Home / Opini

Sabtu, 16 Januari 2021 - 20:26 WIB

Pengamat Intelijen: Ada Tiga Kelompok Penolak Calon Kapolri Listyo Sigit, Terakhir Paling Berbahaya

Viewer: 414
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 6 Detik

Kompasnasional l Presiden Joko Widodo mengajukan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri baru.

Berbagai dukungan sudah disampaikan oleh partai politik, ormas maupun tokoh masyarakat. Namun, masih ada juga yang menolak Listyo dengan berbagai alasan.

Direktur The Indonesia Intelligence Institute Ridlwan Habib menilai penolakan terhadap Komjen Listyo Sigit dilakukan oleh 3 kelompok.

“Ciri kelompok penolak itu ada tiga, terlihat dari karakter tokoh maupun aksi mereka, ” ujar Ridlwan di Jakarta, Sabtu (16/1/2021).

Kelompok pertama, adalah mereka yang cemas dengan rekan jejak bersih Komjen Listyo Sigit. “Ada yang khawatir kalau pak Sigit jadi Kapolri karena selama ini track recordnya lurus dan tanpa kompromi, ” ujarnya.

Baca Juga  Serikat Guru: Pelaksanaan Sistem PPDB DKI Jakarta Harus Ditinjau Ulang

Kelompok kedua yang menolak Komjen Listyo Sigit adalah kelompok intoleran yang memainkan narasi SARA.

Kelompok ketiga yang anti terhadap pencalonan Komjen Listyo Sigit adalah kelompok terorisme yang selama ini berfatwa bahwa polisi halal dibunuh.

“Kelompok ketiga ini terdiri dari JI, JAD dan faksi faksi pro ISIS seperti MIT, mereka menghalalkan darah polisi karena dianggap thaghut, “ujarnya.

Baca Juga  Sindiran Keras Yunarto Wijaya Buat Pembakar Spanduk Habib Rizieq Shihab

Menurut Ridlwan, kelompok ketiga yang paling berbahaya. “Mereka tersebar di seluruh Indonesia dan terutama menyasar markas kepolisian maupun petugas di lapangan. Polri harus waspada, “katanya.

Meskipun ada 3 kelompok penolak itu, Ridlwan menilai pencalonan Komjen Listyo Sigit bakal mulus dan lancar. ” Semua fraksi partai politik di DPR akan menyetujui beliau sebagai Kapolri baru, “ujar alumni Fisipol UGM Yogyakarta itu. (TN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Bukan Bunuh Diri, Kriminolog Yakin Editor Metro TV Yodi Prabowo Dibunuh, Bahkan Pelaku Lebih 1 Orang

Opini

Bukan Emas atau Tanah, Chairul Tanjung Beberkan Data Bakal Jadi Aset Paling Berharga di Dunia!

Opini

Tjahjo Ingin RI Contoh Singapura soal Birokrasi: ASN Mereka Hanya 300 Orang

Opini

Ahli Bom Ngeri, Ledakan di Lebanon 2 Kali Lipat Lebih Besar dari Bom Terkuat Milik Amerika

Opini

Pengacara Djoko Tjandra Bisa Dipidana

Opini

Kecurigaan Boni Hargens soal KAMI dan Penyandang Dana di Baliknya

Arsip

Kasus Penipuan, Anak Angkat Marzuki Alie Bakal Diperiksa Polisi

Opini

Ada Dalilnya di Alquran, Quraish Shihab: Muslim Boleh Ucap Selamat Natal