netra. Sesuai dengan amanat UU Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas. Gambar Pahlawan Nasional juga disesuaikan dalam Rupiah baru ini.

Perubahan lain pada uang rupiah Tahun Emisi 2016, antara lain penyesuaian penggunaan gambar pahlawan sesuai Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2016 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional sebagai Gambar Utama pada Bagian Depan Rupiah Kertas dan Logam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga  Berdalih K3, Pungli CPNS Kemenag di Halsel Menggurita

Pemilihan gambar pahlawan dilakukan melalui proses focus group discussion (FGD) dengan sejarawan, akademisi, instansi terkait (Kemenkeu, Kemensos), dan Pemda.

“Pemilihan gambar pahlawan memperhatikan prioritas provinsi yang belum terakomodasi dalam uang rupiah; pahlawan yang berjuang di lingkup nasional, mempunyai dampak besar, dan nilai patriotisme; serta memiliki ketokohan seperti nama pahlawan sudah digunakan sebagai nama fasilitas umum,” ujar Suhaedi.

Pada 11 pecahan tersebut, untuk uang kertas pecahan Rp 100.000 sebagai gambar utama adalah pahlawan nasional Ir Soekarno dan Muhammad Hatta dengan gambar sebaliknya adalah tari Topeng Betawi, pemandangan alam Raja Ampat, dan bunga Anggrek Bulan.

Pahlawan di Uang NKRI 2016 Merdeka.com

Selanjutnya, untuk pecahan Rp 50.000 sebagai gambar utama adalah pahlawan nasional Djuanda Kartawidjaja dan gambar sebaliknya adalah tari Legong, pemandangan alam Taman nasional Komodo, dan bunga Jepun Bali.

Untuk pecahan Rp 20.000 sebagai gambar utama adalah pahlawan nasional Sam Ratulangi dan sisi baliknya bergambar tari Gong, pemandangan alam Derawan, dan bunga Anggrek Hitam.

Untuk pecahan Rp 10.000 sebagai gambar utama adalah pahlawan nasional Frans Kaisiepo dan sisi baliknya bergambar tari Pakarena, pemandangan alam Taman Nasional Wakatobi, dan bunga Cempaka Hutan Kasar.

Pada pecahan Rp 5.000 sebagai gambar utama adalah pahlawan nasional Idham Chalid dengan sisi baliknya bergambar tari Gambyong, pemandangan alam Gunung Bromo, dan bunga Sedap Malam.

Untuk pecahan Rp 2.000 sebagai gambar utama adalah pahlawan nasional Mohammad Hoesni Thamrin dengan gambar baliknya tari Piring, pemandangan alam Ngarai Sianok, dan bunga Jeumpa.

Pada pecahan Rp 1.000 sebagai gambar utama pahlawan nasional Tjut Meutia dengan sisi baliknya bergambar tari Tifa, pemandangan alam Banda Neira, dan bunga Anggrek Larat.

Sedangkan untuk uang baru logam pecahan Rp 1.000 yang berbahan nikel berlapis baja sebagai gambar utama adalah pahlawan nasional I Gusti Ketut Pudja.

Untuk uang logam pecahan Rp 500, Rp 200, Rp 100 berbahan alumunium dengan masing-masing gambar utama yaitu pahlawan nasional TB Simatupang, Tjiptomangunkusumo, dan Herman Johannes.

Baru sehari diluncurkan, uang NKRI ini ramai dibicarakan di masyarakat dan media sosial. Salah satunya Rupiah dituding mirip dengan Yuan. Namun, Bank Indonesia membantah keras.

Bank Indonesia (BI) membantah keras Rupiah baru atau tahun emisi (TE) 2016 mirip dengan mata uang Yuan. Peredaran Rupiah baru berdasarkan Undang Undang yang berlaku dengan menekankan semangat NKRI.

“Tidak benar (mirip Yuan). Rupiah emisi 2016 yang kemarin dikeluarkan dan diedarkan didasarkan pada Undang-Undang No 7 Tahun 2011 yang menekankan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Suhaedi kepada merdeka.com di Jakarta, Selasa (20/12).

