KompasNasional.com,Medan – Presiden RI H Joko Widodo, di Medan, Minggu mendapat gelar Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri dari Kesultanan Deli.

Usai mendapat gelar itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku sangat berterima kasih  kepada Kesultanan Deli atas gelar yang diberikan kepadanya.

“Di dalam gelar adat ini, saya merasakan terkandung amanat dan tugas berat yang diberikan pada saya untuk mewujudkan harapan dari Kesultanan Deli,  kerajaan-kerajaan se-Nusantara, pemangku adat Indonesia, dan ulama,”katanya.

Harapan untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang Baldatun, Thoyibatun Wa Rabbun Gofur.

Menurut Jokowi, banyak yang berpikir bahwa kemajuan dapat dicapai dengan mengesampingkan budaya dan menyingkirkan adat istiadat.

Tetapi bagi Indonesia, kata Jokowi, justru energi utama dan modal untuk meraih kemajuan Indonesia adalah budaya.

Untuk itu, Jokowi mengajak semua pihak untuk turut melestarikan budaya dan adat istiadat.

Baca Juga  Pimpin Rapat bersama Forkopimda, Bupati Taput Ingatkan PPKM lebih Efektif Tekan Kasus Aktif Covid-19.

“Indonesia maju dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur asli bangsa Indonesia,” ujarnya.

Prosesi pemberian gelar di Istana Maimoon Medan itu berlangsung khidmat yang didahului pembacaan sinopsis Gelar Adat oleh Profesor Dr H OK Saidin SH Mhum bergelar Datuk Sri Amar Lela Cendikia.

Prosesi kemudian dimulai dengan pemasangan Tengkulok oleh Pemangku Sultan Deli Tengku Hamdy Osman Delikhan Alhaj kepada Presiden Jokowi.

Kemudian Pin Kesultanan dan Keris disematkan oleh Sultan Deli Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perksa Alam. Dan berakhir dengan penandatanganan Surat Ceri dan Cap Kesultanan.

Acara terakhir Presiden Jokowi ditepung tawari oleh Sultan Deli dan beberapa unsur perwakilan. termasuk, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang bergelar Datuk Laksamana Nara Diraja dan pejabat lainnya.

Sultan Deli  Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perksa Alam, dalam sambutannya menyampaikan bahwa gelar Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri merupakan gelar bangsawan tertinggi di Kesultanan Deli.

Baca Juga  Tarif Listrik Naik, Industri Tekstil Terancam 'Gulung Tikar'

Gelar itu bermakna pemimpin yang baik pembawa angin segar ke pelosok negeri.

Menurut Sultan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan penganugerahan gelar tersebut kepada Presiden Jokowi.

Pertimbangan-pertimbangan utama antara lain setelah menyaksikan betapa kerasnya upaya  Presiden  Jokowi dalam menjalankan program-program pemerintahan, membangun negara, dan mensejahterakan kehidupan rakyat di tengah gejolak politik dan ekonomi yang melanda dunia saat ini.

Kemudian perhatian besar Presiden Jokowi terhadap kelangsungan hidup Kesultanan dan kerajaan yang tersebar di seluruh penjuru negeri.

Hal itu dibuktikan dengan pelaksanaan serangkaian pertemuan secara rutin oleh Presiden dengan para sultan dan raja se-Nusantara untuk mengidentifikasi dan mencari solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh Kesultanan dan Kerajaan beserta masyarakat adat.(Antara/TR)