Setelah kelakukan mafia dalam PSSI pimpinan La Nyala Mattaliti yang ‘mematikan’ Persebaya, sepertinya kini Bonek punya musuh baru, yakni Roy Suryo.
Eks Menteri Pemuda dan Olaraga yang juga politisi Demokrat itu sepertinya sengaja memfitnah dan mencari permusuhan dengan Bonek.
Sebelumnya, dalam siaran sebuah stasiun swasta, Roy menyatakan bahwa kedatangan ribuan Bonek ke Jakarta untuk menuntut pengembalian atas hak-hak Persebaya sudah ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu.
Malah, ia berani menyebut ada pihak yang menanggung seluruh biaya dan akomodasi Bonek selama di Jakarta.
Salah seorang pentolan Bonek, Riky mengatakan sangat tidak terima dengan pernyataan Roy dan menuntut agar dia meminta maaf secara resmi dan terbuka.
Menurutnya, Roy sama sekali tidak tahu apa-apa soal Bonek, Persebaya dan kota Surabaya.
“Kami sudah bicarakan hal ini serius. Saya sudah koordinasi dengan Cak Andi (Pecie) dan lainnya untuk menuntut dia meminta maaf. Jika tidak, kami siap dengan jalan apapun,” tegas Riky.
Sementara, Ketua DPRD Surabaya, Armuji pun turut bersuara atas tudingan Roy yang menyebut kedatangan Bonek ke Jakarta sudah ditunggangi itu.
Politikus PDIP itu menegaskan bahwa tuduhan itu sangat tidak beralasan. Sebab, para pendukung Persebaya Surabaya tersebut berangkat ke Jakarta dengan biaya sendiri. Bahkan, ada yang rela melakukan perjalanan estafet dengan menumpang truk dari satu kota ke kota lainnya.
“Sampai ada yang nggandol (menumpang) truk. Seribu persen tidak mungkin Bonek ini suruhan pihak lain. Roy Suryo itu ngawur,” kecam Armuji.
Menurut Armuji, sikap Roy Suryo itu disengaja. Tujuannya mencari sensasi dan memancing suasana agar panas.
Sebagai mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo memang terus mencari kejelekan dari Menpora yang sekarang, Imam Nahrowi.
“Itu mancing biar panas. Tapi ya gak pantes mantan Menpora ngomong begitu,” lanjut Armuji.
Menurutnya, bila Bonek ada yang menunggangi untuk biaya pulang, pergi dan akomodasi hidup di Jakarta pasti terpenuhi.
“Tapi, mereka itu murni berangkat dengan uang sendiri. Bahkan, uangnya pas-pasan. Dia itu tidak tahu Arek-arek Suroboyo seperti apa,” pungkasnya (pjkst|dwk)