Baca Juga  KNKT Rilis Laporan Lion Air JT-610, Ini Respons Boeing

Banyak sekali perbedaan uang NKRI dengan Yuan. Salah satunya gambar pahlawan nasional, pemandangan serta tarian yang menggambarkan NKRI.

“Peresmian pun dilakukan pada saat kita memperingati Hari Bela Negara 19 Desember. Menjaga martabat Rupiah dari berbagai isu, berarti kita melakukan bela negara,” tegas Suhaedi.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara tak banyak bicara mengenai hal ini. Dia hanya mengingatkan agar mengutip perkataan Presiden Joko Widodo yang tak ingin ada gosip tentang Rupiah.

“Selalu menggunakan Rupiah setiap kali bertransaksi di dalam negeri. Menjaga wibawa Rupiah dengan tidak menyebar gosip tentang Rupiah. Menyimpan Rupiah dalam tabungan,” kutipan Jokowi yang diberikan Mirza kepada merdeka.com di Jakarta, Selasa (20/12).

Tak hanya itu, Mirza juga memberi foto yang menggambarkan perbedaan Rupiah dengan mata uang negara lainnya. Terlihat jelas perbedaan mata uang setiap negara.

Rupiah dituding mirip Yuan Istimewa 2016 Merdeka.com

Presiden Jokowi mengatakan, Rupiah merupakan ciri khas dan identitas Indonesia, maka dia meminta semua pihak untuk menjaga martabat dan kedaulatan Rupiah di negara kesatuan republik Indonesia dan di seluruh dunia.

Jokowi mengajak seluruh masyarakat di Tanah Air untuk terus mencintai Rupiah dengan cara nyata, yakni dengan selalu menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi keuangan di dalam negeri, menyimpan tabungan dalam bentuk Rupiah. Tak hanya itu, Jokowi mengatakan, jika mencintai Rupiah, dia meminta kepada masyarakat untuk tidak menyebar gosip aneh dan kabar bohong tentang Rupiah.

“Karena menghina Rupiah sama saja dengan menghina Indonesia. Rupiah tidak akan diganti dan tidak akan tergantikan,” ujar Jokowi. Bank sentral bahkan menegaskan kalau Rupiah baru dicetak di dalam negeri.

Bank Indonesia (BI) menjelaskan Perusahaan Percetakan Uang Republik Indonesia atau Peruri masih menjadi penanggung jawab dalam pencetakan uang Rupiah baru. Saat ini, pencetakan belum dilakukan dalam jumlah besar dan akan dilakukan secara bertahap.

“Namun jumlahnya masih terbatas, karena Peruri (Perusahaan Percetakan Uang Republik Indonesia) belum mencetak dalam jumlah yang banyak. Pencetakan akan dilakukan secara bertahap,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Papua Barat Agus Hartanto seperti dikutip dari Antara.

Dia menambahkan, BI pusat sudah mendistribusikan uang pecahan baru tersebut ke seluruh daerah. Sehingga penukaran sudah bisa dilakukan di kantor-kantor perbankan mulai, Selasa (20/12) (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Walikota Tanjungbalai Salurkan Bantuan Pengelola KUBE Rp1 Miliar -kompasnasional

Arsip

Walikota Tanjungbalai Salurkan Bantuan Pengelola KUBE Rp1 Miliar

Berita

Menteri ESDM Resmikan Gedung Pusat Informasi Geopark Nasional Kaldera Toba di Open Stage Parapat

Berita

Babak Baru Kasus Penembakan Berdarah di Ricuh 22 Mei

Arsip

Masa Depan Di MotoGP Beres, Zarco Tertekan Di Moto2

Arsip

Kontrak Mau Habis, Indra Sjafri Tunggu Keputusan PSSI

Arsip

Zayn Malik Botaki Rambut usai Rayakan Idul Adha

Arsip

Proyek Drainase Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Arsip

Sindir Ahok, Inikah Maksud Ahmad Dhani Sebut Babi Halal Dimakan?