Viewer: 814
0 0

Home / Korupsi

Senin, 21 Desember 2020 - 19:55 WIB

Terima Duit Dari Imam Nahrawi, Pengawal Tahanan KPK Dipecat

Viewer: 815
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 38 Detik

Kompasnasional l Pengawal Tahanan (Waltah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial TK diberhentikan secara tidak hormat lantaran melanggar kode etik dan perilaku lembaga, salah satunya menerima uang serta pemberian lain dari tahanan kasus rasuah.
Pelaksana tugas Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri menjabarkan, TK terbukti mengabaikan kewajiban menolak dan melaporkan setiap gratifikasi yang dianggap suap, serta mengadakan hubungan langsung dengan pihak yang kasusnya sedang ditangani KPK.

Dua tahanan KPK yang terlibat dalam kasus yang menjerat TK antara lain eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Robi Okta Fahlevi.

“Dewan Pengawas KPK telah menjatuhkan putusan kepada TK (Pegawai Tidak Tetap Pengamanan Dalam Biro Umum) dengan sanksi berat berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat sebagai Pegawai KPK,” kata Ali Fikri, Senin (21/12).

Baca Juga  Empat Pejabat BPN Terjaring OTT ,Kejari Sita Rp32,4 juta

TK dinilai terbukti melanggar kode etik yang diatur dalam Pasal 4 ayat (1) huruf g dan h serta Pasal 4 ayat (2) huruf a Peraturan Dewan Pengawas Nomor 02 tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Ali menjelaskan perbuatan yang dilanggar TK di antaranya seperti memberikan nomor kontak telepon kepada salah seorang tahanan, telah menerima bingkisan makanan berupa tiga dus pempek, meminjam uang sebesar Rp800.000, hingga menerima uang Rp300.000 dari Imam Nahrawi.

Pengacara Imam Nahrawi, Wa Ode Nur Zainab, membantah kliennya telah memberikan uang kepada Waltah KPK. Terlebih, kata dia, Imam tidak pernah memegang uang lantaran kebutuhan makan sudah disediakan pihak rumah tahanan (Rutan).

Baca Juga  Hampir Setahun Buron, Terpidana Proyek Alat Tangkap Ikan Diringkus Kejati Sumut

“Saya tidak yakin akan hal itu karena setahu saya selama ini Pak Imam tidak pegang uang selama di Rutan (sesuai aturan Rutan). Untuk kebutuhan makan, sudah tersedia dari Rutan dan dapat kiriman makanan dari keluarga saat jadwal kunjungan/besuk,” kata Wa Ode Nur Zainab beralasan, Senin (21/12).

Sidang etik tersebut merupakan kali ke-empat yang dikerjakan Dewan Pengawas KPK.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri, Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap dan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pengaduan Masyarakat KPK, Aprizal, sudah lebih dulu dinyatakan terbukti melanggar kode etik dengan vonis yang berbeda.
( CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Ruangan Kasie Pidsus Kejari Subang Ikut Disegel KPK
KPK Bidik Maruli, Terkait Kasus Bansos di Sumut-kompasnasioal

Arsip

KPK Bidik Maruli, Terkait Kasus Bansos di Sumut

Arsip

Fakta menarik bapak dan anak kepala daerah ini menjadi tersangka di KPK

Korupsi

KPK panggil enam saksi kasus suap-gratifikasi perkara di MA

Berita

Istri Pejabat alias Ibu-ibu PKK ‘Jalan-jalan’ ke Lombok, Kasus Mengendap di Kejari Tobasa ?
Belum Sempat Dilantik, Bupati Rokan Hulu Jadi Tersangka Korupsi-KompasNasional

Arsip

Belum Sempat Dilantik, Bupati Rokan Hulu Jadi Tersangka Korupsi

Korupsi

Pebulu Tangkis Debby Susanto: Saya Tidak Pernah Terima Apapun dari Edhy Prabowo

Korupsi

Terdakwa Jiwasraya ke Jaksa: Bagaimana Saya Kendalikan 13 Manajer Investasi?