Viewer: 825
0 0

Home / Kesehatan

Kamis, 4 Juni 2020 - 20:36 WIB

Lima ODP Klaster Temboro Pacitan ‘Lenyap’ Saat Akan Dites Corona, Kok Bisa?

Viewer: 826
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik

kompasnasional | Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pacitan sedang dibuat pusing dengan aksi yang dilakukan lima warga Kecamatan Ngadirojo. Kelima warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) tersebut tiba-tiba menghilang saat akan dilakukan swab test PCR demi memastikan diagnosis apakah terkena virus corona atau tidak.

Kelima warga ini diketahui merupakan sebuah keluarga yang berstatus ODP setelah tiba dari Temboro, Magetan. Petugas kesehatan lantas berniat menjemput keluarga ini untuk dilakukan swab test. Tak disangka, keluarga ini membandel dan memilih kabur.

Lima orang ini kurang kooperatif,” ujar Jubir Gugus Tugas COVID-19 Rahmad Dwiyanto kepada wartawan di kantornya, seperti dilansir dari Detik pada Kamis (4/6). “Diminta swab, dijemput menghilang. Ini satu keluarga.”

Baca Juga  Panglima TNI, Kapolri & Kepala BNPB Terbang ke Kudus, Cek Penanganan Covid-19

Rahmad menjelaskan jika dari kelima orang tersebut, dua di antaranya berstatus santri. Sedangkan dua lainnya merupakan orang tua santri, dan satu orang sisanya merupakan saudara. Rencananya, tes PCR kepada keluarga ini akan dilakukan pada Rabu (3/6) kemarin.

Kepada petugas kesehatan, keluarga ini telah berjanji akan datang sendiri ke tempat pemeriksaan. Namun, mereka justru kabur saat dilakukan pemanggilan untuk tes pada dua hari lalu.

Rahmad mengakui kehilangan jejak warga Kecamatan Ngadirojo tersebut. Pelacakan pun masih dilakukan terhadap warga yang datang dari daerah terpapar COVID-19 tersebut.

Baca Juga  Pasar Baru Bandung Diminta Ekstra Ketat Terapkan Standar Kesehatan

Terlebih, dua dari lima anggota keluarga itu merupakan santri. Mereka belajar di lembaga pendidikan yang terletak di wilayah episenter. Rahmad lantas mengancam akan menerjunkan TNI/Polri jika keluarga tersebut tidak segera datang ke tempat pemeriksaan dalam sepekan kedepan.

”Kami berharap mereka sadar untuk datang ke petugas dalam waktu satu minggu ke depan,” tegas Rahmad. “Tentu saja opsi terakhir kita minta bantuan dari TNI/Polri.”

Mantan Kepala Dinas Kesehatan itu berharap kelimanya dapat bekerjasama dengan petugas agar bersedia diambil sampel untuk pemeriksaan. Hal itu bertujuan agar penanganan COVID-19 di Pacitan lebih efektif.(WK/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Turunkan Berat Badan Dengan Daun Salam Dan Kayu Manis

Arsip

LIONS CLUBS Medan GOLDEN ESTATE KEMBALI MELAKSANAKAN BAKTI SOSIAL PENANAMAN 100 POHON
Foto Nakes di asahan gelar aksi nginap di DPRD

Asahan

Puluhan Nakes Asahan Gelar Aksi Menginap di Teras Kantor DPRD

Kesehatan

Ingin Menurunkan Tekanan Darah? Yuk Ikuti Langkah Berikut Ini
Foto Ilustrasi

Berita

‘Bidan’ Aborsi di Hotel Jambi Cuma Tamatan SMA-Patok Harga Rp 5 Juta

Kesehatan

LIPI Uji Klinis Herbal untuk Pasien Corona
43 Jenis Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya-kompasnasional

Arsip

43 Jenis Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya
Traveling atau Bepergian ke Luar Kota Aman dengan Asuransi Kesehatan-KompasNasional

Arsip

Traveling atau Bepergian ke Luar Kota Aman dengan Asuransi Kesehatan