Home / Kesehatan

Jumat, 18 Juni 2021 - 18:21 WIB

Pesan Spesialis Jantung Agar tak Kolaps Seperti Dialami Markis Kido dan Eriksen

Viewer: 468
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 38 Detik

Kompasnasional l Dokter spesialis jantung dan pembuluh dari Universitas Padjadjaran Vito A. Damay berpesan kepada masyarakat, agar tidak kolaps seperti yang dialami pebulu tangkis Markis Kido dan Eriksen saat melakukan aktifitas olahraga.

Legenda bulu tangkis nasional Markis Kido diketahui mengalami serangan jantung saat bermain bulu tangkis pada Senin (14/6) kemarin.

Denmark Christian Eriksen (29) juga kolaps saat melakoni laga di Piala Eropa 2020.

Vito berpesan untuk bijak dalam menentukan intensitas latihan olahraga.

Menurutnya, orang dengan riwayat hipertensi seperti almarhum Markis Kido bisa aman melakukan olahraga bulu tangkis.

Asalkan, kondisinya terkontrol atau stabil normal dengan obat.

Untuk hipertensi yang terkontrol sebenarnya tidak apa apa, artinya terkontrol itu stabil normal dengan obat,” ujarnya melalui pesan elektronik, dikutip Kamis (17/6).

Baca Juga  Demo Covid Meluas, TV China Sensor Penonton Piala Dunia Tak Bermasker

Hanya saja, terkadang penyandang hipertensi tak sadar penyakitnya sudah menyebabkan komplikasi seperti penebalan jantung atau pembengkakan jantung.

Untuk itu, Vito yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mengingatkan pentingnya pemeriksaan di organ target komplikasi hipertensi.

Seperti Elektrokardiogram (EKG), foto x-ray atau echo, laboratorium fungsi ginjal, kolesterol serta gula dar

Selain itu, masyarakat umum dinilai perlu menjaga detak jantung maksimal, agar tahu olahraga yang dilakukan memenuhi tujuan atau tidak, terutama untuk meningkatkan kesehatan jantung.

Cara menghitungnya yakni 220 dikurangi usia, lalu dikali 60-70 persen, untuk mendapatkan kisaran target detak jantung intensitas sedang.

Menurut Vito, olahraga yang baik untuk kesehatan jantung adalah 60-70 persen dari detak jantung maksimal menurut usia. Amannya paling tinggi 85 persen.

Baca Juga  Pemburu Harimau Sumatera Semakin Leluasa Bergerak Saat Pandemi Covid-19

“Lain halnya kalau seorang atlet atau ingin mencapai prestasi tertentu, karena itu perlu latihan bertahap dan di bawah pengawasan profesional,” katanya.

Lebih lanjut, mengenai olahraga ekstrem yang berat dan jangka panjang berpotensi menyebabkan kerusakan otot jantung masih dalam penelitian.

Sejauh ini, studi menemukan kerusakan otot jantung dari MRI jantung terjadi pada sebagian kecil orang yang melakukan olahraga ekstrem berat jangka panjang.

Walau begitu, sebagian besar orang tidak melakukan olahraga seperti ini, dan batasan olahraga ekstrem berat jangka panjang itu sangat sulit dicapai kebanyakan orang. (JPNN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

2 Pakar Prediksi Jumlah Pasien Corona RI Meledak Habis Lebaran
Hanya dengan Beralih Gaya Hidup, Risiko Kanker Payudara Dapat Dicegah -KompasNasional

Arsip

Hanya dengan Beralih Gaya Hidup, Risiko Kanker Payudara Dapat Dicegah

Kesehatan

3 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama dengan Nas Putih, Efeknya Bisa Bikin Gula Darah Naik!

Kesehatan

Kapolda Metro Soal Kerumunan: Kapolsek, Wakapolsek Tanah Abang Positif Covid-19

Kesehatan

Mulai Sekarang Stop Buang Kulit Semangka! Manfaatnya Ajaib Banget buat Cegah Penyakit Serius yang Bisa Sebabkan Kematian Ini!

Kesehatan

Ini 6 tempat dengan risiko tinggi penularan virus corona menurut WHO

Kesehatan

Kenal Dengan Tanaman Sayuran Ini? Panen Setiap 10 Hari Dapatkan Rp.42 Juta! Bukan Hoax

Kesehatan

Pakar: Penyebaran Covid-19 Paling Sering Terjadi Melalui Tangan