Viewer: 993
0 0

Home / Opini

Sabtu, 25 Juli 2020 - 19:59 WIB

Bukan Bunuh Diri, Kriminolog Yakin Editor Metro TV Yodi Prabowo Dibunuh, Bahkan Pelaku Lebih 1 Orang

Viewer: 994
0 0
Terakhir Dibaca:3 Menit, 16 Detik

Kompasnasional | Berdasarkan bukti-bukti yang ada, polisi telah menyimpulkan bahwa penyebab kematian Editor Metro TV, Yodi Prabowo adalah bunuh diri.

Namun meskipun demikian, Kriminolog dari Universitas Indonesia, Yogo Tri Hendiarto punya pendapat lain.

Yogo Tri Hendiarto menduga Editor Metro TV, Yodi Prabowo tewas akibat dibunuh.

Yogo juga menduga pelaku pembunuhan terhadap Yodi Prabowo adalah orang dekat korban.

Pelaku pembunuhan, disebut Yogo, kenal atau memiliki hubungan sosial dengan Yodi Prabowo.

Dia menilai ada pola kerja sama yang baik dari pelaku dalam memperhatikan pola aktivitas rutin dari Yodi.

Itu sebabnya, kata dia, pelaku mengetahui kebiasaan dan profesi kerja Yodi.

Polisi, menurut Yogo, masih berusaha melihat keterlibatan orang dekat korban salah satunya pacar Yodi, Suci Fitri.

“Apakah memberikan keterangan jujur atau tidak, atau teman korban. Teknik investigasi ini akan dicek dan ricek oleh pihak kepolisian,” kata Yogo seperti dikutip dari Kompas.com pada Sabtu (25/7/2020).

Terkait pelaku pembunuhan Yodi harus diurai dari hubungan terakhir kali antara korban dengan para saksi agar dapat memberikan informasi.

Namun demikian, Yogo menyebut, pelaku pembunuhan terhadap Yodi Prabowo berjumlah lebih dari satu orang.

Sebab, kasus ini bersifat sensitif dan emosional.

Berkaitan dengan kondisi relasi atau hubungan.

“Pelaku lebih dari satu. Kasus ini bersifat sensitif, emosional dan berkaitan dengan kondisi Relasi atau hubungan yang menciptakan rasa sakit hati atau intrisik,” kata Yogo.

Yogo berpendapat, terkait motif pembunuhan Yodi, bukanlah karena ingin menguasai harta korban atau perampokan.

Baca Juga  Capres 2019: Prabowo-Gatot, Jokowi-Tito?

Itu terlihat dari sejumlah barang berharga milik korban yang ditinggalkan di lokasi kejadian. Seperti diketahui, polisi menemukan dompet berisi KTP, NPWP dan kartu ATM.

Kemudian motor Honda Beat warna putih bernomor polisi B 6750 WHC, tiga STNK, uang sebesar Rp 40.000, helm, jaket, dan tas milik korban. Di samping jenazah korban, ditemukan juga sebilah pisau.

“Jadi, pembunuhan ini bukan ingin merampok untuk menguasai harta korban,” ujar Yogo.

Lebih lanjut, Yogo mengatakan, kasus kematian Yodi Prabowo hingga kini belum menemukan titik terang.

Polisi disebut masih membutuhkan proses penyelidikan dan penyidikan yang lengkap untuk mengungkap kasus ini.

• TERBARU Ada 3 Bocoran Lanjutan Kode Redeem Free Fire FF4M, Sisa 5 Karakter, Hadiah Incubator Voucher

• Dimakzulkan DPRD, Bupati Jember Faida Bukan Orang Sembarangan, Dokter Berprestasi, Lihat Hartan

“Kalau kurang akan berakibat pada respons analisis yang salah dan membangun opini publik yang salah juga. Kita butuh asupan data,” kata Yogo

Namun demikian, cepat atau lambatnya pengungkapan kasus Yodi, kata Yogo, bergantung dari penguraian barang bukti dan saksi.

Jika uraian barang bukti dan saksi dikumpulkan dengan baik, pengungkapan kasus akan berjalan dengan cepat.

“Dari saksi dan bukti akan membuat kolase kisah. Sama kayak detektif. Mengapa ia mati? Siapa pelakunya? Motifnya apa? Dan perlu didalami,” ujar Yogo.

Kini, banyak asumsi yang muncul di masyarakat terkait penyebab kematian Yodi. Termasuk munculnya isu korban tewas karena bunuh diri.

Baca Juga  Sore Ini Sibolangit Hujan Lebat Disertai Petir

Turinah, ibu dari editor Metro TV, Yodi Prabowo, tak terima jika anaknya disebut tewas karena bunuh diri. Pasalnya, Yodi banyak menerima luka tusuk benda tajam di tubuhnya.

“Saya enggak terima kalau (Yodi) disebut bunuh diri. Masa bunuh diri, tusukannya banyak,” kata Turinah seperti dikutip dari Kompas.com pada Jumat (24/7/2020).

Berulang kali Turinah mengulang kalimat yang menunjukkan kekesalannya ketika mendengar isu anaknya tewas karena bunuh diri.

Turinah mengaku mengetahui munculnya isu bunuh diri itu dari berbagai pemberitaan di media massa. Adapaun dugaan bunuh diri itu dilontarkan oleh para pengamat dan polisi beberapa waktu lalu.

“Saya enggak mau dia (polisi) kerjanya cepet, tapi hasilnya begitu. Kan itu dibilangnya bunuh diri. Cepet sih terungkap tapi kan kayak gitu saya kesal banget, sakit banget saya,” ujar Turinah.

Turinah mengaku heran ada pihak yang mengatakan Yodi tewas karena bunuh diri. Dia pun meyakini Yodi tewas karena dibunuh setelah mengetahui luka tusuk di tubuh anaknya.

“Kalau ada indikasi bunuh diri itu kan saya suka kesel. Terakhir saya baca kaya gitu. Itu bikin kesal, bikin dongkol, saya enggak terima. Jangan segampang itu (sebut bunuh diri),” kata Turinah.

Soal sidik jari Yodi di pisau, Turinah percaya pisau yang ditemukan dan dipegang Yodi bukanlah pisau yang menyebabkan Yodi tewas.(TK/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

LIPI: Kiamat Sudah Dekat

Opini

Hendropriyono: Keluarga Mahfud Md Berhak Membela Diri Sampai Tak Terbatas

Opini

VIRAL Video Dugaan Pelecehan Bendera Merah Putih, Ahli: Nggak Main-main Hukumannya, Serius Sekali!
Lahir di Pesawat, Bayi Dapat Penerbangan Gratis Seumur Hidup -KompasNasional

Arsip

Lahir di Pesawat, Bayi Dapat Penerbangan Gratis Seumur Hidup

Opini

Apakah Hantu Itu Nyata? Ini Kata Ahli

Opini

Bang Neta Curiga Anak Buah Anies Baswedan Ini Ingin Mengadu Domba KPK dengan Polri

Opini

Soal Sertifikat Halal, Pedagang: Buah Kan Murni dari Pohon

Opini

Pakar Psikologi: Jujur dan Bahagia Jadi Kunci Kesembuhan Pasien Covid-19