Viewer: 698
0 0

Home / Kesehatan

Jumat, 18 Desember 2020 - 16:13 WIB

Kekurangan Zat Besi Jadi Ancaman Serius Generasi Emas Indonesia

Viewer: 699
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 14 Detik

Kompasnasional l Jika tidak ditangani, kekurangan zat besi dapat membuat Generasi Emas Indonesia tidak tumbuh secara optimal dan
menghambat mimpi bangsa untuk menjadi negara maju pada perayaan 100 tahun Indonesia pada 2045.

Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin mengatakan, tercapai atau tidaknya mimpi bangsa terkait Generasi Emas 2045 ditentukan oleh kualitas anak-anak yang saat ini masih balita. Sayangnya, satu dari tiga balita Indonesia, yang nantinya akan menjadi penggerak generasi maju, berisiko menghadapi tantangan tumbuh kembang yang bersifat permanen akibat dari kekurangan zat besi.

Baca Juga  2 Olahraga Ini Tak Disarankan Ahli Selama Pandemi COVID-19

“Untuk itu, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia ingin mengajak orang tua untuk bisa memberikan perhatian khusus dalam memastikan kebutuhan harian gizi anak, termasuk zat besi, telah terpenuhi dan terserap dengan baik,” ungkap Arif di sela virtual talkshow ‘Kekurangan Zat Besi Sebagai Isu Kesehatan Nasional di Indonesia dan Dampaknya Terhadap Kemajuan Anak Generasi Maju’, Kamis (17/12/2020).

Tanpa zat besi, organ-organ tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak baik secara kognitif, fisik, hingga sosial,” jelasnya.

Salah satu penyebab utama terjadinya kekurangan zat besi adalah kurangnya konsumsi asupan makanan kaya zat besi, terutama dari sumber hewani seperti daging merah, hati, ikan, dan ayam. Jika tidak ditangani, gangguan ini bisa jadi permanen,” paparnya.

Baca Juga  Dikarenakan Kelelahan,Siswa SPN Polda Kepri Meninggal Dunia

Oleh karena itu, menjadi penting bagi orang tua untuk memastikan kebutuhan gizi harian anak terpenuhi, serta senantiasa memberikan stimulasi yang tepat untuk bisa mendorong pertumbuhan anak menjadi anak generasi maju yang berpikir cepat, tumbuh tinggi, tangguh, aktif bersosialisasi, dan percaya diri,” tandasnya. (BSC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Pesan Spesialis Jantung Agar tak Kolaps Seperti Dialami Markis Kido dan Eriksen

Kesehatan

Guru Besar FKUI: Kalau Mekanisme Riset Dilalui Sesuai Prosedur, Tak Perlu Ribut – Ribut

Kesehatan

Dokter Anak: Kasus Covid mulai Banyak Menyerang Bayi hingga Remaja

Berita

BPOM Minta Masyarakat Tidak Mengkonsumsi Albothyl Dulu

Kesehatan

Mempertanyakan Aspirasi Pemerintah dalam Kebijakan Rokok

Kesehatan

Kemenkes Ungkap Pengidap Penyakit Tak Menular Lebih Berpotensi Terjangkit Corona

Asahan

Lions Club Golden Estate Diserbu 600an Masyarakat Kurang Mampu

Gaya Hidup

Kapan Waktu Sarapan yang Baik?