Viewer: 738
0 0

Home / Nasional

Rabu, 17 Juni 2020 - 17:59 WIB

Respon Pernyataan Jokowi, Firli Bahuri: KPK Sangat Tegas Jika Ada Perkara Korupsi

Viewer: 739
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 57 Detik

Kompasnasional | Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat memperingatkan aparat penegak hukum (APH), termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jangan asal ‘menggigit’ orang yang tidak salah.

Pernyataan tersebut kemudian direspon oleh Ketua KPK, Firli Bahuri.

“KPK sangat tegas jika ada perkara korupsi. Kami akan tindak tegas,” kata Firli dalam keterangannya, Rabu (17/6/2020).

Jokowi juga menyatakan agar para APH jangan menyebar ketakutan kepada penyelenggara negara yang tengah melaksanakan tugasnya.

Firli mengatakan, KPK selalu menggunakan pendekatan penindakan yakni dengan penegakan hukum yang tegas dan efektif.

Sehingga menimbulkan kesadaran untuk taat patuh pada hukum, bukan hanya sekedar membuat rasa takut akan sanksi yang berat.

“Kalau hanya menimbulkan rasa takut, maka para korupsi akan melakukan inovasi dan berkreasi untuk menemukan cara-cara modus operandi supaya tidak tertangkap,” kata Firli.

“Pendekatan penindakan yang dilakukan tentunya juga profesional, akuntabel, berkeadilan, kepastian hukum dan menjunjung tinggi HAM,” imbuh jenderal polisi bintang tiga ini.

Baca Juga  Jokowi: Tak Ada Kata Pesimis Untuk Ekonomi Indonesia Tahun Ini

Firli lantas menegaskan KPK akan bertindak sangat tegas apabila ditemukan pelanggaran dan unsur koruptif yang dilakukan penyelenggara negara.

Fokus KPK dalam upaya penegakan hukum, katanya, sesuai dengan amanat undang-undang yaitu pelaku penyelenggara negara atau aparat penegak hukum atau pihak terkait lainnya.

“Korupsi yang dilakukan pun menimbulkan kerugian negara atau keuangan negara. Apalagi jika korupsi dilakukan dalam situasi bencana, maka itu termasuk kejahatan berat dan ancaman hukumannya dengan hukuman mati,” tegas Firli.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan pemerintah tidak main-main dalam melaksanakan akuntabilitas keuangan negara.

Jokowi mengatakan hal yang utama dalam menjalankan akuntabilitas yakni pencegahan dan tata kelola keuangan yang baik.

Sehingga uang negara dapat digunakan dengan tepat untuk kepentingan masyarakat dan juga sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.

Baca Juga  Bank Banten rombak susunan direksi dan komisaris

“Tetapi kalau ada yang masih membandel, kalau ada niat untuk korupsi ada mens rea maka silakan bapak ibu digigit dengan keras, uang negara harus diselamatkan, kepercayaan rakyat harus kita jaga,” ujar Jokowi dalam pembukaan Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2020, Senin (15/6/2020).

Lebih lanjut, lembaga internal pemerintah seperti BPKP, inspektorat, dan juga LKPP pun dimintanya agar tetap fokus menjalankan pencegahan dan juga perbaikan tata kelola.

Selain itu, juga diperlukan kerja sama dengan lembaga-lembaga pemeriksa eksternal serta bersinergi dengan aparat penegak hukum.

“Dengan sinergi dan sekaligus check and balances antar lembaga dan dukungan seluruh rakyat Indonesia, saya yakin kita bisa bekerja lebih baik menangani semua masalah dan tantangan dengan lebih cepat dan bangkit melangkah maju mengawal agenda-agenda besar yang penting untuk bangsa,” kata Jokowi.(TM/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

MMAK Kembali Laporkan Mantan Bupati Rohul

Berita

Kerusuhan Mako Brimob Terjadi di Blok B dan C
Foto ilustrasi

Berita

Kasus Net89, Harta Reza Paten dan Bekas Bandana Atta Halilintar Disita

Arsip

5 Bocah Jenius Kuliah di Kampus Dunia, Salah Satunya Dari Indonesia

Arsip

Budi Waseso makin mirip Duterte, berambisi tembak mati bandar narkoba

Berita

Antasari Azhar Restui Firman Wijaya Lawan SBY
Foto Korban gempa di Cianjur

Berita

Dunia Berduka Atas Gempa Cianjur

Berita

Wapres Jusuf Kalla Serukan Masyarakat Dunia Tak Diam untuk Palestina Merdeka