Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Kriminal / Nasional / Reviews

Selasa, 30 Agustus 2016 - 14:15 WIB

Peneror Ditawari Terima Uang Rp10 Juta

Viewer: 580
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 50 Detik

kompasnasional.com | JAKARTA

Mabes Polri menyebutkan pelaku teror di Gereja Santo Yoseph Medan Sumatera Utara, yaitu IAH (17) mendapatkan tawaran terima uang Rp10 juta dari seseorang.

“Jadi IAH ditawari uang kalau mau saya (seseorang) kasih Rp10 juta,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Agus Rianto di Jakarta, Senin (29/8/2016).

Agus menuturkan IAH mau menerima uang, namun remaja itu belum mengetahui dana itu untuk keperluan apa.

Saat ini, petugas Kepolisian masih mendalami dan menyelidiki keterangan dari Tersangka IAH terkait aksi teror terhadap pendeta Gereja Santo Yoseph tersebut.

Agus mengungkapkan IAH bertemu seseorang itu, Kamis (25/8/2016) hingga terjalin komunikasi dan orang tidak dikenal itu mengarahkan Tersangka.

Usai bertemu, IAH merakit bom dengan cara menyambungkan korek api dengan kabel dan sekantong bubuk yang diberi orang tersebut.

Agus menambahkan IAH merangkai benda tersebut sesuai arahan dari orang kenalannya itu dan pengetahuan melalui internet.

Bahkan IAH sempat membuat dan mencoba meledakkan seperti ban pecah yang diketahui kakak Tersangka di kosan.

Selanjutnya, IAH mengikuti ibadah guna melancarkan aksi teror terhadap pendeta di Gereja Santo Yoseph, Minggu (28/8/2016).

Pengakuan Pelaku

Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Santo Yoseph Medan, Ivan Armadi Hasugihan (18) akhirnya mau bicara terkait aksi nekatnya menyerang Pastor Albert dan meledakkan bom. Ia mengaku disuruh oleh orang tak dikenal.,

Baca Juga  Alami Kekerasan dari Ayah Sendiri Usai Labrak Selingkuhannya, Shafa Dibela KPAI

“Pelaku menerangkan bahwa dia hanya disuruh orang yang ia ketemu di jalan untuk melakukan peledakan,” kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Agus Rianto dalam keterangannya, Minggu (28/8/2016).

Namun pihaknya tidak serta merta percaya atas pengakuan IAH. Sebab, setiap pelaku kejahatan pasti memiliki psikologi bertahan diri untuk berbohong.

Agus melanjutkan, petugas kepolisian di Medan masih mempelajari profil IAH. Pelaku merupakan warga Jalan Setia Budi Medan, di KTP-nya tertulis pelajar/mahasiswa.

Sebelumnya sempat beredar informasi kalau Ivan melakukan aksi bom bunuh diri itu karena dendam dengan Pastor Albert. Namun, polisi juga belum yakin. Polisi masih menyelidiki kasus ini.

Pastor Terluka

Sebelumnya, Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Jalan Dr Mansur Nomor 75 Medan, Sumatera Utara, mendapat teror bom bunuh diri, Minggu (28/7/2016). Teror dengan membawa bom itu melukai seorang pastor.

Ialah Pastor Albert S Pandingan, mengalami luka ringan di bagian lengan kiri.

Beberapa saksi menceritakan, peristiwa itu terjadi ketika Pastor Albert S Pandingan hendak berkotbah di mimbar.

Namun tiba-tiba seorang laki-laki yang diduga berinisial IAH menghampiri pastor tersebut sambil membawa sebuah bom rakitan dalam tas dan sebilah pisau.

Baca Juga  Bupati Samosir Menerima dan Menyambut Baik Audiensi Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Pangururan

Beberapa jemaat gereja tersebut langsung menghubungi pihak Kepolisian yang menurunkan tim penjinak bahan peledak dari Satuan Brigade Mobile Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Brimob Polda Sumut).

Selain mengamankan pelaku teror, pihak kepolisian juga melakukan sterilisasi di gereja tersebut melalui tim penjinak bahan peledak dari Satuan Brimob Polda Sumut.

“Tidak ada korban, hanya si pembawa bom luka-luka kena ledakan sendiri,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar.

Peristiwa tersebut terjadi saat Pastor hendak berkhotbah. Seorang pria tiba-tiba berlari mendekati Pastor Albert S Pandiangan menuju altar.

“Sebelum sampai di altar telah keluar percikan api dari ransel tersebut dan mulai membakar dirinya sendiri,” kata Boy.

Pria tersebut lalu mengejar Pastor yang berupaya menghindar. “Umat terkejut dan mulai mengejar pembawa bom dan mengambil ransel yang sudah terbakar,” kata Boy.

“Pastor dan semua umat selamat,” Boy menambahkan.

Setelah menangkap bomber, jemaat langsung menghubungi polisi. “Menurut pembawa bom, dia tidak sendiri,” ucap Boy.

Polisi menemukan berbagai barang bukti di dalam ransel, antara lain bom rakitan, pisau, kampak, dan berbagai senjata tajam lainnya (Sukmajaya Panjaitan)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Prostitusi, Narkoba Dan Judi Marak Di Kota Siantar, GEMAPRONADI Akan Lakukan Aksi Besar-besaran

Berita

Pemda Kapuas Hulu Gelar Pertemuan Dengan BNNP Kalbar

Berita

24 Tengkorak Manusia Gagal Diselundupkan ke Belanda dari Bali

Berita

COVID-19 DI TOBA CENDERUNG BERTAMBAH

Berita

Aniaya Aktivis, Kades Sinyior Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapsel Disurati Polisi

Asahan

Pemkab Asahan Ajak Masyarakat Mengikuti Program Kartu Pra Kerja, Ini Syaratnya

Berita

Keputusan Terbaru Menhub Tentang Driver Online

Berita

Di Hadapan DPRD, Bupati Tapsel Ucapkan Rasa Syukur Atas Opini WTP 8 Kali Berturut-turut