Home / Berita / Daerah / Gaya Hidup / Hiburan / Medan / Reviews / Travel

Kamis, 15 Februari 2018 - 12:55 WIB

Tiga Lokasi Favorit Berkemah untuk di Kawasan Sibolangit

Viewer: 3955
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 6 Detik

KompasNasional.com | Medan – Anda pecinta alam dan menggemari kegiatan kemping atau berkemah di alam terbuka. Ini 3 tempat berkemah paling diminati di Sumatera Utara.

Bumi Perkemahan Sibolangit di Berastagi, Sumatera Utara menjadi tempat wisata bagi traveler yang menyukai tantangan hidup di alam.

Berkemah di tengah alam, diselimuti angin sejuk Berastagi, dan pemandangan bukit serta pohon pinus menjadi moment yang tidak terlupakan.

Kawasan tersebut sudah dibuka untuk umum bagi wisatawan atau pengunjung. Pasalnya Bumi Perkemahan Sibolangit memiliki  lapangan yang berbukit–bukit dan berada di kaki Gunung Sibayak dengan udara yang sejuk.

Wisatawan yang kekurangan tenda juga bisa menyewa dari penjaga Perkemahan Sibolangit, hanya sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu tergantung besarnya.

Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit
Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit 

Wisatawan juga hanya dipungut retribusi uang kebersihan sebesar Rp 5 ribu oleh penjaga.

Untuk mencapai ke sana, wisatawan bisa menumpangi bus jurusan Kabanjahe seperti Sinabung Jaya, Sumatera Transport dan Borneo dengan biaya atau ongkos Rp 13 ribu.

Baca Juga  Jokowi: Usai Dilantik, Kami Presiden-Wapres Seluruh Rakyat Indonesia

Jarak dari Medan ke Sibolangit menggunakan bus hanya sekitar 1 jam lebih. Atau wisatawan juga bisa mengendarai sepeda motor dan singgah di beberapa objek wisata sekitar Sibolangit.

Wisatawan menikmati suasana berkemah di Bumi Perkemahan Sibolangit.
Wisatawan menikmati suasana berkemah di Bumi Perkemahan Sibolangit. (Tribun Medan)

Sekitar 10 kilometer dari Perkemahan Sibolangit anda juga bisa menyambangi Tibrena, kawasan taman dan restoran terapung yang menawarkan wisata kemping atau berkemah di taman hutan buatannya.

Restoran_Tibrena_Mekar
Restoran Tibrena Mekar

Hutan tersebut berada di sebuah desa  yang hanya memiliki 3 kepala keluarga. Untuk menuju ke sana, traveller harus melewati jalan batu balok, bebatuan, hingga tanah.

Sesampainya di desa, traveller bisa menitipkan sepeda motor di rumah warga, dan berjalan sekitar 300 meter ke dalam hutan.

Di sana, wisatawan akan melewati pepohonan tinggi besar, semak-semak hingga sedikit tanjakan dengan jurang di bawahnya. Di sana juga ada lahan datar yang sering dimanfaatkan berkemah sambil menikmati pemandangan Air Terjun Sampuran Putih yang berada sekitar 10 meter dari lahan kemah.

Baca Juga  PT. Pos Indonesia Salurkan BPNT Kepada 6.261 Keluarga di Pematangsiantar

Berjarak sekitar 50 km dari Medan dengan waktu sekitar lebih kurang 2 jam via Patumbak atau via Bandar Baru, atau 45 menit dari kecamatan Sibolangit.

Dapat ditempuh dengan berkendara pribadi, baik mobil atau motor dengan melewati kurang lebih 3 desa dengan kondisi jalan menuju kesana sudah cukup baik.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum naik angkutan dari Simpang Bukum, Bandar Baru ke jurusan Desa Suka Maju dengan waktu kurang lebih setengah jam. Setelah tiba di Desa Cinta Rakyat, wisatawan bisa berhenti dan berjalan kaki menuju Sampuran Putih dan sekitar 2 kilometer juga bisa ke Desa Negeri Suah. Karena angkutan tidak bisa lewat, mengingat akses menuju Negeri Suah sangat kecil dan belum beraspal alias tanah yang licin.

(Tribun/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Diduga Dalang Dan Inisiator Suap Akil Mochtar Masyarakat Desak KPK Segera Tangkap Oknum Bupati Tapanuli Tengah

Berita

Dit Polairud Menjemput Masyarakat Pesisir Menggunakan Speedboat Untuk Mengikuti Vaksinasi Massal

Berita

Pemerintah Pusat Mulai Menyalurkan Bantuan PPKM Darurat

Berita

Launching Pelaksanaan Vaksinasi Booster, Wakil Bupati: Sinergitas Bersama Merupakan Kunci Kesuksesan Pelaksanaan Vaksinasi Booster

Berita

Covid Tembus 20 Ribu, Pemerintah Bahas Revisi Aturan PPKM

Travel

Libur Panjang Akhir Oktober, Penumpang Pesawat Bisa Naik 110 Ribu

Berita

Gubernur Kalbar:: Jangan Sampai Ada Zona Merah Di Kalbar

Arsip

Yudi Latief: Pancasila memiliki energi positif perkuat persatuan