Home / Kesehatan

Rabu, 6 Januari 2021 - 13:35 WIB

Dokter Anak: Kasus Covid mulai Banyak Menyerang Bayi hingga Remaja

Viewer: 475
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 59 Detik

Kompasnasional l ADA anggapan bahwa anak tidak berisiko terkena covid-19 karena kasusnya yang sedikit dan jarang ditemukan. Dokter spesialis anak dan konselor laktasi dari RS PMI Bogor Fransiska Sri Susanti membantah anggapan sesat itu.

Buat orang-orang yang masih menganggap anak-anak ga mungkin kena covid, aku kasih tau ya.. sekarang ini dari hasil pemeriksaan swab PCR sudah mulai ada anak-anak yang hasilnya positif, dari umur bayi sampai remaja. Makin hari jumlahnya makin meningkat,” tulisnya di akun medsosnya, belum lama ini.

Sejauh ini, belum pernah ada kasus terkonfirmasi positif covid-19 pada anak yang perlu dirawat di RS tempatnya bekerja. Artinya, sebagian besar memang mengalami gejala ringan atau bahkan tanpa gejala. Tapi di beberapa rumah sakit lain, kata Fransiska, sudah banyak dokter yang merawat kasus covid-19 anak.

Baca Juga  27 Warga Cipayung Jaktim Positif, Diduga Sepelekan Corona

Meski tidak sampai dirawat, dr Fransiska mengingatkan, anak-anak yang terkonfirmasi covid-19 maupun yang tidak terkonfirmasi, akan menjadi carrier atau sumber penularan yang utama kepada anggota keluarga lainnya.

Buat orang-orang yang masih menganggap anak-anak ga mungkin kena covid, aku kasih tau ya.. sekarang ini dari hasil pemeriksaan swab PCR sudah mulai ada anak-anak yang hasilnya positif, dari umur bayi sampai remaja.

Makin hari jumlahnya makin meningkat,” tulisnya di akun medsosnya, belum lama ini. Sejauh ini, belum pernah ada kasus terkonfirmasi positif covid-19 pada anak yang perlu dirawat di RS tempatnya bekerja.

Pada beberapa kasus menunjukkan tes PCR anak negatif covid-19, sedangkan orangtuanya positif covid-19 tapi tanpa gejala.

Namun, menurutnya, tes PCR itu perlu diulang. “Sangat mungkin belum positif. Jadi hati-hati,” imbuhnya.Selain melakukan tes ulang, disiplin melakukan 3 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak) serta 3 T (tracing, testing dan treatment) harus ditegakkan.

Baca Juga  Dinilai Palsu dan Cacat, Ilmuwan Dunia Kritik Makalah soal Pemakaian Masker

Dengan banyaknya kasus orang tanpa gejala, dr Tiwi pun berterima kasih kepada orangtua yang telah menginformasikan kondisi sebenarnya kepada para dokter. Sehingga, rumah sakit bisa melakukan 3 T dengan cepat.”Walaupun registrasi vaksinasi sudah mulai dilakukan, perjuangan kita melawan covid masih panjang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman B Pulungan SpA (K) mengatakan 1 dari 9 kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Indonesia ialah anak-anak berusia 0-18 tahun. Sejauh ini, kasus kematian anak akibat covid-19 di Indonesia sebesar 3,2% dan itu tertinggi di Asia Pasifik. Karena itulah, IDAI bersikukuh menyatakan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih yang terbaik dilakukan dalam kondisi saat ini. (MI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Jumlah Pasien Corona yang Dirawat di RS Wisma Atlet Terus Berkurang
Diskes Taput Cari Vaksin Palsu di Klinik dan Apotek-kompasnasional

Arsip

Diskes Taput Cari Vaksin Palsu di Klinik dan Apotek

Berita

P-AP3I: Bakti Sosial Pijat Tradisioal “Back to Nature” Pilihan Untuk Sehat

Gaya Hidup

Sering Disingkirkan saat Makan, Ini 7 Manfaat Konsumsi Seledri

Berita

Lions Club Medan Golden Estate dan Pascasarjana UMSU Gelar Bakti Sosial Donor Darah, Cek Gula Darah dan Pemeriksaan THT

Kesehatan

Asam Lambung Naik, Ini 5 Cara Meredakannya Tanpa Minum Obat!

Daerah

Satu Warga Stabat Langkat Positip COVID-19 Meninggal Dunia

Gaya Hidup

Kapan Waktu Sarapan yang Baik?