Home / Internasional

Minggu, 4 Juli 2021 - 14:25 WIB

Wanita Ini Terkejut Bangun Tidur Temukan Kucing Afrika Liar di Tempat Tidurnya

Viewer: 469
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 44 Detik

Kompasnasional l Seorang wanita Atlanta terbangun karena terkejut ketika seekor kucing — yang bukan miliknya — melompat ke tempat tidurnya Rabu (30/6) pagi.

Dia bahkan lebih terkejut saat mengetahui jika kucing itu adalah serval — kucing eksotis asli Afrika.

Kristine Frank, yang tinggal di lingkungan Brookhaven, mengatakan kepada CNN jika kucing itu datang ke rumah tak lama setelah suaminya membawa anjing mereka keluar, membiarkan pintu terbuka.

Frank menjelaskan kucing itu hanya berjarak 6 inci dari wajahnya. Da langsung ketakutan.

“Saya berkata, Itu bukan kucing rumahan biasa. Saya tidak tahu apa itu, tapi saya ketakutan sekarang,'” katanya.

Frank berkata dia perlahan keluar dari kamar dan suaminya membuka pintu kamar yang mengarah ke luar, membiarkan kucing itu menggalkan rumah.

Baca Juga  Resmikan Kedubes Israel di Abu Dhabi, Yair Lapid: Timur Tengah Rumah Kami

“Setelah itu saya seperti, Apakah itu kucing hutan? Apakah itu macan tutul? Apakah itu bayi? Apakah itu seorang ibu?'”lanjutnya.

Dia menelepon kontrol hewan, yang menyuruhnya untuk menghubungi Departemen Sumber Daya Alam, yang sekarang sedang menyelidiki.

“Itu masih membuatku takut karena kucing itu ilegal dan ada alasannya mengapa itu ilegal. Jadi aku benar-benar tidak tahu apa yang bisa dilakukannya,” ujarnya.

Kucing itu masih berkeliaran. Frank mengira serval, yang diperkirakan tingginya sekitar 2 setengah kaki, adalah hewan peliharaan seseorang. Menurut Dana Pertahanan Hukum Hewan, memiliki kucing liar adalah ilegal di Georgia, tetapi tidak ada undang-undang federal yang melarangnya.

Manajer Urusan Legislatif Senior ALDF Alicia Prygoski mengatakan kepada CNN kasus ini menunjukkan pentingnya melarang kepemilikan kucing liar, karena membahayakan anggota komunitas lainnya.

Baca Juga  Mahathir Ajak Pengusaha RI Investasi di Malaysia

“Kucing liar tidak dimaksudkan untuk kepemilikan pribadi,” kata Prygoski.

“Perdagangan kucing liar di negara ini benar-benar tidak diatur dengan baik, yang mengakibatkan banyak spesies kucing liar, termasuk serval, menjalani hidup mereka di rumah-rumah pribadi yang bukan lingkungan yang memadai untuk perilaku alami mereka,” jelasnya.

Prygoski mengatakan kelompok hukum DNR telah bekerja untuk memasang jebakan di lingkungan Frank.

“Ketika penegak hukum diharapkan dapat menjebaknya, kami berharap dia kemudian ditempatkan di tempat perlindungan terakreditasi di mana dia dapat menjalani sisa hidupnya di habitat yang sesuai,” kata Prygoski.

Prygoski mengatakan siapa pun yang melihat serval harus menjauh dari kucing dan menghubungi kontrol hewan atau DNR. (OZ/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Presiden Filipina Ancam Keluar dari PBB

Internasional

Penentang Kudeta Militer Myanmar Umumkan Pemerintahan Baru

Internasional

Akhir Kontroversi Ban Kapten LGBT Manuel Neuer di EURO 2020

Arsip

Kereta Peluru Malaysia-Singapura, Jepang Potensi Kalahkan China

Arsip

Samsung dan Apple Ternyata Gunakan Timah dari Pulau Bangka, Buat Apa?

Berita

SBSI 1992 Sumut Sebut Hubungan Industrial Dapat Rusak Karena Kesewenang-wenangan

Arsip

Bela Aung San Suu Kyi, PM India tidak kecam kekerasan terhadap muslim Rohingya

Arsip

Makin Miskin, Ratusan Ribu Rakyat Korut Dipaksa Kerja di Luar Negeri