Home / Opini

Kamis, 11 Maret 2021 - 17:57 WIB

Gede Pasek: KPK Bakal Menjadi Medan Pertarungan Moeldoko vs Cikeas

Viewer: 456
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 17 Detik

Kompasnasional l Sekjen Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) I Gede Pasek Suardika menganggap munculnya Muhammad Nazaruddin dalam kisruh Partai Demokrat arahnya sudah jelas. Baginya, bukan tanpa alasan kubu Moeldoko memasang sosok yang pernah disebutnya koruptor besar paling sakti itu.

”Masak strategi Jenderal memakai figur yang antagonis menjaga citranya. Apalagi kasus2 yg dinyanyikan nazar blm kedaluwarsa,” cuit Pasek di akun twitternya, Kamis (11/3/2021.

Menurut dia, adanya Nazaruddin menunjukkan bahwa medan pertempuran melawan kubu Cikeas akan diarahkan kubu Moeldoko ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia meyakini kubu Moeldoko memang sedang menunggu kubu Cikeas menyerang sosok Nazaruddin secara terbuka.

Baca Juga  Cak Nun Sebut Rizieq Shihab Bukan Habib, Ini Kata PA 212

”Itulah yg ditunggu kubu Moeldoko. Muntahan pernyataan, data, dokumen tentang gurita korupsi akan ditembakan,” tulis Pasek.

Istilah gurita mengingatkan orang pada buku Gurita Cikeas yang ditulis almarhum George Aditjondro perihal dugaan-dugaan korupsi yang membuat keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) panas.

Pasek pun memprediksi bila Nazaruddin kembali ”bernyanyi” maka kehebohan yang terjadi bakal melebihi kasus korupsi mantan Menteri KP Edhy Prabowo maupun mantan Mensos Juliari Batubara.

”Bayangkan jika dokumen lengkap, aliran uang dan rahasia lainnya diungkap krn Nazar berteriak maka isu bisa bergeser bahkan bisa menutupi isu korupsi Benih Lobster dan Bansos. Hiruk pikuk bisa berpindah. Tampaknya kubu AHY terjebak membidik Nazar Krn itu yg ditunggu lawannya,” katanya.

Baca Juga  Sekali Dayung, Gaet Tiga Laki-Laki Bersaudara

”Kita lihat saja ke depannya, akankah kuda troya Nazar bermanfaat bagi kubu Moeldoko atau justru menjadi bantal empuk serangan kubu Cikeas. Apa yang muncul di permukaan berbeda jauh dengan pertarungan arus deras dibawah air. Penonton selalu diajak berpikir adu strategi,” kata bekas loyalis Anas Urbaningrum di Partai Demokrat itu. (SN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Serikat Guru: Pelaksanaan Sistem PPDB DKI Jakarta Harus Ditinjau Ulang

Opini

Kemendikbud di Bawah Nadiem Makarim Dianggap Jadi Kementerian Paradoks

Opini

Ustaz Abdul Somad: Kredit Mobil dan Motor Enggak Haram

Opini

Sebut Hibah Akidi Tio Tak Ada Unsur Pidana, Pakar Minta Polisi Tidak Cari Pasal

Opini

Viral Logo HUT RI ke-75 Disebut Mirip Simbol Salib, Ini Tanggapan Pemerintah

Opini

Hendropriyono Prediksi Ancaman Indonesia 2021

Opini

Laporkan Rektor ke KPK, Mahasiswa Unnes Malah Dipulangkan ke Orangtua

Berita

Sejarah Wabah Besar yang Melanda Dunia Setiap 100 Tahun (1720, 1820, 1920, 2020)