Viewer: 676
0 0

Home / Kesehatan

Jumat, 18 Desember 2020 - 16:13 WIB

Kekurangan Zat Besi Jadi Ancaman Serius Generasi Emas Indonesia

Viewer: 677
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 14 Detik

Kompasnasional l Jika tidak ditangani, kekurangan zat besi dapat membuat Generasi Emas Indonesia tidak tumbuh secara optimal dan
menghambat mimpi bangsa untuk menjadi negara maju pada perayaan 100 tahun Indonesia pada 2045.

Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin mengatakan, tercapai atau tidaknya mimpi bangsa terkait Generasi Emas 2045 ditentukan oleh kualitas anak-anak yang saat ini masih balita. Sayangnya, satu dari tiga balita Indonesia, yang nantinya akan menjadi penggerak generasi maju, berisiko menghadapi tantangan tumbuh kembang yang bersifat permanen akibat dari kekurangan zat besi.

Baca Juga  Pulang dari Jakarta dalam Kondisi Sakit, Tiga Pemudik Asal Wonogiri Meninggal, Positif Covid-19

“Untuk itu, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia ingin mengajak orang tua untuk bisa memberikan perhatian khusus dalam memastikan kebutuhan harian gizi anak, termasuk zat besi, telah terpenuhi dan terserap dengan baik,” ungkap Arif di sela virtual talkshow ‘Kekurangan Zat Besi Sebagai Isu Kesehatan Nasional di Indonesia dan Dampaknya Terhadap Kemajuan Anak Generasi Maju’, Kamis (17/12/2020).

Tanpa zat besi, organ-organ tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak baik secara kognitif, fisik, hingga sosial,” jelasnya.

Salah satu penyebab utama terjadinya kekurangan zat besi adalah kurangnya konsumsi asupan makanan kaya zat besi, terutama dari sumber hewani seperti daging merah, hati, ikan, dan ayam. Jika tidak ditangani, gangguan ini bisa jadi permanen,” paparnya.

Baca Juga  Ingin Menurunkan Tekanan Darah? Yuk Ikuti Langkah Berikut Ini

Oleh karena itu, menjadi penting bagi orang tua untuk memastikan kebutuhan gizi harian anak terpenuhi, serta senantiasa memberikan stimulasi yang tepat untuk bisa mendorong pertumbuhan anak menjadi anak generasi maju yang berpikir cepat, tumbuh tinggi, tangguh, aktif bersosialisasi, dan percaya diri,” tandasnya. (BSC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Sejarah Wabah Besar yang Melanda Dunia Setiap 100 Tahun (1720, 1820, 1920, 2020)

Kesehatan

Face Shield tak Efektif Jebak Aerosol Secara Menyeluruh

Kesehatan

Biasanya Jadi Pelengkap Nasi Padang, Siapa Sangka Daun Singkong Bisa Dijadikan Obat Rumahan Berbagai Penyakit Mematikan!

Arsip

Dinkes Asahan Lakukan Penyemprotan IRS 7 Ribu Rumah

Kesehatan

Kemenkes: AstraZeneca Aman Digunakan

Kesehatan

Ingin Menurunkan Tekanan Darah? Yuk Ikuti Langkah Berikut Ini

Berita

Lagi, Seorang Pasien Covid-19 Siantar Meninggal Dunia

Kesehatan

Pemburu Harimau Sumatera Semakin Leluasa Bergerak Saat Pandemi Covid-19