Kompasnasional l Kasus Covid-19 di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) semakin menggila.
Bahkan, kabar yang terbaru, 3 pasien positif Covid-19, dua diantaranya ibu dan anak, kesulitan untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit di Jabodetabek.
Diketahui, mereka dibantu telah menghubungi 60 rumah sakit di Jabodetabek, namun tak ada satu pun rumah sakit yang kosong.
Hal ini seakan membuat para tenaga kesehatan di Jabodetabek kewalahan mengurus lonjakan kasus Covid-19.
Melihat hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta kepada pemerintah pusat untuk mengambil alih koordinasi penanganan Covid-19 di Jabodetabek.
Jabodetabek (Dok. Pemprov DKI Jakarta)
Melalui Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan, Anies Baswedan telah menghubungi pemerintah pusat terkait hal tersebut.
Menurut Riza, permintaan Anies itu terkait dengan kondisi saat ini bahwa fasilitas kesehatan di Jakarta terbebani dengan pasien dari luar Jakarta.
Apabila pemerintah pusat mengambil alih, diharapkan fasilitas kesehatan di daerah penyangga Jakarta bisa bertambah dan fasilitas kesehatan di Jakarta kembali memiliki ketersediaan tempat tidur yang baik.
“Agar ada peningkatan fasilitas di sekitar Bodetabek, sehingga ketersediaan fasilitas di Jakarta bisa terus meningkat, tapi okupansinya turun,” kata Riza.
Perlu diketahui, kini kapasitas tempat tidur di rumah sakit di Jakarta mulai menipis.
“Kapasitas tersisa 13 persen lagi untuk menampung pasien Covid-19, baik yang berasal dari Jakarta maupun luar Jakarta,” tulis akun Instagram resmi Pemerintah Provisi (Pemprov) DKI Jakarta, Selasa (19/1/2021). (GHI/Red)








