Viewer: 929
0 0
Viewer: 930
0 0

Home / Nasional

Minggu, 6 Desember 2020 - 20:16 WIB

Ketum IPNU Berharap Sosok Kapolri Baru Sensitif Radikalisme

Viewer: 931
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

Kompasnasional l Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU), Aswandi Jailani, berharap sosok Kepala Kepolisian Republika Indonesia (Kapolri) yang baru nantinya lebih sensitif terhadap radikalisme, khususnya yang berada di lingkungan sekolah dan kampus.

Dia mengatakan, Kapolri Jenderal Idham Aziz sebentar lagi akan memasuki masa pensiun. Karena itu, menurut dia, calon penerusnya nanti harus memiliki integritas dan sensitifitas terhadap radikalisme yang masih sangat marak, tak terkecuali di kalangan pelajar.

Menurut dia, selama ini radikalisme di sekolah dan kampus masih berkembang sehingga perlu ditangani secara serius. “Radikalisme di kalangan pelajar menurut penelitian sudah mencapai lebih dari 20 persen. Ini perlu tindakan serius dari Polri,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (5/12).

Baca Juga  Selain Hasto Kristiyanto, Tiga Staf DPP PDIP Turut Dipanggil KPK

Aswandi menjelaskan, para pelajar merupakan generasi penerus tongkat estafet kepemimpinan masa depan bangsa. Jika mereka teracuni paham radikal, maka masa depan Indonesia bisa terancam.

Karena itu, menurut dia, IPNU sebagai organisasi yang menaungi para pelajar siap bersinergi untuk mengatasi problematika sosial ini. “Kami siap bersinergi untuk mengurangi persoalan radikalisme di sekolah. Selama ini, kami telah bergerak melalui berbagai program demi merangkul mereka menuju jalan moderat,” ucap Aswandi.

Selain itu, Aswandi juga berharap agar Kapolri mendatang memiliki visi kuat dan pengalaman yang cakap. Karena, menurut dia, tantangan sosial ke depan membutuhkan penanganan yang serius agar bangsa tetap aman.

Baca Juga  Setelah Sopir Truk, Kini Jokowi Terima Perwakilan Nelayan di Istana Negara

“Kapolri harus kaya pengalaman dalam menangani problematika sosial, sehingga permasalahan lebih berat yang akan dihadapinya nanti tidak ragu lagi dalam menghadapi dan menyelesaikannya,” kata Aswandi.

Dengan begitu, lanjutnya, pembangunan nasional dan cita-cita Indonesia Emas 2045 dengan adanya bonus demografi dapat tercapai dengan maksimal. “Bonus demografi harus dimanfaatkan betul agar tidak menjadi masalah dan Indonesia Emas di satu abad nanti bisa terwujud,” tutupnya. (R/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Polri Terima Red Notice Terkait Kasus Alum Bocah Argentina

Berita

Sinyal Reshuffle Menguat, Jokowi-JK Biarkan Airlangga Rangkap Jabatan?

Arsip

Pejabat Pemkab Banjarbaru Digerebek Istri Dengan Selingkuhannya

Berita

Ini Alasan Ratna Sarumpaet Keberatan Evakuasi Korban KM Sinar Bangun Dihentikan

Berita

3 Mantan Pejabat Bank Mandiri Jadi Tersangka Kasus Korupsi Pemberian Kredit

Berita

Presiden Joko Widodo Serahkan 500 Sertifikat Tanah Gratis Kepada Warga Simalungun Secara Virtual

Arsip

Prajurit Kopassus Ini Tetap Berpuasa di Tengah Sengitnya Perang

Nasional

Anies Baswedan Jangan Merasa Paling Dijegal, Pengamat: Banyak Jalan Menuju Roma