Home / Arsip / Arsip 2016 / Ekonomi / Nasional / Reviews

Senin, 26 September 2016 - 13:44 WIB

Rupiah Masih Diposisi Rp 13.000-an per USD

Viewer: 1198
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 33 Detik

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) masih berada di level Rp 13.000-an per USD. Rupiah dibuka di Rp 13.076 per USD atau melemah tipis dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 13.081 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah sempat menguat ke level Rp 13.069 per USD. Namun, saat ini Rupiah kembali berada di Rp 13.086 per USD.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juli 2016, nilai tukar (kurs) Rupiah di 34 provinsi di Indonesia melemah (depresiasi) terhadap empat mata uang dunia yang beredar di Tanah Air, yakni Dolar Amerika Serikat (USD), Dolar Australia (AUD), dan Euro (EUR), dan Yen Jepang.

Baca Juga  Kapal Penyelundup 200 Bal Monza dan 4 Ton Bawang Ilegal Ditangkap

Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo mengatakan Rupiah terdepresiasi paling tinggi terhadap Yen Jepang, sebesar 3,41 persen, di mana Maluku Utara menjadi provinsi dengan level terendah kurs tengah yang mencapai Rp 132,74 per Yen Jepang.

“Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu keempat Agustus 2016 yang mencapai Rp 130,74 per Yen Jepang. Ini karena ada intervensi dari pemerintah Jepang dan terhadap pasar keuangan Jepang,” kata Sasmito di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (15/9).

Terhadap Euro, Rupiah terdepresiasi sebesar 2,42 persen. Dengan level terendah rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu keempat Agustus 2016 yang mencapai Rp 14.912,91.

Baca Juga  Markas GMBI Dibakar, Polisi Amankan 20 Pelaku Terduga Anggota FPI

Rupiah juga terdepresiasi terhadap Dolar Australia (AUD) sebesar 1,59 persen. Dengan level terendah rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu keempat Agustus 2016 yang mencapai Rp 10.033,89 per AUD.

Sedangkan untuk Dolar Amerika (USD), Rupiah terdepresiasi sebesar 1 persen. Dengan level terendah rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu kelima Agustus 2016 yang mencapai Rp 13.237,81 per USD.

“Kondisi di Amerika yang pengangguran menurun memberi dampak ke semua negara. Australia karena pertumbuhan ekonominya bagus. Uni Eropa juga mata uangnya menguat terhadap Rupiah,” pungkasnya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Ditabrak Minibus L300, Pengendara Sepedamotor Tewas di Tempat-kompasnasional

Arsip

Ditabrak Minibus L300, Pengendara Sepedamotor Tewas di Tempat

Berita

Pemerintah Akan Impor 500 Ribu Ton Beras

Arsip

Jakarta Tenggelam 2030, Ini yang Dilakukan Jokowi

Berita

Menteri Susi Diminta Fokus pada Peningkatan Produksi Ikan

Arsip

Pelaku Teror bom Gereja di Medan Menyusup Diantara Jemaat

Berita

Penyidik KPK Diperiksa Polda Metro, Diduga Terkait Buku Merah

Berita

Ancam Tutup Pelabuhan, Warga Priok yang Demo Kemenkumham Bubarkan Diri

Berita

Seorang ASN dan Honorer Ditetapkan Tersangka Korupsi Dispenda