Tebing Tinggi – Kompasnasional.com
Fatmawati (39) warga Desa Rambutan, Tebing Tinggi, Sumatera Utara, terpaksa harus merelakan sepeda motor miliknya, Honda Beat BK 2655 DAE. Usai berlebaran ke rumah sanak keluarganya dan menuju pulang, dia dicegat sekelompok kawanan begal, kemarin malam.
Fatmawati yang dibonceng temannya, Surya Ningsih (34) tak bisa berkutik. Sebab, mereka diancam pelaku untuk menyerahkan sepeda motor yang dikendarainya menggunakan celurit.
Informasi yang diperoleh Minggu (10/7), awalnya kedua ibu rumah tangga ini baru saja berkunjung di rumah keluarganya.
Ketika melintas di kawasan Pasar Inpres, Tebing Tinggi, tiba-tiba empat orang pria yang mengendarai dua sepeda motor memepet laju sepeda motor korban.
Usai memepet, dua pelaku turun dari sepeda motornya sambil menenteng celurit. Tanpa membuang waktu, pelaku lalu mengancam korban dan menawarkan pilihan. Apakah mau mati atau menyerahkan sepeda motornya?
Lantaran tak mau mati konyol, korban menyerahkan begitu saja sepeda motor yang dibeli setahun lalu. Keduanya hanya bisa gigit jari saat para perampok membawa pergi sepeda motor tersebut.
”Bagaimana mau melawan? Mereka (pelaku) langsung memperlihatkan celurit. Jelas kami ketakutan. Ditambah lagi, perampoknya bilang sama kami, mau mati atau serahkan sepeda motor. Makanya, dari pada mati ya kami serahkan sepeda motor saya. Pas pelaku bawa sepeda motor barulah kami menjerit minta tolong. Tapi enggak ada yang nolong karena sepi,” ujar Fatmawati kepada wartawan.
Kapolsek Tebing Tinggi AKP Lukman Siregar yang dikonfirmasi wartawan, mengaku sudah menerima pengaduan kedua korban dan masih dalam penyelidikan.
“Laporannya sudah diterima dan masih diselidiki lebih lanjut,” ungkap Lukman.(kn/jpnn/ms)








