Home / Kesehatan

Rabu, 6 Januari 2021 - 13:35 WIB

Dokter Anak: Kasus Covid mulai Banyak Menyerang Bayi hingga Remaja

Viewer: 463
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 59 Detik

Kompasnasional l ADA anggapan bahwa anak tidak berisiko terkena covid-19 karena kasusnya yang sedikit dan jarang ditemukan. Dokter spesialis anak dan konselor laktasi dari RS PMI Bogor Fransiska Sri Susanti membantah anggapan sesat itu.

Buat orang-orang yang masih menganggap anak-anak ga mungkin kena covid, aku kasih tau ya.. sekarang ini dari hasil pemeriksaan swab PCR sudah mulai ada anak-anak yang hasilnya positif, dari umur bayi sampai remaja. Makin hari jumlahnya makin meningkat,” tulisnya di akun medsosnya, belum lama ini.

Sejauh ini, belum pernah ada kasus terkonfirmasi positif covid-19 pada anak yang perlu dirawat di RS tempatnya bekerja. Artinya, sebagian besar memang mengalami gejala ringan atau bahkan tanpa gejala. Tapi di beberapa rumah sakit lain, kata Fransiska, sudah banyak dokter yang merawat kasus covid-19 anak.

Baca Juga  Mulai 18 Desember, Keluar Masuk Jakarta Wajib Sertakan Hasil Rapid Test Antigen

Meski tidak sampai dirawat, dr Fransiska mengingatkan, anak-anak yang terkonfirmasi covid-19 maupun yang tidak terkonfirmasi, akan menjadi carrier atau sumber penularan yang utama kepada anggota keluarga lainnya.

Buat orang-orang yang masih menganggap anak-anak ga mungkin kena covid, aku kasih tau ya.. sekarang ini dari hasil pemeriksaan swab PCR sudah mulai ada anak-anak yang hasilnya positif, dari umur bayi sampai remaja.

Makin hari jumlahnya makin meningkat,” tulisnya di akun medsosnya, belum lama ini. Sejauh ini, belum pernah ada kasus terkonfirmasi positif covid-19 pada anak yang perlu dirawat di RS tempatnya bekerja.

Pada beberapa kasus menunjukkan tes PCR anak negatif covid-19, sedangkan orangtuanya positif covid-19 tapi tanpa gejala.

Namun, menurutnya, tes PCR itu perlu diulang. “Sangat mungkin belum positif. Jadi hati-hati,” imbuhnya.Selain melakukan tes ulang, disiplin melakukan 3 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak) serta 3 T (tracing, testing dan treatment) harus ditegakkan.

Baca Juga  KPAI Kritisi SKB 4 Menteri Izinkan Pembelajaran Tatap Muka di Zona Kuning

Dengan banyaknya kasus orang tanpa gejala, dr Tiwi pun berterima kasih kepada orangtua yang telah menginformasikan kondisi sebenarnya kepada para dokter. Sehingga, rumah sakit bisa melakukan 3 T dengan cepat.”Walaupun registrasi vaksinasi sudah mulai dilakukan, perjuangan kita melawan covid masih panjang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman B Pulungan SpA (K) mengatakan 1 dari 9 kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Indonesia ialah anak-anak berusia 0-18 tahun. Sejauh ini, kasus kematian anak akibat covid-19 di Indonesia sebesar 3,2% dan itu tertinggi di Asia Pasifik. Karena itulah, IDAI bersikukuh menyatakan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih yang terbaik dilakukan dalam kondisi saat ini. (MI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

2 Pakar Prediksi Jumlah Pasien Corona RI Meledak Habis Lebaran

Kesehatan

5 Tanda Seseorang Diam-diam Pernah Terinfeksi Corona

Berita

Peduli Kemanusian Asner Anjangsana ke Rumah Roida Siregar Penderita Kanker Payudara Stadium 4

Daerah

Satu Warga Stabat Langkat Positip COVID-19 Meninggal Dunia

Kesehatan

Wali Kota Bogor Bima Arya Benarkan Habib Rizieq Shihab Sudah Pulang dari RS Ummi

Kesehatan

2 Olahraga Ini Tak Disarankan Ahli Selama Pandemi COVID-19

Kesehatan

Kantor BPJS Kesehatan Medan tutup, Begini Cara Masyarakat daftar BPJS Kesehatan

Asahan

Pengabdian Lions Club Golden Estate diserbu warga