Home / Arsip / Arsip 2016 / Korupsi

Senin, 22 Februari 2016 - 06:45 WIB

ICW Tantang Empat Pimpinan KPK Ikuti Jejak Agus Rahardjo

Viewer: 503
0 0
Terakhir Dibaca:41 Detik

KOMPASNASIONAL.COM

JAKARTA – Indonesian Corruption Watch (ICW) menantang empat pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersikap sama dengan Ketua KPK Agus Rahardjo.

Ketua KPK menyatakan akan mundur dari kursi pimpinan lembaga antirasuah apabila Revisi UU Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK tetap dilakukan.

“Empat pimpinan KPK lainnya harus mengikuti sikap ketua KPK,” ajak Koordinator Divisi Investigasi Indonesian Corruption Watch (ICW) Febri Hendri kepada Tribun, Minggu (21/2/2016).

Kata dia, sudah sepantasnya Ketua KPK dan pimpinan lainnya melayangkan protes keras dengan menyatakan mundur atas pelemahan melalui revisi UU KPK.

“Kami mengapresiasi hal tersebut. Memang sudah sepantasnya, dia protes keras dengan menyatakan mundur,” katanya.

Untuk diketahui, terdapat lima Pimpinan KPK periode 2015-2019 yang telah dipilih Komisi III DPR RI, Kamis (17/12/2015) malam.

Baca Juga  Terkait Pernyataan Calon Bupati BAS "Bagaikan Kodok Dalam Tempurung"

Selain Agus Rahardjo, ada Basaria Panjaitan, Alexander Marwata, Saut Situmorang dan Laode Syarif.(kn/tbnn)

Baca Juga  Mujizat, Seorang Ibu Guru Selamat dari Tenggelamnya Kapal Pompong
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Korupsi

Peringatan dari KPK untuk Putra Rhoma Irama

Arsip

Kasus Ngambang Tiga Bulan Mobil L 300 Masih Ditahan, Pelaku Dibebaskan, Ada Apa Dengan Penyidik …?

Arsip

5 Bocah Jenius Kuliah di Kampus Dunia, Salah Satunya Dari Indonesia
Tidak ada korban jiwa dalam Tabrakan antara truk boks dengan minibus-kompasnasional

Arsip

Tidak ada korban jiwa dalam Tabrakan antara truk boks dengan minibus

Arsip

Minat kaum pria terhadap sistem gadai barang cenderung rendah

Arsip

Prajurit TNI di Sudan berhasil selamatkan aset PBB dari pencurian

Arsip

Euro 2016 – Pendukung Jerman yakin timnya kalahkan Italia

Arsip

Abang Beradik Penderita Kelainan Di Paluta Didiagnosa Faktor Keturunan