Home / Arsip / Arsip 2016 / Internasional / Reviews

Kamis, 22 September 2016 - 13:15 WIB

Makin Miskin, Ratusan Ribu Rakyat Korut Dipaksa Kerja di Luar Negeri

Viewer: 645
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 23 Detik

Lembaga peneliti asal Korea Selatan mengatakan secara paksa pemerintah Korea Utara menyebar ratusan ribu pekerjanya ke luar negeri. Hal ini dilakukan pemerintah Korut agar mereka bisa mendapatkan mata uang asing dari 20 hingga 40 negara.

Tak tanggung-tanggung, para pekerja yang dikirim mencapai 110 ribu hingga 120 ribu orang. Sebagian dari mereka dikirim paksa untuk bekerja di China dan Rusia.

Dilansir dari laman UPI, Selasa (20/9), berdasarkan data Pusat Hak Asasi Manusia Korea Utara Desember lalu, 50 ribu orang telah dikerahkan bekerja di luar negeri. Mereka bekerja dan uangnya disetor ke pemerintah hingga mencapai USD 300 juta (setara Rp 3,9 triliun).

Baca Juga  Pelaku Pembunuhan Berantai Tewaskan 3 Orang Diduga Pengikut Aliran Sesat

Sebagian pekerja dikirim ke negara sahabat Pyongyang seperti China dan Rusia. Sebanyak 70 ribu hingga 80 ribu pekerja Korut bekerja di industri yang berbasis di China. Sementara itu, sekitar 30 ribu lainnya bekerja di industri Rusia.

Tak hanya dua negara itu, para pekerja juga dikerahkan ke berbagai negara di Timur Tengah, seperti Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar dan juga negara Eropa seperti Polandia.

Peneliti Institut Unifikasi Nasional Korea, Oh Kyung-seop, menyebutkan dokumen yang diperoleh dari PBB menunjukkan para pekerja memperoleh USD 2,3 miliar per tahun. Meski cukup banyak pendapatannya, para pekerja Pyongyang tetap saja menderita pelanggaran HAM berat.

Baca Juga  Usai digeruduk warga, Konsulat Malaysia minta maaf soal bendera terbalik

Hal ini diungkapkan lewat penelitian jam kerja para buruh migran tersebut. Di Eropa, mereka biasanya bekerja 10 hingga 12 jam selama enam hari dalam sepekan. Meski demikian, pendapatan mereka sebesar 90 persen diberikan kepada rezim Kim Jong-un.

Di tengah krisis ekonomi yang diam-diam dihadapi Korea Utara, pemimpin Korut, Kim Jong-un terus melakukan uji coba roket dan rudal balistik. Padahal untuk melakukan uji coba ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Wow! Warkop DKI Reborn Capai 4 Juta Penonton

Arsip

Sidang Kasus Jesicca-Mirna Sulit Simpulkan Tanpa Autopsi

Berita

Penantian Setelah 14 Tahun Hamil Berkat Mengenal Promil BEE

Arsip

Harga Emas Antam Naik Rp 3.000 ke Posisi Rp 570.000 per Gram

Arsip

Trio Teroris Blak-blakan Soal Aksi Radikalisme di Indonesia

Berita

Rekap KPU kemenangan Irsan – Arwin 43 ribu suara lebih

Internasional

Penyidik HAM PBB Sebut Pangeran Mohammed bin Salman Tersangka Utama Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Arsip

Ibu Saeni Sanggup “Tipu” Jokowi Presiden Negara Republik Indonesia