Home / Kriminal

Sabtu, 26 Juni 2021 - 08:37 WIB

Oknum TNI Terlibat Pembunuhan Pemred Media Siantar Ditangkap

Viewer: 386
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 30 Detik

Kompasnasional l Oknum TNI berinisial Praka AS yang diduga menjadi eksekutor pembunuhan Mara Salem Harahap alias Marsal (46) pemimpin redaksi (Pemred) media online di Kota Pematangsiantar ditangkap di salah satu rumah kosan di Tebingtinggi.
“Hasil pendalaman informasi yang diterima sudah dilakukan penangkapan inisial AS yang merupakan bagian dari kelompok pelaku (pembunuhan),” kata Kapendam I/ BB, Letkol Inf Donald Erickson Silitonga kepada CNNIndonesia, Jumat (25/6)

Donald menyebutkan Kodam 1/BB telah membentuk tim investigasi bekerjasama dengan Polda Sumut. Saat ini, tambah Donald, petugas masih mendalami kasus itu dan A masih menjalani pemeriksaan di Pomdam I/BB.

“Kasusnya masih dikembangkan. Saat ini yang bersangkutan berada di Pomdam I/BB untuk penyidikan. Kita akan tindak tegas siapapun yang terlibat. Kodam 1/BB telah membentuk tim investigasi untuk mendalami kasus ini,” ucapnya.

Baca Juga  69 Teroris Bom Gereja Makassar Dibawa ke Jakarta

Diketahui Polda Sumatera Utara (Sumut) menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan Mara Salem Harahap alias Marsal (46) pemimpin redaksi (Pemred) media LasserNewsToday di Kota Pematangsiantar, Sumut.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol RZ Panca Putra, mengatakan kedua tersangka yakni S (57) pemilik Diskotek Ferrari Bar & Resto yang merupakan otak pelaku pembunuhan dan anak buahnya berinisial Y. Pembunuhan itu diduga melibatkan oknum TNI berinisial A.

Pembunuhan dilatarbelakangi karena S kesal terhadap Mara yang sering memberitakan peredaran narkoba di tempat hiburan malam itu. Agar kasus tersebut tidak diberitakan, Mara meminta jatah Rp12 juta per bulan dengan setiap harinya 2 butir ekstasi dari tempat hiburan malam tersebut

Baca Juga  Berdalih Mendidik, Seorang Ayah Pukul Anak dengan Palu dan Kunci Inggris

Panca mengatakan Mara Salem ditembak dengan menggunakan senjata api buatan Amerika. Namun dia mengklaim senjata api itu bukan berasal dari Kesatuan TNI, melainkan dari perdagangan ilegal.

“Nomor registernya jelas buatan Amerika. Senjata pabrikan belum tentu masuk dengan benar. Bisa saja masuk dari penggelapan dan perdagangan senjata api. Tapi yang jelas sudah kami cek tidak teregister di kesatuan (TNI). Nanti akan kami dalami terus,” ujarnya.
(CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kriminal

Ribuan Orang Tertipu Arisan Kurban

Kriminal

Viral … Bandar Judi Maki-Maki dan Ancam Tusuk Polisi Pakai Becahan Botol

Kriminal

Detik-detik Adik Ipar Edo Kondologit Tewas Dianiaya di Sel Tahanan dengan Luka Tembak, Terungkap Pelaku Ucapkan Ini saat Korban Meregang Nyawa

Berita

Hanya 1 Jam Diperiksa KPK, Perantara Suap Emirsyah Irit Bicara

Arsip

Kesal Pekerjaannya Tak Dihargai, Karyawan Nekat Tusuk Leher Bosnya

Arsip

Polisi Kesulitan Korek Motif Sang Pembunuh Imam Masjid New York
Melawan Arus, Yudha Jotos Polantas karena Mau Menilang-KompasNasional

Arsip

Melawan Arus, Yudha Jotos Polantas karena Mau Menilang

Berita

Sebanyak 16 tahanan titipan Polres Labuhanbatu melarikan diri