Viewer: 820
0 0

Home / Kesehatan

Sabtu, 4 Juli 2020 - 18:54 WIB

Kemenkes Ungkap Pengidap Penyakit Tak Menular Lebih Berpotensi Terjangkit Corona

Viewer: 821
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 33 Detik

Kompasnasional | Orang-orang yang mengidap penyakit tak menular disebut lebih berpotensi terinfeksi COVID-19. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Cut Putri Arianie.

Menurut Putri, negara lain yang tengah dilanda pandemi corona seperti Italia dan Amerika Serikat juga mengalami kondisi yang serupa. “Memang orang-orang kelompok penyakit tidak menular ini adalah orang rentan terinfeksi (COVID-19),” tutur Putri dalam diskusi di Graha BNPB pada Sabtu (4/7).

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Eka Ginanjar. Eka menyatakan bahwa pengidap penyakit tak menular akan menderita COVID-19 lebih lama dibandingkan orang tanpa penyakit tak menular. “Jadi ada dua hal yang mudah tertular dan kalau tertular akan menjadi lebih berat dibandingkan dengan orang yang tidak punya penyakit tidak menular,” jelas Eka dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga  Wali Kota Bogor Bima Arya Benarkan Habib Rizieq Shihab Sudah Pulang dari RS Ummi

Adapun salah satu penyakit tidak menular dan membuat pengidapnya lebih rentan terinfeksi COVID-19 adalah hipertensi. Eka pun menjelaskan bahwa pengidap hipertensi memiliki kondisi pembuluh darah yang tidak baik dan kekebalan tubuh yang semakin menurun.

“Kekuatan mukosa lapisan- lapisan tubuhnya itu sudah tidak terlalu bagus lagi,” ungkap Eka. “Jadi mudah tertular.”

Penyakit penyerta alias komorbid pada pasien COVID-19 disebut mempengaruhi masa penyembuhan. Kepala Divisi Tropik Infeksi Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto Soroy Lardo mengatakan bahwa pasien COVID-19 dengan komorbid membutuhkan perawatan sekitar dua hingga tiga minggu.

Baca Juga  Dokter Reisa: Masker Harus Diganti Setiap 4 Jam

“Jadi kalau pasien itu dengan komorbid, tentu akan lama, ya, jadi bisa perawatan itu dua sampai tiga minggu,” ungkap Soroy pada Kamis (2/7) lalu. “Tapi kalau tanpa komorbid itu biasanya kita evaluasi itu sampai dua minggu.”

Di sisi lain, Indonesia melaporkan 1.447 kasus positif COVID-19 pada Sabtu (4/7) hari ini. Dengan demikian, total kasus terkonfirmasi kini telah mencapai 62.142.

Dari angka tersebut, 28.219 pasien telah dinyatakan sembuh. Sedangkan 3.089 pasien COVID-19 dilaporkan meninggal dunia.(WK/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Korban Keracunan Nasi Kuning di Tasikmalaya Bisa Tembus 500 Orang, Bakteri Diduga dari Santan
Gubernur Papua dievakuasi ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik Air dan langsung dibawa ke RSPAD Jakarta

Berita

Gubernur Papua dievakuasi ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik Air dan langsung dibawa ke RSPAD Jakarta

Kesehatan

Berbahaya! 3 Ikan Yang Sering di Konsumsi ini Bikin Dampak Negatif Bagi Kesehatan

Kesehatan

BPOM Ingatkan Vaksin Sinovac Belum Boleh Disuntikkan Meski sudah Disebar

Berita

539 Calon Pengantin Dari Lima Kecamatan Mengikuti Tes Narkoba

Berita

Wali Kota Diminta Evaluasi atas Pelayanan Puskemas di Medan yang Dikeluhkan Pasien BPJS

Kesehatan

Pesan Wantimpres Sidarto Danusubroto Kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran

Kesehatan

Airlangga sebut pemerintah mulai lakukan vaksinasi Covid-19 pekan depan