Viewer: 851
0 0

Home / Kesehatan

Kamis, 4 Juni 2020 - 20:36 WIB

Lima ODP Klaster Temboro Pacitan ‘Lenyap’ Saat Akan Dites Corona, Kok Bisa?

Viewer: 852
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik

kompasnasional | Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pacitan sedang dibuat pusing dengan aksi yang dilakukan lima warga Kecamatan Ngadirojo. Kelima warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) tersebut tiba-tiba menghilang saat akan dilakukan swab test PCR demi memastikan diagnosis apakah terkena virus corona atau tidak.

Kelima warga ini diketahui merupakan sebuah keluarga yang berstatus ODP setelah tiba dari Temboro, Magetan. Petugas kesehatan lantas berniat menjemput keluarga ini untuk dilakukan swab test. Tak disangka, keluarga ini membandel dan memilih kabur.

Lima orang ini kurang kooperatif,” ujar Jubir Gugus Tugas COVID-19 Rahmad Dwiyanto kepada wartawan di kantornya, seperti dilansir dari Detik pada Kamis (4/6). “Diminta swab, dijemput menghilang. Ini satu keluarga.”

Baca Juga  Pegal dan Capek Saat Bangun di Pagi Hari? Coba Gunakan 2 Ramuan Ini

Rahmad menjelaskan jika dari kelima orang tersebut, dua di antaranya berstatus santri. Sedangkan dua lainnya merupakan orang tua santri, dan satu orang sisanya merupakan saudara. Rencananya, tes PCR kepada keluarga ini akan dilakukan pada Rabu (3/6) kemarin.

Kepada petugas kesehatan, keluarga ini telah berjanji akan datang sendiri ke tempat pemeriksaan. Namun, mereka justru kabur saat dilakukan pemanggilan untuk tes pada dua hari lalu.

Rahmad mengakui kehilangan jejak warga Kecamatan Ngadirojo tersebut. Pelacakan pun masih dilakukan terhadap warga yang datang dari daerah terpapar COVID-19 tersebut.

Baca Juga  Epidemiolog Sebut Pandemi Covid-19 di Indonesia Belum Mencapai Puncak

Terlebih, dua dari lima anggota keluarga itu merupakan santri. Mereka belajar di lembaga pendidikan yang terletak di wilayah episenter. Rahmad lantas mengancam akan menerjunkan TNI/Polri jika keluarga tersebut tidak segera datang ke tempat pemeriksaan dalam sepekan kedepan.

”Kami berharap mereka sadar untuk datang ke petugas dalam waktu satu minggu ke depan,” tegas Rahmad. “Tentu saja opsi terakhir kita minta bantuan dari TNI/Polri.”

Mantan Kepala Dinas Kesehatan itu berharap kelimanya dapat bekerjasama dengan petugas agar bersedia diambil sampel untuk pemeriksaan. Hal itu bertujuan agar penanganan COVID-19 di Pacitan lebih efektif.(WK/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Jumlah Pasien Corona yang Dirawat di RS Wisma Atlet Terus Berkurang

Kesehatan

16 Anggota Keluarga Pasien Positif Virus B117 Diawasi Dinkes Kota Bogor16

Kesehatan

Kantor BPJS Kesehatan Medan tutup, Begini Cara Masyarakat daftar BPJS Kesehatan

Kesehatan

BPOM Ingatkan Vaksin Sinovac Belum Boleh Disuntikkan Meski sudah Disebar

Berita

Lions Club Golden Estate Menyalurkan APD dan Sembako Melalui Polres Batu Bara Untuk Masyarakat dan Tim Medis

Asahan

MEMPERINGATI HARI LIONS INDONESIA KE 52, LIONS CLUB GOLDEN ESTATE DAN LIONS CLUB GOLDEN SHELL GELAR DONOR DARAH AMAL

Arsip

LIONS CLUBS Medan GOLDEN ESTATE KEMBALI MELAKSANAKAN BAKTI SOSIAL PENANAMAN 100 POHON

Berita

Hati-Hati, Orang yang Tidur Larut Malam Lebih Cepat Meninggal