Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Ekonomi / Nasional / Reviews

Jumat, 22 April 2016 - 13:46 WIB

Rusia Sebut Indonesia Akan Borong 18 Sukhoi Su-35 & Kapal Selam

Viewer: 724
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 45 Detik

Perusahaan teknologi rekanan Sukhoi, Rostec, menyebutkan Indonesia sangat yakin dengan kemampuan teknologi yang dimiliki pesawat tempur Sukhoi Su-35. Jika sebelumnya telah memesan 10 unit, Indonesia disebutkan akan menambah jumlah pembeliannya menjadi 18 unit.

Keyakinan itu diungkapkan oleh perusahaan teknologi rekanan Sukhoi, Rostec. Disebutkan pula, Indonesia dan Rusia segera meneken kontrak pembelian Su-35 Flanker dalam waktu dekat.

“Secara prinsip, keputusan sudah dibuat, kami menantikan dimulainya pembicaraan,” ungkap Kepala Departemen Kerja Sama Internasional Rostec, Viktor Kladov, dalam wawancaranya dengan RIA Novosti, Jumat (22/4).

Kladov yakin, Indonesia berminat untuk menambah daftar belanja Sukhoi menjadi 18 unit. Pihaknya tengah menunggu kehadiran Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu untuk melakukan pembicaraan terkait pembelian itu.

“Kami sangat menantikan kedatangan Menteri Pertahanan Indonesia ke Moskow untuk menghadiri Konferensi Pertahanan Internasional. Kami akan melakukan pertemuan di sela konferensi, kami telah membuat progres yang nyata,” tuturnya.

Baca Juga  Polisi Benarkan Maheer At Thuwailibi Ditangkap, Diduga Terkait Ujaran Kebencian

Tak hanya Su-35, Indonesia juga akan membicarakan mengenai pembelian kapal selam diesel-elektronik buatan Rusia terbaru, yakni Project 636 Varshavyanka. Kapal selam tersebut merupakan peningkatan dari kelas Kilo yang mengusung teknologi siluman, penambahan jarak tembak dan kemampuan penembakan target di darat, udara dan bawah air.

“Konsultasi pendahuluan akan dimulai. Indonesia memiliki ketertarikan besar terhadap kerja sama pengembangan teknologi dengan Rusia dan kami siap bekerjasama di tiga area, darat, udara dan laur. Kami telah menyiapkan beberapa pertemuan, termasuk yang ini (Proyek 636),” lanjutnya.

Tahun ini, Armada Laut Hitam Rusia bakal diperkuat enam kapal selam Project 636 kelas Varshavyanka.

Baca Juga  Pemkot Pontianak Gelontorkan Program Bedah Toilet

Sementara itu, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan, Brigjen Djundan Eko Bintoro menyatakan belum ada kesepakatan pembelian Su-35 antara Indonesia dan Rusia. Apalagi, pembelian tersebut masuk dalam rencana strategis (renstra) agar TNI memiliki kekuatan minimum sampai 2019 mendatang.

“Memang dalam renstra 2, pengganti F-5 dialokasikan untuk diganti, untuk pengadaan kita gunakan Su-35,” ungkapnya.

Menurutnya, masih ada beberapa hal yang belum disepakati dalam kontrak perjanjian, salah satunya skema pembayaran.

“Untuk detailnya saya belum bisa beritahu, karena itu sensitif,” ucapnya.

Seperti diketahui, Menhan Ryamizard mengonfirmasikan keinginan Indonesia untuk mendatangkan 10 unit jet tempur Su-35. Pernyataan itu sekaligus memupus upaya industri pesawat terbang Eropa dan Amerika Serikat merayu Indonesia membeli produk-produk mereka (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Walikota P.Sidimpuan Hadiri RPJMD Provsu 2019-2023

Berita

Wawako Sidempuan Terima Audensi Kepala BNN Deli Serdang dan Tapsel

Arsip

Terkait Visi Misi Bupati Gayo Lues Masyarakat Porang Sedah Menjalankan Pola 1821

Berita

2 Siswa SMA Ini Nekat Jual Adik Kelasnya Pada Pria Hidung Belang

Berita

Walikota Terima Audensi Anggota Paskibraka Utusan P.Sidimpuan Ke Tingkat Provsu

Berita

Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Bagikan Sarana Kontak Olahraga dan Karya Bhakti Bersama Warga Perbatasan

Berita

Berikan Rasa Aman, Anggota Unit Turjawali Berikan Pengamanan Sholat Jumat

Berita

Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Kembali Amankan Narkoba Jenis Sabu-Sabu Di Perbatasan.