Viewer: 851
0 0

Home / Kriminal / Medan

Senin, 22 Juni 2020 - 22:59 WIB

Pengakuan Ayah Pembunuh 2 Anak Tiri di Medan, Kesal Gara-gara Korban Sebut Dirinya Bapak Pelit

Viewer: 852
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 17 Detik

Kompasnasional | Petugas gabungan dari Polrestabes Medan dan Polsek Medan Kota melaksanakan prarekonstruksi kasus pembunuhan sadis yang dilakukan Rahmadsyah (30) terhadap dua anak tirinya di Jalan Brigjen Katamso Medan, Senin (22/6/2020) sore.

Pantauan di lokasi, personel kepolisian sempat membatalkan jalannya prarekonstruksi lantaran ramainya warga menyesaki lokasi.

Setelah massa membubarkan diri, personel kepolisian melanjutkan jalannya prarekonstruksi.

Sebanyak 17 reka adegan digelar di dua titik areal sekolah, yang menjadi lokasi pembunuhan dan pembuangan jenazah kedua bocah tersebut.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, prarekonstruksi berlangsung dengan 17 adegan digelar di 2 titik di areal sekolah.

“Prarekonstruksi berlangsung 17 adegan,” ujarnya, didampingi Wakapolrestabes AKBP Irsan Sinuhaji, Kasatreskrim Kompol Martuasah Tobing, dan Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadan di lokasi prarekonstruksi.

Lanjutnya, kejadian ini bermula ketika Jumat (19/6/2020) malam, ibu korban Fathuljanah (30) mengantarkan kedua anaknya ke rumah neneknya di Jalan Brigjen Katamso Gg Kesatria Medan.

Setelah keduanya diantar, kedua korban menjumpai ayahnya yang berada di rumah kontrakan di Jalan Brigjen Katamso Gg Abadi, yang berada di belakang sekolah Global Prima.

Baca Juga  Hasil Tes Kejiwaan Jessica Mengejutkan

“Kedua korban meminta dibelikan es krim,” jelas Kapolrestabes Medan.

Namun, karena tidak memiliki uang, tersangka Rahmadsyah menolak permintaan kedua anaknya.

“Pengakuan tersangka karena ditolak, kedua korban kemudian mengatakan ‘bapak pelit’, dan akan mengadu ke ibunya untuk mencari bapak baru,” ungkap Kombes Pol Riko.

Diduga kesal mendengar ucapan tersebut, tersangka kemudian mengamuk dan membenturkan kepala kedua korban ke dinding.

Tak puas juga, pelaku menginjak-injak tubuh korban untuk memastikan kedua korban meninggal dunia.

Kemudian, jasad kedua korban dibuang di dua tempat terpisah.

Satu di parit dan satu di sudut bangunan seputaran areal sekolah.

“Pada Sabtu (20/6/2020) ibu korban sempat menanyakan keberadaan kedua anaknya. Namun pelaku tidak menjawab, tapi raut wajah pelaku ketakutan,” beber Kapolrestabes Medan.

Ibu korban mengira bahwa kedua buah hatinya itu berada di kediaman orangtuanya (nenek korban).

“Baru pada Minggu (21/6/2020) pelaku mengirimkan chat lewat massenger (Facebook) ke istrinya kalau kedua anaknya berada di parit sekolah (meninggal dunia),” imbuhnya.

Baca Juga  Densus 88 Selidiki Penyerangan terhadap Wakapolres Karanganyar

Trik Polisi Alihkan Massa

Sementara itu, proses prarekonstruksi ini nyaris batal karena ramainya warga yang memadati lokasi.

Sejak pukul 13.05 WIB para personel Polsek Medan Kota telah berjaga di rumah TKP pembunuhan.

Namun, karena antusias yang tinggi dari masyarakat menyebabkan polisi kewalahan hingga akhirnya membuat skema pengecohan.

Tersangka Rahmadsyah (30) awalnya didatangkan sekitar pukul 15.19 WIB dengan menggunakan baju tahanan oranye Polsek.

Namun, beberapa menit kemudian tersangka kembali dimasukkan ke dalam mobil untuk dipulangkan.

Selanjutnya polisi mengumumkan kepada masyarakat bahwa prarekonstruksi dibatalkan.

Pengumuman ini agar ratusan warga segera membubarkan diri.

Cara tersebut berhasil. Warga setempat yang berkerumun di lokasi praprekonstruksi akhirnya berpulangan.

Sekitar pukul 16.10 WIB tersangka yang disamarkan pakai jaket hitam akhirnya berhasil masuk.

Proses prarekonstruksi pun dilakukan penyidik Polrestabes Medan dan Polsek Medan Kota. (TN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Peneror Ditawari Terima Uang Rp10 Juta

Arsip

Kasus Judi 4 Anggota DPRD Tapanuli Utara dan Seorang PNS Tak Kunjung P21

Arsip

Firza Husein dan Kak Emma Kompak Bela Rizieq Syihab

Berita

Coba Rampok Wanita Driver GoCar, Mahasiswa Ini Babak Belur Dihajar Massa
Foto Ilustrasi pemerkosaan

Berita

Bujuk Rayu Kades Perkosa Gadis 20 Tahun, Janji Nikahi-Beri Jabatan

Berita

Poldasu Layangkan Panggilan Pertama Kepada Ketua KNPI Sumut
Foto pemkukulan anggota DPR terhadap seorang wanita

Berita

4 Bulan Penjara untuk Anggota DPRD Palembang Pukul Wanita di SPBU

Berita

Presiden Dapat Gelar Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri dari Kesultanan Deli