Viewer: 641
0 0

Home / Opini

Selasa, 15 Desember 2020 - 13:47 WIB

Ada Dalilnya di Alquran, Quraish Shihab: Muslim Boleh Ucap Selamat Natal

Viewer: 642
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 4 Detik

Kompasnasional l Tiap tahunnya pada bulan Desember, tak terkecuali tahun 2020 ini, ada satu bahasan yang selalu menjadi perdebatan bagi umat muslim. Hal itu adaalah halal-haram hukumnya mengucapkan Selamat Natal bagi teman maupun tetangga yang merayakan.

Pemuka agama Quraish Shihab perbolehkan beri ucapan Selamat Natal pada mereka yang merayakan. Asal ucapan itu tak mengubah akidah umat muslim yang mengucapkan.

“Bahkan kalau saya ingin berkata ‘Selamat Natal’ itu di Al-Qur’an ada ‘Selamat Natal’. Yang pertama mengucapkannya Isa AS, di Quran jelaskan saat lahir dia mengatakan ‘salam sejahtera bagiku pada kelahiranku’ (QS Maryam 19:23). Itu kan ‘Selamat Natal’,” terang Quraish Shihab dalam Youtube GuzZ TV berjudul ‘Hukum Mengucapkan Selamat Natal menurut Prof Quraish Shihab’.

Baca Juga  Muhammadiyah: Kitab Kuning Tak Jamin Polri Paham soal Islam

Quraish menambahkan, ucapan itu boleh saja dilontarkan, asal umat muslim mempercayai Isa AS sebagai Rasulullah, bukan anak Allah.

Dalam video itu, Quraish menyebut fenonema perdebatan ucapan ‘Selamat Natal’ hanya terjadi di Asia Tenggara.

Baca Juga  Benarkah Penggunaan Masker Bedah Dapat Mencegah Flu?

Kita hidup damai. Saya tidak sependapat dengan yang melarang. Terlalu sempit pikirannya. Boleh berkelompok tapi jangan berkelahi dan berselisih,” ujar dirinya.

“Allah mau kita berbeda, tapi dia tidak mau kita bertengkar. Kalau Allah mau kita sama, Quran tidak bisa mengandung penafsiran yang berbeda-beda. Semua bisa benar, semua bisa salah,” lanjutnya.

Dari penjelasan Quraish Shihab dapat disimpulkan, ucapan Selamat Natal tidak dilarang dan diperbolehkan.
(SC/Red(

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Pengamat Ini Sebut Pendidikan Jarak Jauh Amburadul Gegara Gaya Komunikasi Nadiem Makarim

Opini

Pengamat Intelijen: Ada Tiga Kelompok Penolak Calon Kapolri Listyo Sigit, Terakhir Paling Berbahaya

Opini

Tjahjo Ingin RI Contoh Singapura soal Birokrasi: ASN Mereka Hanya 300 Orang

Opini

Cak Nun Sebut Rizieq Shihab Bukan Habib, Ini Kata PA 212

Opini

Teddy PKPI Sebut Fadli Zon Ngawur soal Polisi Diskriminasi Kasus Denny

Opini

Pakar Psikologi Forensik Duga Editor Metro TV Yodi Prabowo Bunuh Diri

Opini

Pakar Hukum: Tak Lazim, Permintaan Novel Baswedan kepada Jokowi Bentuk Intervensi Kasus Hukum

Opini

Serikat Guru: Pelaksanaan Sistem PPDB DKI Jakarta Harus Ditinjau Ulang