Viewer: 724
0 0

Home / Opini

Selasa, 30 Juni 2020 - 22:40 WIB

Bang Neta Curiga Anak Buah Anies Baswedan Ini Ingin Mengadu Domba KPK dengan Polri

Viewer: 725
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 16 Detik

Kompasnasional | Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengingatkan anggota TGUPP DKI Jakarta Bambang Widjojanto (BW) untuk menjauhi perilaku post power syndrome. Pasalnya, Neta melihat ada kesan anak buah Gubernur Anies Baswedan itu mengadu domba internal KPK dengan kepolisian.

Menurut Neta, tidak elok BW memuji penyidik KPK Novel Baswedan dalam penangkapan mantan Sekretaris MA Nurhadi, seolah-olah kesuksesan itu merupakan hasil kerja pribadi.

“Padahal, IPW melihat sejak Nurhadi buron, KPK sudah meminta bantuan Polri. Hingga pertengahan Februari lalu Nurhadi terlacak keberadaannya sedang melakukan sholat duha di sebuah mesjid di Jakarta. Namun, berhasil kabur. Sedikitnya lima kali Nurhadi terpantau di lima mesjid tetapi tetap lolos,” ujar Neta dalam pesan tertulis, Rabu (3/6).

Neta juga mengatakan, KPK selama ini serius melacak keberadaan orang-orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Bahkan, semua informasi diikuti dengan cermat, hingga akhirnya Nurhadi berhasil ditangkap Senin kemarin (1/6).

“Bagi KPK pimpinan Komjen Firli Bahuri, semua informasi yang masuk selalu diposisikan sesuatu yang penting, sehigga dibahas bersama tim. Tidak ada individu yang dominan, apalagi merasa sok hebat sendiri,” ucapnya.

Baca Juga  Pesan PKS ke Menag Baru: Jangan Jualan Isu Radikal dan Terorisme

Neta kemudian memeberkan kronologis penangkapan Nurhadi. Lembaga antirasuah menurutnya sudah mengantongi Informasi sejak Senin siang. Kemudian terdeteksi Nurhadi masuk ke rumah yang beralamat di Bilangan Simpruk, Jakarta Selatan pada Senin sore.

Malam harinya baru dilakukan penggeledahan dengan melibatkan semua unit kerja di KPK. Selain itu, juga melibatkan satu regu anggota Polri berseragam lengkap dengan senjata laras panjang. Anggota Polri ikut mengawal penangkapan Nurhadi untuk mengantisipasi situasi. Sebab, ada isu Nurhadi selama ini berlindung pada seorang oknum.

“IPW menilai tim KPK dan Polri bekerja profesional dengan menjunjung tinggi kepastian hukum dan menghormati HAM. IPW berharap sinergi tim KPK dan Polri bisa semakin mantap dan solid, agar oknum oknum yang melindungi DPO menjadi ciut nyali. Tidak seperti KPK di era sebelumnya,” kata Neta.

Dari rangkaian penangkapan yang dilakukan, Neta menilai sangat aneh Bambang Widjojanto tiba-tiba memuji Novel Baswedan setinggi langit.

Baca Juga  Pakar Minta Aturan Wajib Tes Corona Dihapus Dari Protokol Perjalanan Dalam Negeri, Kenapa?

“Bambang seolah mimpi di siang bolong dengan post power syndromenya dan mencoba menciptakan pahlawan kesiangan,” katanya.

Neta berharap dengan solidnya kerja sama KPK dan Polri, maka tidak ada lagi pahlawan kesiangan. Tidak ada lagi figur yang merasa sok hebat sendiri dan tidak ada lagi perpecahan di tubuh KPK. Selain itu, juga tidak ada lagi istilah polisi Taliban dan polisi India di KPK.

“Bambang yang sudah di luar pagar, jangan lagi post power syndrome untuk menguasai dan merecoki KPK. Lebih baik bekerja profesional, mengurusi jabatannya sebagai Ketua Komite Pencegahan Korupsi di Pemprov DKI Jakarta,” tutur Neta.

Misalnya, memantau dugaan korupsi di balik dana bansos atau banyak masalah di balik penyaluran Bansos di Jakarta. Langkah tersebut dinilai jauh lebih penting daripada Bambang post power syndrome terhadap KPK. “Toh Bambang sudah digaji besar oleh Pemprov DKI Jakarta,” pungkas Neta.(JPNN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Yangsi, Desa Penuh Misteri di China yang Dihuni Manusia Kerdil

Opini

Minta Kapolri Jenderal Idham Aziz Izinkan Warga Punya Pistol dengan Peluru 9 MM, Ini Syaratnya

Opini

KLB Partai Demokrat Pengamat: Sebaiknya Moeldoko Mundur dari KSP

Opini

Peryerang kantor PWI Riau dapat diancam penjara lima tahun

Opini

Kejagung ke Otto Hasibuan: Kami Eksekusi Vonis PK Djoko Tjandra, Bukan Penahanan

Opini

Kalau Jokowi Pinang Risma & Susi Pudjiastuti, Demi Bangsa dan Negara: Pasti Diterima!
Sore Ini Sibolangit Hujan Lebat Disertai Petir-KompasNasional

Arsip

Sore Ini Sibolangit Hujan Lebat Disertai Petir

Arsip

THR PNS Akan Cair Besok