Viewer: 905
0 0
Viewer: 906
0 0

Home / Nasional

Minggu, 6 Desember 2020 - 20:16 WIB

Ketum IPNU Berharap Sosok Kapolri Baru Sensitif Radikalisme

Viewer: 907
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

Kompasnasional l Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU), Aswandi Jailani, berharap sosok Kepala Kepolisian Republika Indonesia (Kapolri) yang baru nantinya lebih sensitif terhadap radikalisme, khususnya yang berada di lingkungan sekolah dan kampus.

Dia mengatakan, Kapolri Jenderal Idham Aziz sebentar lagi akan memasuki masa pensiun. Karena itu, menurut dia, calon penerusnya nanti harus memiliki integritas dan sensitifitas terhadap radikalisme yang masih sangat marak, tak terkecuali di kalangan pelajar.

Menurut dia, selama ini radikalisme di sekolah dan kampus masih berkembang sehingga perlu ditangani secara serius. “Radikalisme di kalangan pelajar menurut penelitian sudah mencapai lebih dari 20 persen. Ini perlu tindakan serius dari Polri,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (5/12).

Baca Juga  Dahlan Ungkap Bocoran SWF Indonesia: Putar Uang untuk Proyek

Aswandi menjelaskan, para pelajar merupakan generasi penerus tongkat estafet kepemimpinan masa depan bangsa. Jika mereka teracuni paham radikal, maka masa depan Indonesia bisa terancam.

Karena itu, menurut dia, IPNU sebagai organisasi yang menaungi para pelajar siap bersinergi untuk mengatasi problematika sosial ini. “Kami siap bersinergi untuk mengurangi persoalan radikalisme di sekolah. Selama ini, kami telah bergerak melalui berbagai program demi merangkul mereka menuju jalan moderat,” ucap Aswandi.

Selain itu, Aswandi juga berharap agar Kapolri mendatang memiliki visi kuat dan pengalaman yang cakap. Karena, menurut dia, tantangan sosial ke depan membutuhkan penanganan yang serius agar bangsa tetap aman.

Baca Juga  Setneg Resmi Alihkan Pengelolaan TMII ke PT TWC

“Kapolri harus kaya pengalaman dalam menangani problematika sosial, sehingga permasalahan lebih berat yang akan dihadapinya nanti tidak ragu lagi dalam menghadapi dan menyelesaikannya,” kata Aswandi.

Dengan begitu, lanjutnya, pembangunan nasional dan cita-cita Indonesia Emas 2045 dengan adanya bonus demografi dapat tercapai dengan maksimal. “Bonus demografi harus dimanfaatkan betul agar tidak menjadi masalah dan Indonesia Emas di satu abad nanti bisa terwujud,” tutupnya. (R/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Sopir Bajaj Ngaku Lebih Hemat Pakai Gas Ketimbang Premium

Headline News

Hari Sumpah Pemuda Relawan SERGAP diDeklarasikan

Nasional

Mahfud MD Minta Prajurit TNI Tetap Tenang, Tak Perlu Cemas

Arsip

Polisi Akui Sudah Siapkan Regu Tembak untuk Eksekusi Mati

Berita

DPP DJM 1 Kali Lagi Lantik DPW Sulawesi Utara

Berita

Jokowi Minta Perizinan di Industri Keuangan Disederhanakan

Berita

Langkah Semakin PASTI, Kampanye Asner-Susanti Dihadiri Beragam Suku dan Agama

Asahan

Pulang Dari Jakarta Anggota DPRD Sumut Dan Istri Terinfeksi Covid-19