Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Reviews

Rabu, 31 Agustus 2016 - 13:09 WIB

Lagi, Rumah Sakit di Bali Tolak Bayi Miskin

Viewer: 656
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 46 Detik

Pasangan suami istri Kadek Supradnya (35) dan Luh Yesti (30), warga Banjar Gelagah, Desa Bunga Makar, Nusa Penida, terpaksa gigit jari karena tidak bisa membawa anaknya ke rumah sakit. Penyebabnya tak lain adalah karena biaya perawatan yang mahal.

Kejadian itu berawal saat Luh Yesti melahirkan pada Sabtu (27/8) malam lalu di Puskesmas 1 Nusa Penida. Saat terlahir, sang bayi tidak menangis dan langsung kejang.

Kondisi ini tentu saja tidak normal. Karena ada kelainan, pihak Puskesmas Nuda Penida I langsung merujuk bayi malang tersebut ke RS Klungkung.

Sekitar pukul 03.00 Wita, saat kondisi udara luar dingin menyengat, bayi tersebut langsung dibawa naik speed boat dari Nusa Penida lewat pelabuhan Buyuk ke Pelabuhan Pesinggahan, Klungkung.

Sang bayi sempat di rawat di RS Kalungkung selama 20 jam. Karena kondisinya cukup berat, maka pihak RS Klungkung menyarankan agar sang bayi di rujuk ke RS Sanglah.

Baca Juga  Pelaksanaan Bimtek Sipades Akan Dilaksanakan di Singkawang

Ironisnya, pihak RS Sanglah menolak menerima dengan alasan rumah sakit penuh. “Katanya penuh, kami disarankan ke RS Swasta,” ujar Kadek Supradnya dikutip dari Radar Bali (Jawa Pos Group), Rabu (31/8).

Pihak RS Sanglah pun menganjurkan agar anak tersebut dirujuk ke RS Swasta yang punya perlatan lengkap dan memadai untuk merawat bayi tersebut.

Setelah berkonsultasi dengan keluarganya serta pinjam uang ke beberapa kerabatnya, pasutri yang dari keluarga tidak mampu ini lantas membawa buah hatinya ke RS Swasta.

Di RS tersebut pihak rumah sakit mengenakan biaya Rp 5 juta lebih per harinya. Ini belum termasuk obat-obatan yang di butuhkan.

Baca Juga  Staf Khusus Presiden Akan Tinjau Islamic Rohul

Sebagai warga tidak mampu, jelas biaya ini sangat memberatkan. Padahal, sebelumnya pasutri ini berharap sang anak bisa dirawat dengan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) di RS Sanglah.

Keluarga Supradnya mengaku sempat menghubungi Dinas Kesehatan Bali agar dibantu bisa dirawat di RS Sanglah.

Pihak dinas sendiri menyanggupi akan menghubungi pihak RS Sanglah agar anak tersebut bisa dirawat dengan JKBM di RS Sanglah. Hanya saja sampai saat ini belum juga ada kepastian.

Sementara pihak keluara sendiri mengaku cemas dan bingung mencari biaya untuk berobat anak ketiganya itu. Terlebih lagi biaya perawatan cukup mahal.

Pihak keluarga sendiri berharap bantuan dari pemerintah. “Ya saya mohon bantuan ke Gubernur atau pak Wagub,” ujar Kadek Supradnya lesu (pjkst|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Wali Kota Terima Silaturahmi Taruna dan Taruni STTD Bekasi

Berita

Songsong Keberhasilan Tugas, Prajurit Yonif 645/Gty Semangat Ikuti Latihan

Berita

Mantan Ephorus HKBP Pdt.Dr. SAE Nababan Meninggal Dunia

Berita

Puluhan Alumni SMAN 2 Pematangsiantar Lulus Masuk PTN Lewat Jalur SBMPTN 2021

Berita

Seorang Warga Serahkan Senjata Api Rakitan jenis Lantak dengan Sukarela kepada Pos Koki SSK 3 Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/GTY

Berita

Gelar Vaksinasi di Candi Borobudur, Kapolri: Percepatan di Tempat Wisata yang Interaksi Tinggi

Berita

Klaim Lahan Pasar Pagi Polonia Berujung Perusakan, Polisi Diminta Respon Laporan Masyarakat

Berita

Kapolres Kapuas Hulu Pimpin Apel Gabungan Pengamanan Malam Perayaan Idul Adha 1442 H