Home / Arsip / Arsip 2016 / Nasional / Reviews

Kamis, 8 September 2016 - 11:52 WIB

Video Mahasiswa UI Ini Bikin Ahok Keki dan Emosi

Viewer: 585
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 51 Detik

Pemilihan Gubernur DKI Jakarta masih Februari tahun depan. Namun aroma persaingan antar kubu calon gubernur mulai tercium.

Kandidat yang akan memperebutkan kursi DKI 1 mulai saling serang di hadapan publik. Masing-masing partai pendukung juga mulai bermanuver agar calon mereka dilirik pasar. Tak ketinggalan suara pendukung yang pro dan kontra membuat masa-masa jelang pendaftaran pilgub semakin panas.

Pekan ini, heboh video seorang mahasiswa Universitas Indonesia yang mengenakan almamaternya membuat seruan menolak calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama kembali memimpin DKI. Mahasiswa yang belakangan diketahui bernama Boby Fedrik Sudianto, itu menyebut alasan Ahok, sapaan Basuki, tak pantas lagi memimpin Jakarta karena dianggap sebagai pemimpin zalim yang gagal menyejahterakan warga DKI Jakarta.

“Dia tidak becus untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran di Jakarta, harga melambung tinggi, bahkan kriminalitas di mana-mana,” ujar Boby.

Boby juga menyinggung sejumlah kasus korupsi yang melibatkan Ahok dan meminta segera diusut lembaga penegak hukum yang berwenang.

Video itu tersebar dengan cepat di media sosial. Boby membuat video itu dengan durasi 1 menit 37 detik yang diambil di depan Gedung Rektorat UI.

Pihak UI buru-buru memberikan klarifikasinya. Kampus menyatakan apa yang dilakukan Boby adalah ilegal dan bukan merupakan sikap resmi mereka.

Baca Juga  Razia Diskotek, Polisi Berpangkat AKP Ditangkap Karena Bawa Ekstasi dan Sabu

Justru, pihak UI menilai Video tersebut dinilai telah melanggar etika kegiatan akademik dan tata tertib kehidupan kampus, termasuk melanggar Ketetapan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia No.008/SK/MWA-UI/2004. Di mana, setiap mahasiswa dilarang melakukan diskriminasi atas dasar agama, etnisitas, gender, orientasi seksual, orientasi politik dan cacat fisik.

“Dapat kami sampaikan pula bahwa Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan UI bukanlah lembaga resmi UI maupun Fakultas di UI sehingga tidak diperkenankan untuk menggunakan nama, logo dan atribut UI,” tegas Kepala Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti, dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (7/9).

Boby telah dipanggil pihak kampus dan dimintai klarifikasinya.

“Universitas Indonesia sebagai institusi pendidikan menghormati hak individu dan memberikan kebebasan berpendapat bagi setiap civitas akademika UI namun tetap harus mematuhi aturan dan tata tertib yang berlaku di UI,” sambungnya.

Sadar yang dilakukannya tidaklah tepat, Boby juga turut minta maaf. Bahkan dia telah menyatakan permohonan maaf itu di atas kerta bermeterai.

“Menyatakan menyesal dengan beredarnya video bertajuk “Gema Pembebasan UI Tolak Ahok”, yang menampilkan saya dengan jaket almamater UI berorasi di depan Gedung Rektorat UI. Saya mengakui kekeliruan yang telah saya lakukan karena menggunakan properti UI tanpa izin pihak universitas dan isi orasi yang menyebabkan keresahan pada seluruh civitas Universitas Indonesia pada Umumnya. Oleh karena itu saya mohon maaf kepada pimpinan Universitas Indonesia atas perbuatan tidak menyenangkan yang telah saya lakukan dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut di atas,” tulis Boby dalam suratnya itu.

Baca Juga  Justin Beiber 'Bunuh' Akun Instagram, Ada Apa?

Pihak kampus kini telah memberikan sanksi pada Boby. Sanksi lisan maupun tulisan.

Lihat Videonya disini!

Rupanya Ahok mengetahui beredarnya video tersebut. Dia merasa tersinggung. Ahok langsung keki dan emosi.

Andai dia menjadi pihak kampus, Ahok tak akan membiarkan mahasiswa seperti Boby tetap mengenyam pendidikan di UI.

“Saya pikir dia melanggar, saya enggak berhak (ngeluarin), itu urusan UI. Kalau saya (rektor UI), saya pecat jadi mahasiswa. Karena enggak guna,” kata Ahok di Balai Kota, kemarin.

Dia menyayangkan seorang mahasiswa di kampus negeri yang cukup bergengsi membuat video yang dinilainya tak patut.

“Karena UI ini dibayar dengan APBN. Jadi kalau kamu lulusan dari perguruan tinggi negeri kamu harus sadar, kamu lulus dibayar oleh uang rakyat. APBN kita dasarnya adalah 4 pilar. Kalau kamu sudah melanggar pancasila dan UUD 45, buat apa negara membiayai kamu jadi seorang yang rasis,” tutupnya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Saat Malam Pertama, Suami Kaget Istrinya yang Lugu Minta Gaya Aneh-kompasnasional

Arsip

Saat Malam Pertama, Suami Kaget Istrinya yang Lugu Minta Gaya Aneh

Berita

Kangkangi Permendikbud, SDN 060942 Medan Deli Legalkan Pungli

Arsip

PDIP dan Golkar akan bersatu di 16 daerah dalam Pilkada Jawa Barat

Berita

Kombes Pol Andi Rian Tidak akan Tebang Pilih Terkait Pelaku Perjudian Berkedok Tempat Ibadah

Arsip

Berkelakuan Baik, Saipul Jamiell Divonis 3 Tahun Penjara

Berita

2 Tewas dan 3 Luka-luka Dihantam Mobil Pajero

Berita

Obor Asian Para Games Tiba di Medan Besok

Berita

Dikarenakan Kelelahan,Siswa SPN Polda Kepri Meninggal Dunia