Viewer: 846
0 0

Home / Kesehatan

Sabtu, 4 Juli 2020 - 18:54 WIB

Kemenkes Ungkap Pengidap Penyakit Tak Menular Lebih Berpotensi Terjangkit Corona

Viewer: 847
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 33 Detik

Kompasnasional | Orang-orang yang mengidap penyakit tak menular disebut lebih berpotensi terinfeksi COVID-19. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Cut Putri Arianie.

Menurut Putri, negara lain yang tengah dilanda pandemi corona seperti Italia dan Amerika Serikat juga mengalami kondisi yang serupa. “Memang orang-orang kelompok penyakit tidak menular ini adalah orang rentan terinfeksi (COVID-19),” tutur Putri dalam diskusi di Graha BNPB pada Sabtu (4/7).

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Eka Ginanjar. Eka menyatakan bahwa pengidap penyakit tak menular akan menderita COVID-19 lebih lama dibandingkan orang tanpa penyakit tak menular. “Jadi ada dua hal yang mudah tertular dan kalau tertular akan menjadi lebih berat dibandingkan dengan orang yang tidak punya penyakit tidak menular,” jelas Eka dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga  Kapan Waktu Sarapan yang Baik?

Adapun salah satu penyakit tidak menular dan membuat pengidapnya lebih rentan terinfeksi COVID-19 adalah hipertensi. Eka pun menjelaskan bahwa pengidap hipertensi memiliki kondisi pembuluh darah yang tidak baik dan kekebalan tubuh yang semakin menurun.

“Kekuatan mukosa lapisan- lapisan tubuhnya itu sudah tidak terlalu bagus lagi,” ungkap Eka. “Jadi mudah tertular.”

Penyakit penyerta alias komorbid pada pasien COVID-19 disebut mempengaruhi masa penyembuhan. Kepala Divisi Tropik Infeksi Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto Soroy Lardo mengatakan bahwa pasien COVID-19 dengan komorbid membutuhkan perawatan sekitar dua hingga tiga minggu.

Baca Juga  UPTD Puskesmas Salo Gelar Kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektoral

“Jadi kalau pasien itu dengan komorbid, tentu akan lama, ya, jadi bisa perawatan itu dua sampai tiga minggu,” ungkap Soroy pada Kamis (2/7) lalu. “Tapi kalau tanpa komorbid itu biasanya kita evaluasi itu sampai dua minggu.”

Di sisi lain, Indonesia melaporkan 1.447 kasus positif COVID-19 pada Sabtu (4/7) hari ini. Dengan demikian, total kasus terkonfirmasi kini telah mencapai 62.142.

Dari angka tersebut, 28.219 pasien telah dinyatakan sembuh. Sedangkan 3.089 pasien COVID-19 dilaporkan meninggal dunia.(WK/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Reses Ditengah Pandemi, Jamil Zeb Tumori Luncurkan Program Kesejahteraan Masyarakat
Foto Menkes Budi Gunadi sadikin

Berita

Menkes Sebut Kasus Covid-19 Subvarian XBB Terbanyak di Bali

Kesehatan

Dijual Murah, Siapa Sangka Tape Singkong Ampuh Cegah Penyakit Serius Ini!

Berita

Reses Ditengah Pandemi, Jamil Zeb Tumori Luncurkan Program Kesejahteraan Masyarakat

Berita

Jelang Idul Adha, Fitriani Manurung Ajak Warga Kota Medan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Berita

Rahasia Menakjubkan Kemiri, Bisa Jadi Ramuan Penyakit Asam Urat

Kesehatan

Sudah Kewalahan, Anies Baswedan Minta Pemerintah Pusat Pimpin Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Berita

Ketua DPR Minta Polisi Usut Label Susu Kental Manis