Home / Arsip / Arsip 2016 / Kriminal / Reviews

Selasa, 20 September 2016 - 15:39 WIB

Pengasuh Cekik Balita Hingga Tewas Hanya Karena Terganggu Saat Merokok

Viewer: 568
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 12 Detik

kompasnasional.com | PONTIANAK

Lorenzo Fernando alias Nando (4) tewas setelah dicekik pengasuhnya, Yul (24) di kediaman Yul, Jalan Pulau Natunq No 53 B RT17/ RW 7, Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat, Minggu (18/9/2016) sekitar pukul 18.16 WIB.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalbar, Kombes Pol Suhadi SW mengungkapkan, bocah laki-laki tersebut memang diasuh Yul, karena orangtua korban sedang berada di Malaysia.

“Dimana ketika itu korban rewel, menangis ingin buang air besar. Sementara itu, pelaku Yul sedang menikmati rokok,” ungkapnya, Minggu (18/9/2016).

Lanjut Suhadi, kemudian Yul membuka baju Nando, dan mengantarkannya ke kamar mandi. Namun, saat sudah di dalam kamar mandi, tangis Nando ternyata belum berhenti.

“Korban masih rewel, akhirnya pelaku menyulut tangan kiri korban dengan rokok sebanyak dua kali, dengan harapan korban diam tidak menangis,” ujarnya.

Dijelaskan Suhadi, namun karena Nando ini masihlah berusia belia, dengan tangannya disulut api rokok, maka tangisnya pun semakin keras.

Baca Juga  Wali Kota Diminta Evaluasi atas Pelayanan Puskemas di Medan yang Dikeluhkan Pasien BPJS

“Karena merasa kesakitan, untuk menghentikan tangisnya Nando ini, pelaku Yul mencekik leher korban dengan posisi tangan kanan pelaku di depan dan tangan kiri di belakang,” jelasnya.

Selang beberapa menit, suara Nando pun terhenti. Ia langsung terkulai lemas, dan jatuh membentur lantai kamar mandi.

“Selanjutnya pelaku Yul menyiram korban dengan air menggunakan gayung sebanyak tiga kali, maksudnya ini supaya korban bangun,  namun ternyata korban tidak sadarkan diri,” urai Suhadi.

Yul kemudian panik, ia kemudian lari menuju keluar rumah. Dan tak lama kemudian masuk kembali ke dalam kerumah.

Dalam kepanikannya, Yul membawa Nando menuju Rumah Sakit Harapan Bersama Singkawang.

“Namun jiwa korban sudah tidak tertolong dan meninggal dunia,” jelas Suhadi.

Suhadi menegaskan, berdasarkan pemeriksaan awal. Dari hasil autopsi, di tubuh korban ditemukan adanya tanda tanda lebam pada bagian leher.

“Ada bekas luka sudutan rokok sebanyak dua titik dilengan sebelah kiri, ada tanda merah diatas kemaluan, ada bekas lebam dibagian tulang rusuk sebelah kiri dan penyebab kematian korban karena kekurangan banyak oksigen,”paparnya.

Baca Juga  Kereta Kertajaya Hangus Terbakar di Stasiun Tanjung Priok

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Yul kini telah diamankan di Mapolres Singkawang.

Suhadi menerangkan, pengungkapan kasus kekerasan hingga menyebabkan kematian terhadap anak ini memang agak terlambat. Dan baru terungkap setelah sepekan lamanya.

“Ini karena pihak Polres Singkawang, menunggu kedatangan orang tua korban yang sedang bekerja di negeri jiran Malaysia,” terangnya.

Setelah kedatangan orangtua Nando, pihak kepolisian baru mendapatkan izin untuk melaksanakan otopsi, untuk mengetahui penyebab tewasnya Nando.

“Akhirnya polisi bertindak cepat, berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Untuk melakukan otopsi, dan hasilnya penyebab kematian korban Lorenzo Fernando alias Nando karena  kekurangan banyak oksigen,” tegasnya.

Berdasarkan hasil otopsi inilah, pihak kepolisian langsung memeriksa Yul, yang diketahui sebagai pengasuhnya selama ini.

“Polisi langsung melakukan interogasi kepada pelaku Yul, dan akhirnya ia mengakui membunuh korban karena rewel mengganggu pelaku menikmati rokok,” sambung Suhadi (dac|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kuburan Massal, Bukti Pembantaian Etnis Rohingya oleh Militer Myanmar

Berita

Dua Pelajar Kecanduan Smartphone, Ini Kata Dewan Pendidikan

Arsip

Smartphone Terbaru Wiko Punya Fitur Unik, Glow in the Dark

Berita

Terungkapnya Aksi PNS Gadungan yang Mencatut Pasukan Oranye untuk Minta THR

Arsip

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 13.526 per USD Meski Ada Demo 2 Desember

Berita

7 dari 8 Penyelundup 44 Kg Sabu Divonis Mati

Arsip

Kalau Jadi Gubernur DKI, Lulung Akan Fokus Urus Lingkungan

Arsip

Kepala BNPT Akui Densus 88 Biasa Beri Uang Buat Keluarga Teroris