Viewer: 855
0 0

Home / Opini

Selasa, 23 Juni 2020 - 20:02 WIB

Derita Orang Tua karena PPDB Pakai Usia, Anak Ranking 1 Tak Bisa Sekolah

Viewer: 856
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 12 Detik

Kompasnasional | Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menggunakan seleksi umur membuat orang tua murid resah. Pasalnya aturan ini menjadikan usia paling tua dalam sistem penerimaan jalur zonasi menjadi diprioritaskan.

Hari ini, para orang tua murid yang tergabung dalam Gerakan Emak dan Bapak Peduli Pendidikan dan Keadilan (Geprak) menggelar unjuk rasa di Balai Kota untuk memprotes sistem ini. S

Suhada, peserta aksi yang juga orang tua murid mengaku sudah terkena dampaknya.

Anaknya yang ingin masuk salah satu SMA gagal mendapatkan sekolah yang diinginkan. Padahal, puterinya itu mendapatkan peringkat 1 nilai akademik terbaik di salah satu SMP di Tanjung Priok Jakarta Utara.

Baca Juga  Pakar Psikologi: Jujur dan Bahagia Jadi Kunci Kesembuhan Pasien Covid-19

“Anak saya peringkat 1, tapi kalah sama yang tua-tua,” ujar Suhada di lokasi, Selasa (23/6/2020).

Suhada lantas menunjukan foto sertifikat peringkat satu anaknya dari sekolah asal. Nilai akedemiknya juga ditunjukan dengan rata-rata 9,1.

Ia mengaku khawatir dengan sistem ini mengingat anaknya masih cukup muda dari standar usia masuk SMA. Masuk sekolah swasta pun juga bukan menjadi pilihan buatnya.

Baca Juga  Saat Malam Pertama, Suami Kaget Istrinya yang Lugu Minta Gaya Aneh

“Sekarang anak saya kan pinter, sudah kita didik. Jadi sia-sia dong kalau kalah sama umur,” jelasnya.

Agung Wibowo Hadi (46) salah satu perwakilan Geprak mengatakan tak mempermasalahkan adanya siswa yang tua masuk sekolah. Namun menurutnya harus dipisahkan dari jalur zonasi.

“Namanya pendidikan kan terukur. Kalau sekolah buat siswa yang tua, gak sempat atau bisa sekolah ya enggak apa-apa. Tapi jangan dimasukan di jalur zonasi saingan sama anak kita yang masih muda,” pungkasnya.(S/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Selingkuh Penyebab Nomor Dua Perceraian, Apa Nomor Satunya

Berita

Rekomendasi Pansus Soroti SDM Hingga Penyadapan KPK

Opini

Refly: Fadli Zon Ibarat Alien, Partainya ke Pemerintah tapi Rajin Kritik

Opini

Ade Armando Bongkar Dugaan Jaringan Narkoba Nia Ramadhani, Wow!

Opini

Indo Barometer: SBY Sutradara Ungkap Isu Kudeta PD

Arsip

Tujuh Orang Akan Menyusul Masuk Bui

Opini

Natalius Pigai Diskakmat Balik Wamenkumhan, Langsung Menciut!

Opini

Hadiri Deklarasi KAMI, Hikmahanto: Dubes Palestina Bisa Dipanggil Pulang