Viewer: 727
0 0

Home / Korupsi

Selasa, 15 Desember 2020 - 14:27 WIB

Kasus Bupati Wenny Bukamo, KPK Geledah 10 Lokasi di Luwuk dan Banggai Laut

Viewer: 728
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 57 Detik

Kompasnasional l Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di 10 tempat berlokasi di Kabupaten Luwuk dan Banggai Laut, Sulawesi Tengah sejak Senin (14/12/2020) hingga Selasa (15/12/2020) ini.

Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri menerangkan, penggeledahan digiatkan di rumah dan kantor milik pemerintah serta swasta yang diduga terkait kasus dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Banggai Laut tahun anggaran 2020, yang diduga melibatkan Bupati nonaktif Banggai Laut Wenny Bukamo dkk.

“Dari hasil penggeledahan ditemukan dan diamankan sejumlah uang dan dokumen yang diduga terkait dengan tindak pidana tersebut,” kata Ali dalam keterangannya, Selasa (15/12/2020).

Kata Ali, tim penyidik KPK tengah memverifikasi dan menganalisa uang dan barang yang diamankan dari hasil geledah.

“Untuk kemudian dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini,” kata dia.

Baca Juga  Upaya Halangi Penyidikan Setnov, KPK Kembali Periksa Hilman

Selain Wenny Bukamo, KPK menetapkan Recky Suhartono Godiman, orang kepercayaan Wenny; dan Direktur PT Raja Muda Indonesia Hengky Thiono sebagai tersangka penerima suap.

Sementara itu, tersangka pemberi suap ialah Komisaris PT Bangun Bangkep Persada Hedy Thiono, Direktur PT Antarnusa Karyatama Mandiri Djufri Katili, dan Direktur PT Andronika Putra Delta Andreas Hongkiriwang.

Dalam kasusnya, Wenny diduga memerintahkan Recky untuk membuat kesepakatan dengan pihak rekanan yang mengerjakan beberapa proyek infrastruktur di Banggai Laut.

Selain itu, Wenny diduga mengondisikan pelelangan di Kabupaten Banggai Laut.

Untuk memenangkan rekanan tertentu dan agar kembali mendapatkan proyek pada Dinas PUPR Banggai Laut, rekanan sepakat menyerahkan sejumlah uang sebagai bentuk commitment fee kepada Wenny melalui Recky dan Hengky.

Diduga ada pemberian sejumlah uang dari beberapa pihak rekanan antara lain Hedy, Djufri, dan Andreas kepada Wenny yang jumlahnya bervariasi antara Rp200 juta sampai dengan Rp500 juta.

Baca Juga  KPK panggil enam saksi kasus suap-gratifikasi perkara di MA

Sejak September sampai November 2020, telah terkumpul uang sejumlah lebih dari Rp1 miliar yang disimpan di rumah Hengky.

Pada 1 Desember 2020, Hedy melaporkan kepada Wenny bahwa uang yang berada di rumah Hengky tersebut sudah siap diserahkan kepada Wenny.

Atas perbuatannya, Wenny, Recky, dan Hengky selaku tersangka penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Hedy, Djufri, dan Andreas selaku tersangka pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan TIndak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (TN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Terdakwa Korupsi Bank Sumut Meminta Izin Hadiri Pernikahan Putri-kompasnasional

Arsip

Terdakwa Korupsi Bank Sumut Meminta Izin Hadiri Pernikahan Putri

Berita

4 ASN Ditangkap karena Pungli Dalam Rapid Test, Salah Satunya Dokter

Berita

Dirjen PAS : “Terbukti Bersalah Maka Akan Ditindak Tegas”

Berita

Kejatisu Bentuk Tim jaksa perkara korupsi alkes Tarutung

Korupsi

KPK Tangkap Buron Penyuap Eks Sekretaris MA Nurhadi
Terdakwa Menangis, Usai Pembacaan Dakwaan Kasus Korupsi Rp6 Miliar Uang Kuliah USU-kompasnaisonal

Arsip

Terdakwa Menangis, Usai Pembacaan Dakwaan Kasus Korupsi Rp6 Miliar Uang Kuliah USU

Arsip

ICW Tantang Empat Pimpinan KPK Ikuti Jejak Agus Rahardjo

Berita

KPK Tangkap 5 Orang di Blitar dan Tulungagung, Sita Uang Rp2 Miliar