Home / Opini

Selasa, 12 Januari 2021 - 20:17 WIB

Peran Oposisi PKS, Demokrat dan PAN bak Pepatah Arab ‘Wujuduhu Kaadamihi’

Viewer: 418
0 0
Terakhir Dibaca:59 Detik

Kompasnasional l Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA), Fadhli Harahab menilai peran oposisi terkesan seperti pepatah Arab yakni ‘wujuduhu kaadamihi’, yang artinya keberadaannya seperti tidak ada.

Hal itu merujuk kepada kinerja partai politik oposisi yang dinilai kurang greget dan berenergi sebagai penyeimbang kekuasaan.

“Harus diakui partai oposisi tidak bertaring, kurang greget dan terkesan seperti wujuduhu ka adamihi (keberadaannya seperti tidak ada),” kata Fadhli.

Baca Juga  Kalau Jadi Gubernur DKI, Lulung Akan Fokus Urus Lingkungan

Analis politik asal UIN Jakarta itu mengatakan, Partai Demokrat , Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang seharusnya berperan sebagai oposisi tidak mampu merepresentasikan itu karena kondisi masing-masing.

“Praktis setelah Gerindra berhasil direkrut pemerintah, tak ada lagi oposisi yang lantang, menggetarkan, menggoyang dan menimbulkan efek waspada bagi kekuasaan,” kata Fadhli.

Menurutnya, oposisi seperti bergerak pada wilayah abu-abu. Di satu sisi ingin beroposisi tetapi sisi lain ingin mendapatkan keuntungan politik kekuasaan.

Baca Juga  Pimpinan DPR: Tidak Ada Manfaat Perdebatkan ‘Anjay’

PKS yang sedari awal menyatakan sebagai oposisi juga terkesan pragmatis karena seperti memilih-milah isu. Kecenderungan ini juga dilakukan Demokrat dan PAN.

Akhirnya, Fadhli menilai secara umum bahwa tak ada parpol oposisi yang patut diperhitungkan oleh kekuasaan. Padahal, baik Demokrat, PKS maupun PAN dalam pemetaan politik hari ini telah dipersepsikan masyarakat sebagai kekuatan oposisi. (SN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Viral Logo HUT RI ke-75 Disebut Mirip Simbol Salib, Ini Tanggapan Pemerintah

Opini

SBY dan Oknum KPK Disebut Mendesain Anas Urbaningrum Jadi Tersangka

Opini

Ketua Komisi X Minta Kemendikbud Tambah Kuota PIP dan KIP Kuliah

Opini

Sebut Fadli Zon Sudah Off Side dalam Mengkritik , Peter Gontha: Percuma IQ 130

Opini

Mantan Jubir KPK Sebut Mensos Juliari Tak Bisa Dihukum Mati, Ini Alasannya

Opini

Dianggap Aset Negara, Hacker Usia 15 Tahun Ini Dijemput Intel. Begini Cerita Ibunya!

Opini

Didesak Minta Maaf soal ‘Santri Calon Teroris’, Ini Jawaban Denny Siregar
Pernikahan Sesama Perempuan, Suwarti Diancam 7 Tahun Penjara-kompasnasional

Arsip

Pernikahan Sesama Perempuan, Suwarti Diancam 7 Tahun Penjara