kompasnasional.com – Dalam kunjungannya ke Myanmar untuk bertemu dengan Aung San Suu Kyi, Perdana Menteri India Narendra Modi mendukung tindakan pemerintah Myanmar dalam memerangi ‘teroris’ tanpa mengecam sedikitpun kekerasan terhadap muslim Rohingya.
Dalam pernyataan bersama yang disampaikan Modi dan Suu Kyi, kedua pemimpin negara itu mengatakan siap bekerja sama untuk mengatasi apa yang mereka sebut ‘masalah teroris’.
“Kami ucapkan terima kasih kepada India atas dukungannya dalam ancaman teroris yang menimpa negara kami dua pekan lalu,” ujar Suu Kyi, seperti dilansir laman CNN, Rabu (6/9).
Pemerintah Myanmar sejak lama selalu mengatakan kekerasan di Negara Bagian Rakhine adalah akibat perlawanan teroris dan aparat keamanan harus mengambil tindakan untuk melindungi warga. Menurut media pemerintah, peristiwa penyerangan ke pos polisi perbatasan pada 25 Agustus lalu menewaskan 12 anggota aparat keamanan.

Lansia etnis Rohingya kelelahan saat berjalan menuju Bangladesh ©REUTERS/Mohammad Ponir Hossain.
“Kami yakin dengan bekerja sama kami bisa memastikan terorisme tidak punya tempat lagi di negara kami atau di negara tetangga,” kata Suu Kyi.
Modi yang dijadwalkan berada di Myanmar selama dua hari, mendukung pernyataan Suu Kyi.
“Kami cukup prihatin dengan kekerasan di Negara Bagian Rakhine, terutama penyerangan terhadap pasukan keamanan dan dampaknya warga sipil jadi terbunuh,” kata Modi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa kemarin menyatakan sekitar 123 ribu warga Rohingya sudah mengungsi ke Bangladesh dalam beberapa hari belakangan. Dari kesaksian warga pengungsi, mereka mengatakan militer Myanmar dan warga sipil bersenjata membakar desa-desa mereka dan menembaki penduduk dengan membabi buta (mdk|dwk)







