Viewer: 1093
0 0

Home / Opini

Sabtu, 22 Agustus 2020 - 14:14 WIB

VIRAL Video Dugaan Pelecehan Bendera Merah Putih, Ahli: Nggak Main-main Hukumannya, Serius Sekali!

Viewer: 1094
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 30 Detik

Kompasnasional | Ahli hukum dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr Muhammad Rustamaji, SH MH memberikan tanggapannya terkait video viral dugaan sekelompok remaja melecehkan bendera Merah Putih.

Menurut Rustamaji, jika apa yang dilakukan mereka benar adanya, yakni dengan menginjak bendera Merah Putih, maka ada konsekuensi hukum atas tindakan tersebut.

Rustamaji melanjutkan, menginjak-injak bendera merupakan satu perbuatan yang melanggar hukum yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, Dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan.

Dalam UU tersebut, tidak hanya menginjak-injak sebagai pelanggarannya, namun juga termasuk merusak, merobek, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan bendera negara.

“Itu bisa dipenjara lima tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta. Nggak main-main hukumannya, serius sekali,” tegas alumnus S3 Hukum UNDIP ini.

Rustamaji melanjutkan penjelasnnya terkait dengan konsep fiksi hukum.

Konsep ini menganggap ketika suatu peraturan perundang-undangan telah diundangkan atau disahkan, maka pada saat itu setiap orang dianggap tahu (presumption iures de iure) dan ketentuan tersebut berlaku mengikat.

Baca Juga  Novel Sarankan Listyo Sigit ‘Bebaskan HRS agar Dicintai Islam, Ferdinand: Semua Agama Cinta Hukum

Ahli hukum dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Muhammad Rustamaji.jpg
Sehingga ketidaktahuan seseorang akan hukum tidak dapat membebaskan atau memaafkan dirinya dari tuntutan hukum.

Fiksi hukum juga berlaku dalam pelaksanaan UU 24 tahun 2009 di atas.

“Jadi ndak bisa bilang, ‘pak saya kan tidak tahu’. Alasan itu tidak diterima di mata hukum.”

“UU ini juga termasuk delik formil, yang artinya ketika unsur pindanya terpenuhi bisa diproses secara hukum,” imbuh Rustamaji.

Oleh karena itu, Rustamaji menekankan pentingnya ada edukasi secara masif perihal aturan hukum kepada masyarakat, termasuk UU 24 tahun 2009 ini.

Sehingga masyarakat tidak tersesat dikemudian hari karena ketidaktahuannya terhadap hukum yang berlaku.

“Tentu ini perlu dilakukan oleh semua elemen yang ada, tidak hanya hukum sebagai ujung tombaknya.”

“Melainkan juga institusi pendidikan, agama, sosial dan humaniora penting untuk juga mengambil peran ini.”

“Misalnya kalau di sekolah bisa lewat paskibra. Atau lewat kreator untuk membuat konten menarik yang bisa mengedukasi generasi milenial,” tandas Rustamaji.

Sejumlah remaja tengah berpose di atas kain merah putih yang disebut bendera Indonesia
Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan beredarnya video TikTok sekelompok remaja perempuan tengah menginjak-injak serta duduk di kain yang tampak berwarna merah dan putih.

Baca Juga  Papan Reklame Liar Bakal Ditumbangkan

Sembari membuat konten TikTok, mereka tampak santai dan asik berpose di atas kain yang dijadikan semacam alat tersebut.

Aksi mereka menginjak kain itu seketika membuat warganet meradang.

Ada sejumlah warganet menyebut jika kain yang tampak berwarna merah putih itu adalah bendera Indonesia.

Melaui akun TikTok @kaae01 mereka telah memberikan klarifikasinya.

Mereka menyebut jika yang menjadi alas yang digunakan bukan merupakan bendera merah putih.

Tapi melainkan dua kain yang berbeda, satu berwana krem dan lainnya merah.

Namun setelah proses editing di aplikasi Adobe Lightroom, kain tersebut tampak seperti bendera merah putih.

Sebelumnya unggahan sekelompok perempuan tersebut menjadi viral hingga mendapatkan berbagai macam komentar.

Dalam video TikTok yang mereka buat, juga disertai dengan lagu bertema kemerdekaan Indonesia.

Banyak netizen yang menyayangkan aksi mereka, bahkan menyebut aktivitas mereka tersebut telah menodai lambang negara, Sang Merah Putih(TN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

UU Cipta Kerja Telanjur Ditandatangani Jokowi, Yusril Sarankan Ini untuk Perbaikan

Opini

Orang Tua Siswa Desak Anies Hapus Aturan Usia PPDB Jakarta

Berita

Polisi Rencanakan Periksa Amien Rais sebagai Saksi Kasus Hoax Ratna Sarumpaet

Opini

ACTA nilai alasan reklamasi sangat konyol dan berbau SARA.

Opini

FKDT Sambut Gembira Penunjukan Gus Yaqut Menjadi Menteri Agama

Arsip

Beberapa Terpidana Mati Kasus Narkoba Akan Berakhir Hidupnya Pekan Ini

Opini

Viral Logo HUT RI ke-75 Disebut Mirip Simbol Salib, Ini Tanggapan Pemerintah

Opini

Peneliti UGM: Klaim Kesatuan Islam-Minang, Instrumen Politik