kompasnasional.com | JAKARTA
Keduanya resmi menjadi pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah setelah menandatangani pakta integritas di kantor DPP Partai Demokat, Wisma Proklamasi 41, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2016).
“Kepercayaan ini akan saya junjung tinggi. Saya jaga kehormatannya dan akan saya perjuangkan mati-matian agar dapat menang di Pilkada 2017. Tentu semua itu dalam koridor pinsip Partai Demokrat, yang mengedepankan politik yang bersih, cerdas dan santun,” kata Amin dalam pidatonya yang dibacakan oleh wakilnya Ramses Hutagulung.
Menurut Amin, Pilkada 2017 adalah jembatan emas untuk mewujudkan perubahan di Tapanuli Tengah. Saat ini, kata dia, Tapanuli Tengah berada di persimpangan jalan. Ia dikaruniai kekayaan alam yang melimpah, tapi kekayaan itu tidak mampu menyejahterakan warganya.
“Melihat kondisi itulah, saya terpanggil untuk Tapanuli Tengah. Tapanuli Tengah tidak bisa dikelola secara biasa-biasa saja. Ia membutuhkan Kerja keras, inovasi, dan terobosan agar karunia Tuhan itu dapat dimanfaatkan dengan baik,” katanya.
Karena itu, Amin mengajak seluruh warga Tapanuli Tengah untuk bergerak bersama mewujudkan perubahan itu. Menurut Amin, sudah saatnya Tapanuli Tengah maju dan sejahtera.
“Dalam visi misi, kami tegaskan bahwa lautan adalah halaman depan rumah saya, halaman depan rumah kita semua warga Tapanuli Tengah yang harus kita kelola. Sudah saatnya Tapteng maju dan sejahtera. Bersama kami, pasangan Amin-Ramses, mari kita wujudkan Tapteng Juara,” ucapnya.
Dukungan Mengalir
Sejak menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Bupati, dukungan terhadap Amin terus mengalir. Masyarakat Tapanuli Tengah menilai, Amin yang berlatar pengusaha itu adalah sosok tepat untuk menjadikan Tapanuli Tengah sebagai daerah maju. Apalagi, Amin akan didampingi Ramses Hutagulung, seorang birokrat handal yang lama berkiprah di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Bahkan, hampir semua marga dalam masyarakat Tapanuli Tengah sudah menyatakan dukungannya kepada Amin. Mulai dari marga Sitompul, Silalahi, tulang rorobot dari marga Simanjuntak, Silitonga, dan bona tulang dari marga Siagian. Perwakilan dari marga-marga itu mengadakan upacara adat Batak berupa Mangupa-upa, memberi ulos sitorop rambu dan dekke (ikan) Simudur-udur sebagai dukungan dan restu agar Amin bertarung pada Pilkada Tapanuli Tengah 2017, pada 12 Maret 2016 lalu.
Ketua LSM Peduli Bangsa Tapanuli Tengah, Parulian Lumbantobing menilai, banyaknya dukungan kepada Amin karena masyarakat Tapanuli Tengah ingin perubahan. Figur yang dipandang mampu mewujudkan perubahan itu adalah Amin.
“Kami sudah mempertimbangkannya dari dulu, mana yang harus kita dukung. Karena kami sering berdiskusi masalah Tapanuli Tengah, baik tentang pembangunan atau pun pemberantasan korupsi. Warga Tapanuli Tengah saat ini mendambakan calon pemimpinnya yang bebas dari masalah korupsi, sehingga wajar saja kalau masyarakat menginginkan adanya perubahan. Kami menilai Amin P Napitupulu bebas dari korupsi dan layak memimpin Tapanuli Tengah untuk 5 tahun ke depan,” katanya (Demak)






