Home / Arsip / Arsip 2016 / Korupsi / Nasional / Reviews

Rabu, 10 Agustus 2016 - 13:04 WIB

KPK Bidik Korupsi Korporasi

Viewer: 590
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 6 Detik

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Alexander Marwata mengatakan akan berkoordinasi dengan Mahkamah Agung agar ada kesepahaman pemidanaan terhadap korporasi sebagai pelaku korupsi.

Mantan hakim ad hoc tindak pidana korupsi ini mengatakan, perlu ada kesepahaman antara KPK dan jajaran pengadilan serta MA tentang tata cara pengajuan korporasi sebagai pelaku tindak pidana korupsi.

Menurut Alex, sejauh ini KPK belum pernah menyeret korporasi sebagai pelaku korupsi meskipun Undang-Undang membuka peluang.

“Kita harus ada kesepahaman dengan jajaran pengadilan tentang prosedur dan tata cara pengajuan korporasi sebagai pelaku tindak pidana korupsi,” kata Alex di kantor KPK, Selasa (9/8/2016).

Baca Juga  Bunuh 2 Orang Dengan Kopi Sianida, Anton Terancam Bui Seumur Hidup

Karenanya, Alex mengatakan, saat ini masih menunggu Surat Edaran MA terkait tata cara menjerat tersangka korupsi dari korporasi.

Pada kesempatan itu, Alex menyatakan sangat setuju jika korporasi dijerat sebagai pelaku korupsi. Sebab, selama ini korporasi sudah banyak mengambil keuntungan.

Dia mengatakan, 90 persen korupsi yang terjadi di negeri ini karena adanya kolaborasi pengusaha dan penguasa.

Baca Juga  Polisi Belum Bisa Tilang Pengemudi yang Merokok saat Berkendara

“Dalam praktiknya kita banyak memproses kalangan swasta dengan tipikor karena apa? Karena ada kerjasama dengan penyelenggara negara,” ungkap Alex.

Ia mengatakan, dasar hukum pemidanaan korporasi  KPK bisa menggunakan UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. Dalam pasal 20 UU itu diatur soal kejahatan Korporasi.

“Setiap pelapor kami lindungi. Saya rasa Polri dan kejaksaan pasti akan melindungi dari pihak pelapor,” kata Alex (kndr|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Fakta Google Raup Rp 5,5 Tapi Nunggak Pajak Rp 2 T di Indonesia

Berita

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Arsip

Mengagumi Kilauan Shah Cheragh, Masjid Kristal Hijau di Iran

Arsip

Rumah tempat tinggal Harry Potter dijual seharga 17 miliar rupiah

Berita

Resmi Djanur Keluar dari PSMS Medan

Arsip

TNI Yakin Bisa Bebaskan 10 WNI Dari Tangan Abu Sayyaf

Arsip

Fadli Desak Akom Minta Maaf karena Bilang Anggota DPR Sesat Pikiran

Arsip

Bank Banten rombak susunan direksi dan komisaris