Home / Arsip / Arsip 2016 / Internasional / Reviews

Senin, 29 Agustus 2016 - 14:36 WIB

Turki Cabut Larangan Jilbab di Kepolisian

Viewer: 690
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 5 Detik

Para petugas polisi perempuan Turki kini akan dapat mengenakan jilbab di balik topi atau baret mereka, asalkan coraknya polos dan warnanya sama dengan seragam polisi.

Larangan jllbab di kampus-kampus dan lembaga-lembaga negara – kecuali untuk peradilan, militer dan polisi sebelum ini – juga telah dicabut dalam beberapa tahun terakhir.

Selama bertahun-tahun, jilbab menjadi kontroversi di Turki. Kaum sekularis menganggapnya sebagai simbol konservatisme agama.

Baca Juga  Jokowi soal 3 tahun berkuasa: Silakan rakyat yang menilai

Sejak tahun 1920-an, Turki menetapkan konstitusi sekuler yang menetapkan tidak ada agama resmi negara.

Selama ini oposisi menuduh Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) berakar Islam yang dipimpinnya mencoba untuk mengubah dasar sekularisme Turki.

Presiden Erdogan telah lama mengkampanyekan hak berjilbab di institusi negara, yang oleh oposisi dituding hendak mengubah sistem sekuler Turki

Namun, debat publik juga berkembang untuk menerima jilbab sebagai ekspresi kebebasan individu.

Baca Juga  Dua KK Pengungsi Sinabung Belum Dapat Pengganti Rumah

Terhadap pencabutan larangan jilbab di kepolisian kali ini, tidak muncul penentangan yang kuat.

Presiden Erdogan telah lama mengkampanyekan hak rakyat Turki untuk mengekspresikan keyakinan agama mereka secara terbuka, tapi dia menyatakan berkomitmen pada sekularisme.

Pada tahun 2010, universitas-universitas di negara itu mencabut larangan penggunaan jilbab.

Tiga tahun kemudian, perempuan diizinkan untuk memakai jilbab di lembaga-lembaga negara – dengan pengecualian peradilan, militer dan polisi.

Tahun itu, empat anggota parlemen mengenakan jilbab di parlemen (bbc|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Lakukan Pungli, Dua PNS Dinas Pelayanan Terpadu Sumut Dituntut Penjara 15 Bulan

Arsip

Setelah Messi dan Neymar, Kali Ini ISIS “Eksekusi” Ronaldo

Arsip

18.192 KK di Bantargebang Bakal Terima Bau Uang Sampah Rp 300 Ribu

Nasional

Uji Coba Penghapusan 3 in 1, Volume Kendaraan Meningkat

Arsip

Optimisme dan impian Giring Nidji bawa perubahan lewat politik

Berita

Tiga Lokasi Favorit Berkemah untuk di Kawasan Sibolangit

Berita

Tol Penghubung Tanjung Morawa-Kualanamu Diresmikan, Tarif Masih Gratis

Arsip

Prediksi Inter Vs Juventus: Meneer De Boer di Ujung Tanduk