Viewer: 655
0 0

Home / Opini

Senin, 28 Desember 2020 - 12:48 WIB

Kemendikbud di Bawah Nadiem Makarim Dianggap Jadi Kementerian Paradoks

Viewer: 656
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 3 Detik

Kompasnasional l Pengamat pendidikan, Indra Charismiadji, menilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai kementerian paradoks. “Karena kebijakan yang dihasilkan itu bertentangan dengan apa yang ingin mereka buat,” kata Indra dalam diskusi Catatan Akhir Tahun Pendidikan 2020, Ahad, 27 Desember 2020.

Indra mencontohkan salah satunya ketika Menteri Nadiem Makarim menggunakan jargon Merdeka Belajar yang ternyata merupakan merek dagang pemilik Sekolah Cikal, Najeela Shihab, yang juga Dewan Pembina Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK)-mitra Kemendikbud.

Baca Juga  Dukung Pernyataan Presiden Prancis, Ade Armando: Umat Islam Harus Berterimakasih

“Kenapa harus pakai jargon yang sama? Berarti kurang kreatif, hanya memakai apa yang sudah dipakai timnya,” kata dia.

Selain jargon, Indra juga menyebut Program Organisasi Penggerak (POP) merupakan copy paste Komunitas Organisasi Penggerak (KOP). Program KOP berada di bawah naungan Jaringan Semua Murid Semua Guru yang diinisiasi Najeela.

Bagaimana mau mendorong kreativitas kalau kementerian sendiri tidak kreatif. Jadi kementerian paradoks,” ujar Indra.

Selain itu, Indra juga menilai gotong royong di Kemendikbud sangat lemah. Hal itu ditandai dengan sejumlah organisasi pendidikan, seperti NU, Muhammadiyah, dan PGRI yang memutuskan mundur dari POP. Kemudian Kemendikbud di bawah Nadiem juga menghilangkan tradisi rembuknas, pertemuan antara kepala dinas pendidikan se-Indonesia dan pejabat Kemendikbud.

Baca Juga  Refly Harun: Kalau AHY Bukan Lagi Ketua Umum Partai Demokrat, Hilang dari Peredaran Elite...

“Bukan saya mengada-ada, saya bicara dengan dinas-dinas pendidikan, mereka mengatakan sama sekali tidak ada komunikasi dengan pihak Kemendikbud apa yang mau dibuat,” katanya. (T/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Indo Barometer: SBY Sutradara Ungkap Isu Kudeta PD

Opini

Kritik Anies Terkait Reklamasi Ancol, Ferdinand: Jangan Dia Pikir Semua Orang Jakarta ini Bodoh

Opini

Aksi Blusukan Risma Ancam Citra Anies Baswedan dan Tokoh Nasional Lain

Opini

Demokrat soal Cuit Paha Dianggap Pelecehan: Perlu Pembuktian

Arsip

Risma di Pilgub DKI, Antara Janji ke Surabaya dan Loyalitas ke PDIP

Opini

Pemikiran Soekarno tentang pendidikan nasional dianggap jauh melampaui zaman

Opini

DPR Sebut UU MLA Potensi Tarik Rp 10 Ribu Triliun dari Swiss

Opini

Ahli Psikologi Ungkap Penyebab Rizieq Shihab Walk Out