Home / Internasional

Sabtu, 17 April 2021 - 18:40 WIB

Penentang Kudeta Militer Myanmar Umumkan Pemerintahan Baru

Viewer: 593
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 38 Detik

Kompasnasional | Para penentang junta militer Myanmar mengumumkan pemerintahan baru, yakni Pemerintah Persatuan Nasional, Jumat (16/4).

Pemerintahan bayangan ini digagas oleh anggota parlemen yang digulingkan pada kudeta 1 Februari lalu. Para pemimpin protes anti-kudeta dan etnis minoritas juga ikut dalam gerakan itu.

Pemerintah baru itu dibentuk untuk mengakhiri pemerintahan militer dan memulihkan demokrasi.

“Tolong sambut pemerintah rakyat,” kata aktivis demokrasi veteran Min Ko Naing dalam pidato video 10 menit saat mengumumkan pembentukan Pemerintah Persatuan Nasional seperti dikutip dari Reuters.

Min Ko Naing mengatakan keinginan rakyat menjadi prioritas pemerintah persatuan.

“Kami berusaha mengeluarkan ini dari akarnya sehingga kami harus banyak berkorban,” katanya mengacu pada junta.

Salah satu tujuan utama pemerintah persatuan adalah mendapatkan dukungan dan pengakuan internasional.

Baca Juga  Bayi 5 Bulan Tewas Setelah Kejatuhan Pria yang Bunuh Diri

Dalam kesempatan itu, pemerintah persatuan juga merilis susunan kabinet.

Suu Kyi, yang ditahan sejak kudeta, ditunjuk sebagai penasihat negara, sesuai dengan jabatan yang dia pegang di pemerintahan.

Sementara posisi presiden tetap diduduki oleh Win Myint yang saat ini juga berada dalam tahanan rumah.

Dilansir dari AFP, Min Ko Naing mengatakan Suu Kyi dan Win akan didampingi oleh seorang wakil presiden yang berasal dari etnis Kachin. Adapun perdana menteri dari etnis Karen.

Daftar menteri yang ditunjuk juga termasuk para pemimpin terkemuka dari kelompok etnis Chin, Shanni, Mon, Karenni dan Ta’ang.

Para politisi dipilih berdasarkan hasil pemilu 2020, masukan dari gerakan protes anti-kudeta nasional, dan kelompok etnis minoritas, juga pemberontak bersenjata di wilayah perbatasan negara, kata Min Ko Naing.

Baca Juga  Dituduh Berzina, Wanita Ini di Lempari Batu Hingga Tewas oleh ISIS

Seorang juru bicara junta tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta 1 Februari yang menggulingkan pemerintah sipil pimpinan Aung San Suu Kyi.

Junta militer melakukan aksi kudeta karena menganggap pemilu yang dimenangkan oleh Suu Kyi dan partainya, NLD, curang. Mereka menuding setidaknya ada jutaan pemilih palsu yang terdaftar dalam pemilu lalu.

Kudeta kemudian memicu gelombang protes besar-besaran. Berdasarkan catatan Lembaga Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), tindakan keras aparat keamanan Myanmar telah menewaskan sedikitnya 700 orang hingga hari ini.
(CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

Polisi Ini Dijuluki “Manusia Memori”, Capai Rekor Mengingat 2.000 Tersangka

Internasional

Insiden 200 Turis Inggris Kabur dari Resor Ski di Swiss Saat Karantina

Internasional

Arab penjarakan 8 orang untuk kasus Khashoggi, penyidik PBB: Saudi mengejek keadilan

Internasional

Jatuhkan Bola Boling Dari Jendela, Peniru ‘Joker’ Dinyatakan Bersalah

Berita

Hadapi Serangan Grup Anonymous, Israel Siapkan 400 Hacker

Headline News

Derita PNS di AS Menganggur karena Shutdown

Internasional

Hari Pertama Menjabat, Joe Biden Langsung Akhiri Larangan Negara Muslim Masuk AS

Arsip

Putri Sulung Obama Terpergok Hisap Ganja di Konser Musik